Ketentuan Waktu dan Syarat Sah Puasa Ramadhan

Advertisement

Advertisement
Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya'ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan oleh seorang yang dipercaya. (HR. Muslim, Abu Dawud). Sedangkan awal bulan Syawwal ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya. (HR. Muslim).

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَ أَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ

Puasalah karena kalian melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal, jika kalian terhalang awan, sempurnakanlah bulan Sya’ban tiga puluh hari.” (HR. Bukhary dan Muslim)

Lamanya puasa Ramadhan adalah sebulan atau kalau dengan perhitungan hari bisa 29 dan 30 hari sesuai dengan perhitungan falak atau nampaknya bulan / hilal.
Syarat Sah Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan (Foto: Janariess.religionnews.com)



Waktu puasa Ramadhan ialah dari mulai terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari, sebagaimana firman Allah SWT  :

فَلآنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وكُلُوْا وَاشْرَبُوْاحَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلىَ اللَّيْلِ 

…maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa-apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam ” (QS. Al Baqoroh : 187)

Syarat-syarat Sah Puasa Ramadhan

a. Islam; tidak sah puasanya orang kafir sebelum masuk Islam.
b. Akal; tidak sah puasanya orang gila sampai kembali berakal.
c. Tamyiz ( Baligh ); tidak sah puasanya anak kecil sebelum dapat membedakan (yang baik dengan yang buruk).
d. Tidak haidh; tidak sah puasanya wanita yang haidh sebelum berhenti haidhnya.
e. Tidak nifas; tidak sah puasanya wanita yang nifas sebelum suci ari nifas.
f. Niat; dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidah sah puasanya.”(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa'i dan Tirmidzi)

Dan hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dangan niat sejak malam hari, yaitu dengan meniatkan puasa di salah satu bagian malam.

Berlangganan Gratis Artikel Terbaru Tongkronganislami.net!
Silahkan Masukkan Email Anda Di Bawah Ini, Lalu Klik Subscribe.
Jangan Lupa, Lakukan Konfirmasi Melalui Link Aktivasi yang Kami Kirim Ke Email Anda