Bedakan Pembatal dan Bukan Pembatal Puasa Berikut ini!!!

Advertisement
Pembatal dan Bukan Pembatal Puasa - Hingga detik ini masih banyak di antara teman-teman muslim yang tidak mengetahui perihal apa saja yang dapat membatalkan puasa. Tidak sedikit email yang masuk kepada kamimenanyakan hal tersebut. Mengingat ada banyak pertanyaan seputar permasalah ini, maka kami terbitkan satu halaman khusus untuk menjelaskan pertanyaan tersebut.

Artikel ini kami kelompokkan ke dalam 2 bagian, pertama penjelasan seputar apa saja yang dapat mebatalkan puasa, kedua terkait apa saja yang diperbolehkan selama puasa dan tidak membatalkan Puasa.

Inilah Hal-Hal yang Dapat Membatalkan Puasa Ramadhan

a. Makan dan minum. 
b. Jima’ (bersetubuh).
c. Mengeluarkan mani dengan sengaja.
d. Murtad (keluar dari Islam).
e. Memasukkan sesuatu yang berfungsi sebagai makanan dan minuman ke dalam tubuh, seperti tranfusi darah, injeksi atau infus.
f. Keluarnya darah haidh dan nifas pada wanita.
g. Muntah dengan sengaja.


Hal-Hal yang Diperbolehkan dan Tidak Membatalkan Puasa

Hal-hal yang boleh dilakukan oleh orang yang puasa dan tidak membatalkan puasa, antara lain :
a. Makan dan minum karena lupa atau mengira fajar belum terbit. Sabda Rasulullah SAW :

مَنْ نَسِيَ وَ هُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمََّ صَوْمَهُ ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَ سَقَاهُ

Barangsiapa yang makan atau minum karena lupa sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka sempurnakanlah puasanya karena itu adalah makanan dan minuman dari Allah .” (HR. Bukhary dan Muslim)

b. Memakai celak atau obat mata.
c. Mencicipi rasa makanan asal tidak tertelan.
d. Kemasukan sesuatu ke dalam perut tanpa disengaja, seperti debu, berkumur-kumur atau istinsyaq (mengisap air ke dalam hidung).
e. Memakai obat tetes mata, telinga atau luka meskipun terasa di tenggorokannya.
f. Mencium bau-bauan.
g. Berkumur-kumur atau istinsyaq (mengisap air ke dalam hidung) asalkan tidak berlebih-lebihan sehingga air tidak masuk ke perut.
h. Bersiwak atau sikat gigi.
i. Mendinginkan badan dengan cara mandi atau membasahi pakaiannya.
j. Mencium isteri.
k. Kop (berbekam).

Bagaiamakah Jika Puasa Saya Batal Dengan Sengaja?

بَيْنَمَا أَنَا نَائِمٌ أَتَانِي رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبُعَيْ فَأَتَيَا بِيْ جَبَلاً وَ عرًّا فَقَالاَ : اصْعُدْ ، فَقُلْتُ : إِنِّيْ لاَ أُطِيْقُهُ فَقَالاَ :سَنُسَهِّلُهُ لَكَ فَصَعَدْتُ حَنَّى إِذَا كُنْتُ فِيْ سَوَادِ الْجَبَلِ إِذَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيْدَةٍ قُلْتُ : مًا هَذِهِ اْلأًصْوَاتِ ؟ قَالُوْا : هَذَا عوَاءُ أَهْلِ النَّارِ ثُمَّ انْطَلَقَ بِيْ فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِيْنَ بِعُرَاقِيْبِهِمْ ، مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ ، تَسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا قَالَ : قُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ ؟ قَالَ : الَّذِيْنَ يُفْطِرُوْنَ قَبْلَ تِحْلَةِ صَوْمِهِمْ 

Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang dua lenganku dan membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata : “Naik”, aku katakan : “aku tidak sanggup”, keduanya berkata : “kami akan memudahkanmu”, akupun naik hingga ketika sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya : “Suara apakah ini ?” Mereka berkata : “Ini adalah teriakan penghuni neraka”, kemudian keduanya membawaku, ketika aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak / robek, darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya : Siapakah mereka ?” Keduanya menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka”. (HR. An Nasa’i, Ibnu Hibban, Al Hakim)

Baca Juga: Fidyah Puasa Ramadhan bagi yang Meninggalkan