Makna Tauhid Asma’ wa Shifat

Advertisement
Tauhid Asma’ wa Shifat merupakan keyakinan bahwa Allah memiliki nama dan sifat, yang dengan nama dan sifatNya itu, Ia atau Nabi saw melukiskan keadaan diriNya.[1] Imam Ibnu Taimiyyah menyatakan, “Allah swt mensifati DiriNya dengan sifat yang telah disifatkan oleh DiriNya sendiri, atau disifatkan oleh Rasulullah saw, serta para generasi awal Islam yang tidak melebihi batas al-Quran dan Sunnah.[2] 

Nama dan Sifat Allah ditunjukkan oleh ayat-ayat berikut ini; “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy.[Thaha:5] 

“Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya `Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu.”[al-Zukhruf:82] 

“Dan Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”[al-Zukhruf:84-85] 

 Nama dan Sifat Allah tidaklah serupa dengan sifat dan nama makhlukNya. Dalam hal ini Allah swt telah memberi rambu-rambu kepada umatNya ketika hendak memahami sifat dan nama Allah, dengan firmanNya, “(Dia) Pencipta langit dan bumi. 

Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.[al-Syura:11]. Demikianlah, Allah swt memiliki nama dan sifat. 

Tauhid Asma’ wa Shifat dan Contohnya


Catatan Kaki

[1] Abu Ameenah Bilal, Menolak Tafsir Bid’ah, PT. Andalus Press, Surabaya, hal.208.

[2] Imam Ibnu Taimiyyah, Majmuu’ al-Fatawa, juz III/16, Daar al-Kutub al-‘Imiyyah.



0 Response to "Makna Tauhid Asma’ wa Shifat"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!