Kapan Seorang Muslim digolongkan Kafir atau Murtad

Advertisement
Menurut Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki, seorang muslim bisa jatuh kafir dengan empat indikasi berikut ini, (1) dengan keyakinan [i’tiqad], (2) dengan keraguan[syak], (3) dengan perkataan [al-qaul], (4) perbuatan.

Pertama, dengan keyakinan. Ini bisa dilihat dari dua sisi; (a) menyakini dengan pasti sesuatu yang berlawanan dengan apa yang diperintah, atau yang dilarang. Semisal menyakini, bahwa Allah memiliki sekutu. Menyakini bahwa al-Quran bukanlah Kalamullah. (b) mengingkari sesuatu yang sudah ma’lum dalam masalah agama. Semisal mengingkari jihad, mengingkari keharaman khamr, mengingkari hukum potong tangan, dll.

Kedua, keraguan dalam ber’aqidah, dan semua hal yang dalilnya qath’iy. Misalnya, ragu bahwa Allah itu satu; ragu bahwa Mohammad saw adalah Rasulullah; atau ragu tentang sanksi jilid bagi pezina ghairu muhshon.

Ketiga, dengan perkataan yang jelas, tidak perlu ditafsirkan atau dita’wilkan lagi. Semisal, seseorang yang mengatakan bahwa ‘Isa adalah anak Allah, Mohammad bukan nabi, dll. Sedangkan perkataan yang masih belum jelas, atau masih perlu dita’wilkan maka tidak memurtadkan pengucapnya.

Keempat, dengan perbuatan yang jelas tanpa perlu ta’wil lagi. Semisal, menyembah berhala, melakukan misa di gereja dengan tata cara misa ala gereja, sembahyang di Pura atau Wihara dengan ritual Hindu, dll. Sedangkan perbuatan yang belum jelas, tidak mengkafirkan pelakunya. Seperti masuk ke gereja, membaca Injil, dll.



0 Response to "Kapan Seorang Muslim digolongkan Kafir atau Murtad"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!