Bertawakkal lalu Bersyukur

Advertisement
Bertawakkal lalu Bersyukur,-Setelah bertawakal kepada Allah dalam arti menyerahkan sepenuhnya kepada Allah dengan usaha yang maksimal. Untuk meningkatkan percaya diri perlu adanya rasa syukur untuk menimbulkan sikap positif dan perasaan menerima apa yang telah didapatkan dari tindakan yang dikerjakan kepada Allah SWT atas segala limpahan nikmat yang ia berikan.

Orang yang tidak bersyukur kepada Tuhan, ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang dialami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup setipa hamba-Nya.[2]

Bertawakkal lalu Bersyukur

Menurut Al-Ghazali, mengapa manusia harus bersyukur terdapat dua sebab:
1.   Agar kekal kenikmatan yang sangat besar itu. Sebab jika tidak disyukuri, akan hilang.
2.   Agar nikmat yang telah kita dapatkan bertambah.[3]

Bentuk nyata dari syukur salah satunya adalah dengan mengucapkan puji-pujian alhamdulillah, kata-kata ini dapat diibaratkan dengan self-affirmation[4] sebagai pengungkapan positif atas kondisi diri yang dapat meningkatkan percaya diri.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu,(QS.Ibrahim: 7)

     Para ahlul jannah nantinya akan mengucapkan syukur kepada Allah yang telah menghilangkan kesedihan mereka dan mereka mengakui akan ke-Maha Pengampunan dan Maha mensyukuri Allah. Jika umat Islam ingin menjadi ahlul jannah tentunya saat ini umat Islam harus mensyukuri segala nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka.
Bertawakkal lalu Bersyukur

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

     Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.(Faathir: 34)

[1] Lihat.An-Nahl: 112; an-Nisa': 147; Ibrahim: 7;dan lain-lain.
[2] Ibid.
[3] Imam Al-Ghazali, Minhajul Abidin, Alih Bahasa: Abul Hiyadh. (Surabaya: Mutiara Ilmu,), hal.351.
[4] Lihat bab II, dikutip dari Jacinta F. Rini,http://www.e-psikologi.com  


0 Response to "Bertawakkal lalu Bersyukur"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!