Muhammad A Journey To The Past

Advertisement
Jazirah arab pada masa jahiliyah

Diantara sekian jazirah (semenanjung), tidak ada jazirah yang melampaui jazirah arab dalam hal luas daratanya. Jazirah arab merupakan jazirah paling luas di dunia, dengan daratan yang didominasi oleh gurun. Di semenanjung yang seolah tak berujung ini, hidup berbagai suku yang mendiami beberapa daerah. Dan suku quraisy, yang akan menjadi pokok pembicaraan kita, hidup disebuah daerah yang sangat dimuliakan, makkah. Dimuliakan karena terdapat Ka’bah yang tiap tahun selalu dikunjungi oleh berbagai suku bahkan suku diluar jazirah arab. Suku quraisy terkenal dan diakui oleh seluruh penjuru arab dengan ketinggian nasabnya, kepimimpinan, kefasihan bahasa dan kemurnianya, keberanian dan kehormatanya.

Tapi dari sekian kelebihan yang dimilikinya, suku quraisy juga terkenal dengan kerendahan moralnya. Mereka terbiasa dengan khamr, perjudian dengan mempertaruhkan harta dan istrinya, perzinahan, perampokan, pertumpahan darah antar suku dan juga membunuh anak perempuan mereka, termasuk juga Umar bin khatab pernah melakukanya. Singkatnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Abul hasan Ali An Nadawi dalam Siroh Nabawiyahnya, abad VI M merupakan masa paling rendah dalam sejarah dan paling dahsyat kegelapanya. Hal yang melatarbelakangi keadaan ini, seperti kata An Nadawi adalah kekosongan kenabian selama enam abad.

Dalam peribadatan, bangsa arab juga menyembah banyak berhala. Bahkan disekitar Ka’bah terdapat 360 berhala. Sebagian suku menyembah matahari, bulan dan bintang. Sebagian juga mempertuhankan malaikat, jin, binatang dll. (Baca buku Kerugian Apa yang Diderita Dunia Akibat Kemrosotan Kaum Muslimin karangan Abul Hasan Ali An Nadawi)

Lalu mengapa Muhammad diutus ke jazirah arab. Mengapa Allah memilih bangsa arab untuk menerima da’wah untuk pertama kalinya?

 Syaikh Abul hasan Ali An Nadwi memberikan jawabanya. Walaupun memiliki moral yang rendah, ada lembaran-lembaran yang suci di hati mereka. Mereka adalah orang yang bersahaja dan sederhana, memiliki keinginan yang kuat. Jika pemahaman terhadap kebenaran diselewengkan, niscaya mereka akanmemeranginya. Jika mereka mengetahui suatu kebenaran secara langsung, mereka akan mencintainya dan memeluknya, bahkan rela mati dalam kesetianya. Mereka adalah orang dermawan dan jujur. Jauh dari penyakit peradaban dan kemewahan. Memiliki kekuatan dalam bekerja dan berfikir.

“Mereka” Merindukan kedatangan Muhammad

Ust. Sayyid Sabiq dalam buku Aqidah Islamiyah mengatakan kedatangan Muhammad “dikarenakan” oleh dua hal, yakni:

1. Do’a Nabi Ibrohim ketika meninggikan baitullah bersama Ismail.  Nabi ibrohim berdo’a: “ Ya Robb kami utuslah untuk mereka seorang rosul dari kalangan mereka yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat engkau dan mengajarkan mereka Alkitab (Al qur’an) dan hikmah  serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkau yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al Baqoroh: 129)

2. Kabar Gembira (nubuwah) dari nabi Isa. Dalam As Shaff ayat 6:  “ Dan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata: Hai Bani Isroil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku dan memberikan kabar gembira tentang kedatangan seorang rosul yang akan dating sesudahku yng bernama Ahmad (Muhammad)”.  

Muhammad A Journey To The Past


Sebelum kedatangan Muhammad, kabar tentang datangya rosul terakhir yang akan datang dari tanah arab telah banyak dibicarakan oleh para ahli kitab (yahudi dan Nasrani). Kita bisa merujuk pada kisah Nabi Muhammad SAW dengan Waraqoh bin Naufal ketika permulaan wahyu turun dan kisah pencarian kebenaran oleh Salman Al Farisi ra juga kisah yang lain. (Baca Siroh Nabawiyahnya Syaikh Shafiyurahman Al Mubarokfuri dan Rijal Haular Rasul karangan Kholid Muhammad Kholid)

Dalam siroh disebutkan Pada tahun yang ketujuh hijrah, Nabi Muhammad s.a.w. mengirim surat kepada Negus tersebut mengajaknya memeluk Islam. Di Ethiopia surat itu disampaikan oleh Ja’far kepada Negus. Ketika surat itu diterimanya ia berkata: "Aku menjadi saksi kepada Allah bahwa sesungguhnya dialah Nabi yang ditunggu-tunggu Ahli Kitab". Lalu ia menulis jawaban surat Nabi itu, antara lain katanya: "Saya mengakui bahwa tuan utusan Allah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya saya telah berbaiat kepada tuan dan telah berbaiat kepada anak saudara bapak tuan (yaitu Jafar anak Abu Thalib). Dan saya telah memeluk agama Islam dihadapannya karena Allah Tuhan semesta alam".

Negus ini sebelum memeluk agama Islam adalah seorang yang beragama Kristen. Dalam keterangannya diatas ia mengakui bahwa Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi dan Kristen.

Pada musim haji pada tahun kesebelas dari pada Nabi Muhammad s.a.w. menjadi Rasul banyak orang Arab datang berkunjung ke negeri Mekkah, diantaranya enam orang penduduk Medinah. Mereka itu acap kali mendengar orang-orang Yahudi yang tinggal disekeliling kota Medinah itu mengatakan, bahwa seorang Nabi akan datang pada masa itu.

Manakala mereka berjumpa dengan Nabi Muhammad s.a.w. dan mendengar pengajarannya, teringatlah mereka kepada ucapan orang-orang Yahudi yang selalu diucapkannya di Medinah. Mereka lalu berbicara sesamanya: "Sebenarnya inilah Nabi yang selalu disebut-sebut orang Yahudi itu. Maka janganlah mereka mendahului kamu mengikutnya". Mereka lalu beriman dan kembali ke negeri Medinah menjadi penyiar Islam.

Sedikit gambaran tentang isyarat kedatangan Nabi Muhammad yang dapat dilihat dalam Alkitab:
"Dan, apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, 'Baiklah baca ini, saya berdo'a untuk kamu', maka ia akan menjawab, 'Aku tidak dapat membaca'." (Yesaya 29: 12)

Ramalan tentang kedatangan Muhammad dapat dilihat dalam Matius 7: 15-20, Yohanes 1: 24-25, Ulangan 18: 15-22, 33:1-2, 14: 15-27, 16: 7-15, Habakuk 3:3. Dari berbagai keterangan dalam Alkitab, Muhammad disebut sebagai seorang “Penolong”, Nabi yang lain yang akan muncul di pegunumgam Paran. Pegunungan Paran (disebut dua kali dalam Alkitab) terletak dikota Mekkah dan merupakan tempat tinggal Nabi Ismail dan Hagar (Kejadian 21:19-21). 

Nubuwat kedatangan Muhammad banyak juga dijumpai terutama dalam Injil-Injil Apokrip seperti Injil Barnabas.

Orang-orang yahudi dan Nasrani memang mengetahui kedatangan Nabi Muhammad dan juga mengetahui segalanya tentang beliau. Al Qur’an menyebutkan: “Orang-orang yang kami berikan kepadanya kitab suci mereka mengenal dia (Muhammad) sebagai mana mereka mengenal anak mereka sendiri”(Q.S Al Baqoroh: 146)

Tidak hanya di taorat dan injil (dalam Alkitab atau Bible terdapat di Perjanjian Lama dan Pejanjian Baru), nubuwat kedatangan Muhammad juga terdapat dalam kitab-kitab Brahmana dan kitab-kitab Zoroaster. (Lihat Ar Rosul Karangan Ust. Sa’id Hawa dan The Choice karangan Ahmed Deedat)

Bukti Kebenaran Muhammad SAW

Sebelum Muhammad dibangkitkan sebagai rosul, Allah SWT telah “mempersiapkan” Muhammad sehingga tidak ada hujjah untuk mendustakan Nabi Muhammad SAW. Ust. Sayyid Sabiq dalam buku Aqidah Islamiyah menyebutkan tiga hal yang membuat orang kafir tidak bisa mendustakan Muhammad:

1. Muhammad adalah orang yang zuhud, berakhlaq mulia dan tidak pernah melakukan perbuatan tercela sejak beliau masih kecil.
2. Muhammad adalah seorang yang ummi yang tidak bisa membaca dan menulis. Sehingga runtuhlah anggapan orang bahwa Muhammad belajar dari kitab-kitab yang ada pada zaman itu terutama kitab taurot dan injil yang memang memiliki kesamaan dengan alqur’an.
3. Muhammad adalah orang yang dikenal sebagai Al Amin.

Bi’tsah Muhammad

Ketika menginjak usia 40 tahun, Rosulullah mengalami kegelisahan karena menyaksikan sikap jahiliyah kaumnya. Seakan-akan ada sesuatu yang mendorongnya, beliau lebih suka menyendiri. Beliau sering meninggalkan Makkah, meninggalkan rumah, merambah celah-celah bukit di Makkah. Dalam Siroh Ibnu Hisyam disebutkan bahwa setiap batu dan pohon yang dilalui oleh Muhammad selalu berucap: “Assalamu ‘alaika, Ya Rosulullah”. Beliau biasanya menyepi di Gua Hira dan tinggal disana beberapa malam berturut-turut. Beliau berdoa dan beribadah dengan tata cara agama Nabi Ibrohim yang lurus. Di gua ini Muhammad diangkat menjadi Nabi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 41 kelahiran beliau atau bertepatan dengan 6 Agustus 610 M. Surat pertama yang diturunkan adalah Al ‘Alaq 1-5. Setelah surat pertama diturunkan, wahyu terputus beberapa hari kemudian setelah itu Allah SWT menurunkan Surat Al Mudatsir dan beliau mulai menda’wahkan agama islam kepada orang lain. Orang yang pertama masuk islam adalah Khadijah ra, istri beliau. Kemudian diikuti oleh Ali bin Abi Tholib, Abu Bakar kemudian diikuti oleh para pembesar Quraisy seperti Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah dan tokoh-tokoh lainya. (Baca Siroh Nabawiyah karangan Syaikh Abul hasan Ali An Nadwi). Awalnya rosulullah menyembunyikan da’wahnya selama tiga tahun kemudian Allah memerintahkan untuk menampakan da’wahnya (QS Al Hijr: 89,94 dan As Syu’ara: 214-215). Awal da’wah beliau pada awal permulaanya banyak ditujukan pada kerabat terdekatnya.

Diawal da’wah beliau, banyak hadangan yang diterima, seperti ejekan, penghinaan, olok-olok, juga beberapa tawaran agar beliau meninggalkan da’wahnya, percobaan pembunuhan dan yang lebih parah adalah pemboikotan makanan selama tiga tahun. Diawal da’wah sebagian sahabat berhijrah ke habasyah karena siksaan yang berat terhadap mereka. Dalam riwayat disebutkan bahwa mereka hijrah ke habasyah pada tahun kelima kenabian dan menetap disana hingga tahun ketujuh Hijriyah. Nabi juga pernah pergi ke Thaif untuk mendapatkan bantuan ketika Abu Tholib telah wafat.

Secara garis besar da’wah periode Makkah dibagi tiga tahapan:
1. Tahapan da’wah secara sembunyi-sembunyi yang berjalan selama tiga tahun.
2. Tahapan da’wah secara terang-terangan yang dimulai tahun keempat kenabian hingga tahun ke sepuluh
3. Tahapda’wah keluar kota makkah yang dimulai tahun kesepuluh hingga hijrah.

(Baca Siroh Nabawiyahnya Syaikh Shafiyurahman Al Mubarokfuri)

Anugerah diutusnya Nabi Muhammad
1. Aqidah tauhid yang jelas dan bersih
2. Prinsip perstuan dan persamaan derajat (Q.S An Nisa’: 1, Al Hujurat: 13)
3. Pemberitaan tentang kemuliaan manusia (Q.S Al Isra’: 70)
4. Memberantas pesimisme dan pikiran negatif, dan membangkitkan cita-cita (Q.S An Najm: 38-41, Az Zumar: 53)
5. Memadukan antara agama dan dunia, menyatukan barisan yang berselisih dan pasukan yang berperang
6. Menerangkan maksud dan tujuan dalam medan amal dan perjuangan

(Syaikh Abul hasan Ali An Nadawi dalam Siroh Nabawiyah)

Islam adalah agama yang benar

Tempo (3 Juli 2005) memberitakan analisis Pendeta Robnert P. Walean bahwa umat islam adalah golongan yang akan diterima oleh tuhan. Ia menemukan dalam kitab perjanjian lama pada kitab Yesasa 60:7 (baca pasal 60 ayat 7): Segala kambing domba kedar akan terhimpun kepadamu,domba-domba Neboyat tersedia untuk Ibadahmu, segala korban yang berkenaan dengan ibadah-Ku, dan Aku akan menyemarakan rumah keagungan-Ku”. Dari ayat tersebut pendeta Robert yakin, bahwa umat islam adalah golongan yang akan diterima tuhan karena dalam pandangan Kristen oang Neboyat dan Kedar adalah keturunan Nabi Ibrohim dari garis Ismail yang menganut islam. Pendapat Pendeta Robert juga mendapat pembenaran dari Pendeta L situmorang dari Gereja Masehi Hari Ketujuh. Ia menulis pernyataan resmi yang membenarkan kajian Pendeta Robert dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Wallahua’lam

Written by: Zaenal Supriyono
Currently is student at Sanata Dharma University for English Extension Course Program and has finished from undergraduate program at UPN “Veteran” Yogyakarta majoring in Mining Engineering 



1 Response to "Muhammad A Journey To The Past "

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!