Bacaan Lengkap Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu

Advertisement
Bacaan Lengkap Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu

Tongkronganislami.net - Dalam ajaran al-Qur’an sebagai salah satu metode/cara untuk mencegah atau mengobati berbagai gangguan kejiwaan adalah shalat. Shalat sebagai salah satu bentuk ibadah, banyak sekali membantu dalam mengatasi problem-problem kejiwaan. Dalam shalat manusia akan selalu ingat dan dekat dengan Allah, manusia tidak akan terperosok kedalam kemungkaran. Lihat buku Dienul Islam, (Bandung: Al-Maarif, 1971), hlm. 180 

Dengan demikian shalat sebagai penawar paling mujarab bagi kesehatan jiwa dan rohani serta fisik manusia. Maka salah satu pendidikan ibadah yang Allah perintahkan adalah shalat. Seperti yang terdapat dalam al-Qur’an surat al-Ankabut ayat 45 Allah SWT. berfirman : Artinya : Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. (Q. S. al-Ankabut : 45).4 

Dalam tafsir al-Maraghi inti dari ayat tersebut adalah kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat secara sempurna seraya mengharapkan keridhaan-Nya dan kembali kepada-Nya dengan khusyu’ dan merendahkan diri. Sebab jika shalat dikerjakan dengan cara demikian, maka shalat akan dapat mencegah dari berbuat kekejian dan kemungkaran karena shalat mengandung beberapa ibadah seperti takbir, tasbih, berdiri dihadapan Allah Azza Wajalla, ruku’ dan sujud dengan segenap kerendahan hati serta pengagungan lantaran di dalam ucapan dan perbuatan shalat terdapat isyarat untuk meninggalkan kekejian dan kemungkaran. Lihat Tafsir Al-Maraghi, (Semarang: C.V.Toha Putra, 1974), hlm 239-240.

Shalat sebagai ibadah tidaklah semata-mata melaksanakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepada manusia saja, tetapi lebih jauh dari itu, shalat merupakan penghubung langsung seorang hamba kepada Tuhannya, dengan menghadapkan hati (jiwa) kepada-Nya. 

Hal ini akan mendatangkan keikhlasan dan kekhusyu’an dengan meninggalkan sifat-sifat buruk yang ada dan tumbuh dalam diri manusia, sehingga di peroleh rasa ketenangan dan ketenteraman dalam hati manusia. Sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi: Artinya : Rasulullah bersabda :”Hai Bilal, kami merasakan ketenangan dalam melaksanakan shalat. (HR Ahmad)

Dari hadits di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa shalat merupakan manifestasi keimanan seseorang yang dapat membawa ketenangan jiwa dan ketentraman hati. Berbagai gangguan kejiwaan menurut konsep al-Qur’an adalah disebabkan karena lupa kepada Allah dan terlalu cinta terhadap dunia. 

Shalat sebagai sarana dzikrullah/mengingat Allah mengambil peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan penciptaan manusia, karena dalam shalat terjadi komunikasi yang harmonis antara seorang hamba dengan Sang Khaliqnya. 

Karena sholat dapat dijadikan sebagai penghubung antara Sang Pencipta dengan hambanya, tidak sedikit dari kaum muslimin yang mengadukan segala permasalahannya setelah manjalankan ibadah sholat, baik sholat fardhu maupun sholat sunnah. 

Pengaduan permasalahan ini tentu diawali dengan zikir (sebagaimana yang akan kami sebutkan di bawah ini, lalu diiringi dengan beraneka macam doa. 

Bacaan Lengkap Doa Setelah Sholat Fardhu

Bacaan Lengkap Dzikir Setelah Sholat Fardhu

أَسْتَغْفِرُ اللهَ 
"Aku minta ampun kepada Allah,” (dibaca tiga kali). 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”[1]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas se-gala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Eng-kau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.”[2]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ 

“Tiada Tuhan (yang berhak disem-bah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tia-da Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama ben-ci.”[3]

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ   

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah. Dan Allah Maha Besar. (Tiga puluh tiga kali).

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Tidak ada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”[4]

Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (far-dhu).[5]

Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).[6]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ 

“Tiada Tuhan (yang berhak disem-bah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghi-dupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” Dibaca sepuluh kali setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh.[7]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah! Sesungguhnya aku mo-hon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diteri-ma.”
(Dibaca setelah salam shalat Su-buh).[8]

Catatan Kaki

[1] HR. Muslim 1/414.
[2] HR. Al-Bukhari 1/255 dan Muslim 1/414.

[3] HR. Muslim 1/415.
[4] “Barangsiapa yang membaca kalimat tersebut setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti busa laut.” HR. Muslim 1/418.

[5] HR. Abu Dawud 2/86, An-Nasai 3/68. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 2/8. Ketiga surat dinamakan al-mu’awidzat, lihat pula Fathul Baari 9/62.

[6] “Barangsiapa membacanya setiap selesai shalat, tidak yang menghalanginya masuk Surga selain mati.” HR. An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah No. 100 dan Ibnus Sinni no. 121, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ 5/329 dan Silsilah Hadits Shahih, 2/697 no. 972.

[7] HR. At-Tirmidzi 5/515, Ahmad 4/227. Untuk takhrij hadits tersebut, lihat di Zaadul Ma’aad 1/300.

[8] HR. Ibnu Majah dan ahli hadits yang lain. Lihat kitab Shahih Ibnu Majah 1/152 dan Majma’uz Zawaaid 10/111.



0 Response to "Bacaan Lengkap Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!