Nisab dan Haul Zakat

Advertisement
Nisab dan Haul Zakat,- Al-Qur’an tidak secara tegas menjelaskan tentang jenis-jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya dan syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi serta tidak menjelaskan secara gamblang berapa besar yang harus dizakatkan. Persoalan tersebut dijelaskan di dalam sunah Nabi  melalui hadis beliau yang berfungsi menjelaskan isi dari pada al-Quran serta menafsirkannya, menafsirkan yang bersifat umum, menerangkan yang masih samar, memperkhusus yang masih terlalu umum, memberi contoh kongkrit pelaksanaannya dan membuat prinsip-prinsip aktual yang bisa diterapkan dalam kehidupan umat.[1]

Di dalam kitab-kitab hukum fiqh, harta kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya antara lain meliputi : emas, perak, uang, barang yang diperdagangkan, hasil peternakan, hasil bumi, hasil tambang dan barang temuan.[2]
Nisab dan Haul Zakat

Masing-masing kelompok harta kekayaan yang wajib dizakati, para ulama berbeda pendapat mengenai nisab dan haulnya disebabkan karena adanya ketidaksamaan dalam mengkonversi alat ukur yang dipergunakan pada masa lalu dan sekarang. Hal ini dapat dilihat dari beberapa keterangan mengenai nisab dan haul dari zakat berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Zakat No 38 Tahun 1998.

Nisab dan Haul Zakat Emas, Perak dan Uang

Ketiga jenis harta, yaitu emas, perak dan uang zakatnya dikeluarkan setelah dimiliki secara pasti selama satu tahun qomariyah (haul). Besar nisab dan jumlah yang harus dikeluarkan berbeda-beda. Nisab emas 91,92 gram emas murni, nisab uang sama dengan nisab emas tersebut. Dan menurut Qardawi nisabnya senilai 85 gram. Sedangkan nisab perak senilai 642 gram perak, dan menurut mazhab Hanafi nisabnya senilai 700 gram.

Nisab dan Haul Zakat Barang yang diperdagangkan

Nisab barang yang diperdagangkan sama dengan nisab emas yaitu 91,92 gram, dan menurt qardawi seanilai 85 gram emas dan dikeluarkan tiap akhit tahun.

Nisab dan Haul Zakat Hasil peternakan

Yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah binatang ternak yang telah dilpelihara selama satu tahun di tempat pengembalaan dan tidak dipekerjakan sebagai tenaga pengangkutan dan sebagainya dan sampai nisabnya.[3] Untuk kambing 40-120 ekor, zakatnya 1 ekor kambing, setiap 121-200 ekor zakatnya 2 ekor, dan 201-300 zakatnya 3 ekor, selanjutnya setiap pertambahan 100 ekor zakatnya tambah 1 ekor. Nisab sapi adalah 30 ekor, 30-39 ekor zakatnya 1 ekor sapi berumur satu tahun lebih, 40-59 ekor zakatnya 1 ekor sapi berumur dua tahun lebih, 70-79 ekor zakatnya 2 ekor sapi berumur satu tahun dan dua tahun lebih, selanjutnya setiap penambahan 30 ekor zakatnya 1 ekor sapi berumur satu tahun lebih dan seterusnya.

Nisab dan Haul Zakat Hasil Bumi

Pengeluaran zakatnya tidak harus menunggu satu tahun dimiliki, tetapi harus dilakukan setiap kali panen atau menunai. Nisabnya kurang lebih 1.350 kg gabah atau 750 kg beras.  Kadar zakatnya 5 % untuk hasil bumi yang diairi atas usaha penanam sendiri dan 10 % kalau pengeirannya tadah hujan tanpa usaha yang menanam.

Nisab dan Haul Zakat  Hasil tambang dan barang temuan

Dalam kitab-kitab fiqh, barang tambang dan barang temuan yang wajib dizakati hanyalah emas dan perak saja.[4] Nisab barang tambang sama dengan nisab emas dan perak dan dikeluarkan setiap kali barang tambang itu selesai diolah. Sedangkan barang temuan zakatnya dikeluarkan  setiap orang menemukan barang tersebut. Menurut kesepakatan ulama empat mazhab, harta temuan wajib dizakati seperlimanya (20%) dan tidak ada nisabnya.

[1]Muhammad, Zakat Profesi, hlm. 23
[2] Ibid. hlm. 23-24
[3]Muhammad, Zakat Profesi, hlm. 25
[4] Ibid. hlm. 26

Perbedaan Nisab dan Haul Zakat dikalangan ulama tidak lantas membuat hati kita untuk mengurungkan niat berzakat melainkan semakin memicu untuk menunaikannya. Mudahan Bermanfaat