Khutbah Idul Adha Terabaru, Membina Kebersamaan Sejati dalam Semangat Berkurban

Advertisement
Edisi Khutbah Idul Adha Terabaru 1437 H / 2016 M
Membina Kebersamaan Sejati dalam Semangat Berkurban


الله اكبر الله اكبر الله اكبر 3   الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا إله إلا الله  الله اكبر  الله اكير ولله الحمد .  الحمد لله الذى جعل هذا اليوم عيدا للمؤمنين وأضحية لمن كان له سعة وحجا مبرورا لمن كان له إستطاعة, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له لا نتخذ من دونه وليا و وكيلا  وأشهد أن محمدا عبده ورسوله رضينا به نبيا ورسولا.  وصلاة الله وسلامه على محمد خاتم الأنبياء وخير المخلوقات وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسن سبيلا.   أما بعد فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقو الله فقد فاز المتقون  ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم لاإله إلا هو العزيز الحكيم,  الله أكبر ولله الحمد.

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah SWT.
           
Mari kita bersyukur seraya memuji kebesaran Allah swt atas segala limpahan nikmat yang diberikan kepada kita berkaitan dengan kesempatan merayakan Idul Adhha hari ini, yang dikenal juga sebagai hari raya qurban.  Pada saat yang bersamaan, tidak kurang dari tiga juta umat Islam, kini sedang berada di tanah suci Mekah untuk menyempurnakan keislaman mereka.  Mereka datang dari berbagai penjuru dunia Islam.  Maksud kedatangannya ke kota suci, di samping menunaikan ibadah haji, juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam adalah suatu umat yag besar, umat yang bersatu padu dalam beribadah.

Edisi Khutbah Idul Adha Terabaru
Adapun kita yang tidak sempat bergabung dengan mereka, disunahkan untuk mendatangi tempat pelaksanaan shalat Idul Adhha, sebagaimana halnya kita di tempat ini, sebagai cara untuk mengekspresikan semangat kebersamaan kita sebagai umat Islam, dan sebagai cara untuk menunjukkan betapa persatuan Islam digalang dan diekspresikan lewat ibadah qurban.  Begitu pentingnya wujud persatuan dan solidaritas Islam, maka ibadah kurban sangat dianjurkan, sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Besar Muhammad saw., riwayat Ibnu Majah sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang memperoleh kemampuan, lalu tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami”.   

 Saudaraku Kaum Muslimin Yang Berbahagia

Ibadah kurban tidak hanya sekadar bermaksud untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sesama umat manusia di sekitar kita, tetapi lebih dari itu, mengandung hikmah yang besar dan makna yang paling hakiki, dalam hidup dan kehidupan kita sebagai manusia.  Salah satu hikmahnya ialah bahwa kita mengurbankan hewan berarti kita sadar perlunya menundukkan nafsu-nafsu hewani yang ada dalam diri kita masing-masing.  Dengan menguasai nafsu hewani itu, maka kita dapat mensucikan diri dari berbagai perangai buruk seperti egoisme, susah diatur, tidak disiplin dan semacamnya, kemudian mengisinya dengan perilaku manusia terhormat, sehingga kita dapat menjadi insan kamil.  

Menguasai nafsu, memang merupakan pekerjaan berat, dan merupakan jihad terbesar dalam kehidupan manusia.  Rasulullah saw. bersabda sekembali dari salah satu peperangan: 

 رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر, جهاد النفس

“Kita kembali dari jihad kecil menuju ke jihad besar, yakni jihad melawan nafsu”. 

 Kaum Muslimin Sidang Idul Adhha Yang Berbahagia

Perjuangan melawan nafsu merupakan bahagian dari kehidupan yang harus kita upayakan secara terus-menerus selama hidup di dunia ini.  Sebagai perjuangan, pengendalian hawa nafsu mengharuskan ikhtiar yang sungguh-sungguh sebagaimana layaknya pertempuran di medan perang.  Membiarkan hawa nafsu menjadi penguasa dalam diri kita berakibat fatal, karena akan menjerumuskan kita ke dalam kesulitan yang berat.  Sebaliknya, menundukkan nafsu di bawah nurani dan pikiran sehat akan membawa kepada kebahagiaan.  Denagn kata lain, baik-buruknya kehidupan kita, itu sangat ditentukan oleh usaha kita mengatasi tantangan dan pengaruh hawa nafsu.   Untuk mengetahui bagaimana cara melawan dan menghadapi pengaruh nafsu agar tidak tergelincir ke perilaku  hewan, mari kita menyimak secara mendalam hikmah  yang terkandung  dalam ibadah kurban itu:

Bahwa ibadah kurban, nanti dapat dipandang shah apabila hewan yang dikurbankan itu sempurna, tidak bercacat.  Ketentuan ini mendidik setiap muslim untuk mampu memberikan sesuatu yang terbaik dari dirinya demi kesejahteraan masyarakat dan bangsanya.  Orang yang mengejar suatu cita-cita yang luhur, biasanya tidak tanggung-tanggung mengorbankan sesuatu demi keberhasilan perjuangannya itu.  Kesediaan mereka mengorbankan jiwa dalam perjuangan itu, adalah didorong oleh keyakinan bahwa kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat hanya bisa dicapai jika disertai pengorbanan, sekalipun yang dikorbankan itu adalah jiwa.  FirmanAllah: 

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang Mu`min jiwa dan harta mereka, dengan memberikan sorga untuk mereka; (Al-Tawbah: 111).

Sekarang, saatnya kita merenung dan bertanya pada diri masing-masing, sudah sampai di mana kita memberi sesuatu yang yang terbaik demi kepentingan umat dan bangsa kita.  Memang, pengorbanan tidak selalu identik dengan pengorbanan jiwa.  Pengorbanan bisa berwujud pengorbanan harta, tenaga, pikiran, dan waktu.  Pernahkan kita mengorbankan harta benda untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami penderitaan karena konflik, bencana alam, wabah penyakit, kemiskinan dan semacamnya?  Pernahkah kita mengorbankan tenaga atau pikiran kita secara sungguh-sungguh untuk kemaslahatan kita juga secara bersama-sama? Pernahkah kita mengorbankan waktu untuk melayani dengan baik tetangga, tamu-tamu dan handai tolan kita?  Jawabannya terletak pada diri kita masing-masing.

Memberikan sesuatu yang terbaik dalam perjuangan hidup, memang sangatlah sulit.  Itulah sebabnya, mengapa kita diperintaklan untuk membiasakan diri memberikan yang terbaik, berupa hewan kurban yang sempurna fisiknya, setiap tahun.   Tanpa pembiasaan diri seperti itu, rasa enggan memberi dan menyumbang akan tetap bersemayam dalam diri  kita.  Bahkan tidak jarang kita menyaksikan sebahagian orang berebut mengumpulkan harta dengan cara yang tidak halal memperturutkan nafsu serakah sebagaimana layaknya binatang bertengkar memperebutkan makanan.  Maka terjadilah apa yang dikatakan oleh Thomas Hobbes (Filosof Inggris) homo homini lupus artinya manusia satu menjadi serigala terhadap manusia lainnya.  Tidak sedikit manusia yang tidak saja enggan menolong sesamanya manusia yang menderita, melainkan justru tidak segan-segan merampas hak-hak orang lain, termasuk hak-hak orang miskin yang justru wajib dibantu. 

Kalau agama memerintahkan kita memberi atau menyumbangkan apa yang terbaik, maka sebaliknya  nafsu hewaniyah membujuk untuk mengambil apa yang terbaik untuk dirinya walaupun dengan jalan merusak orang lain. Berbagai cara yang sering dilakukan untuk kepentingan mereka, mulai dari penipuan, pencurian dan perampasan hak orang lain secara kasar sampai pada korupsi, kolusi, nepotisme, money politics, manipulasi serta komersialisasi jabatan.  Mereka dikendalikan oleh nafsu hewaniyahnya, sampai mereka tidak peduli kepentingan orag lain.  Berkaitan dengan ini Allah memperingatkan:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ(188)

“Janganblah kamu makan harta di antara kamu secara batil dan kamu membawanya ke depan hakim dengan maksud memakan sebahagian dari harta sesamamu manusia dengan jalan berdosa padahal kamu mengetahui  (Al-Baqarah: 188).

 Kaum Muslilmim Yang Berbahagia

Bahwa ibadah kurban itu mengandung makna solidaritas terhadap sesama manusia.  Daging hewan kurban dibagi-bagikan kepada fakir miskin adalah berarti, bahwa seorang Muslim hendaknya memperhatikan kehidupan orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang lemah ekonominya, atau tidak punya sama sekali.  Dengan kata lain, ibadah kurban itu mendidik setiap Muslilm, untuk mengikis nafsu egois yang ada dalam dirinya, dan sebaliknya memupuk rasa kesetiakawanan antara sesama manusia.  Sebagaimana diungkapkan dalam Al-Qur’an

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ(9)
“Dan mereka mengutamakan orang lain atas dirinya, sekalipun mereka dalam kesusahan.  Dan siapa yang terpelihara dari sifat kekikiran dirinya, mereka itulah orang-oranng yang beruntung.  (Al-Hasyr: 9).
           
Terdapat banyak ayat yang senada dengan ayat tersebut.   Bahkan di dalam salah satu surah ditegaskan bahwa mereka yang tidak bersedia memberi pertolongan kepada fakir miskin dan anak yatim, digolongkan sebagai orang-orang yang mendustakan agama.  Firman Allah SWT.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ(1)فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ(2)وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ(3)فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ(4)الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ(5)الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ(6)وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ(7)
“Tahukah kamu (hai Muhammad), orang yang mendustakan agama?  Itulah orang yang menghardik anak yatim; dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin.  Maka nerakalah bagi orang-orang yanng bershalat.  Orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya; dan enggan memberi pertolongan.”  (Q.S.Al-Ma`un)
           
Dari sini kita harus sadar, bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya menghubungkan diri dengan Allah, melainkan juga menjalin hubungan yang baik dengansesama manusia, memperhatikan nasib orang-orang melarat, melindungi anak-anak yatim, dan memberikan sumbangan di jalan Allah demi syiarnya agama Allah SWT.  Pendeknya, Islam mengandung ajaran sosial secara luas.  Sebagai makhluk sosial, berbagai aspek kehidupan pribadi kita adalah tergantung pada masyarakat luas, dan dengan demikian, kita sebagai anggota masyarakat wajib pula berbuat untuk kepentingan masyarakat.  Derajat kita sebagai manusia, di samping ditentukan oleh kedekatan kita kepada Tuhan, juga ditentukan pula oleh akhlak baik kita terhadap sesama manusia.  Nabi Muhammad saw. telah menegaskan:

   اكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا
Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang terbaik akhlaknya”   

Hadirin Jamaah Idul Adhha Yang berbahagia.

            Semua ibadah yang kita laksanakan bertujuan untuk menumbuhkan akhlak yang baik pada diri setiap Muslim.  Ibadah shalat misalnya, apalagi jika dilakukan secara berjamaah, mendidik untuk bersatu dan berdisiplin; puasa mendidik untuk kita mampu mengendalikan hawa nafsu; zakat membiasakan kita untuk memberi kepada orang lain; haji menyadarkan kita perlunya bergaul secara global dengan sesama manusia dalam keadaan “duduk sama rendah berdiri sama tegak”.  Pendeknya segenap ibadah itu bertujuan memperbaiki  akhlak kita semua.

            Tetapi, tidaklah mungkin akhlak yang baik akan tumbuh, jika kita tidak mampu menguasai nafsu masing-masing.  Hanya orang yang menguasai nafsunyalah yang bisa melahirkan pikiran-pikiran yang benar, mempunyai sifat-sifat kejujuran dan keikhlasan, sehingga akan melahirkan tindakan-tindakan yang selalu bermanfaat terhadap masyarakat di sekitarnya. Hadits Rasulullah menegaskan:

  خيرالناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia ialah orang yang bermanfaat terhadap sesamanya manusia

Senada dengan itu, maka Rasululllah SAW. selanjutnya bersabda:

   المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده  
Yang disebut Muslim adalah orang yang menyelamatkan orang-orang Muslilm lainnya dari gangguan lidah dan tangannya”
           
Alangkah beruntungnya jika kita semua menjadi manusia-manusia bermanfaat terhadap masyarakat kita sesuai dengan kedudukan kita masing-masing.  Para pemimpin hendaknya menjadi pemimpin yang terbaik terhadap bawahan dan rakyatnya, yang tindak tanduknya dapat dijadikan contoh teladan oleh orang-orang yang di bawahnya.  Para orang tua menjadi orang tua yang baik terhadap anak-anaknya, mampu mendidik dan mengarahkan anak-anaknya ke arah yang sesuai dengan tuntunan agama dan mengawasi mereka dari berbagai penyimpangan moral. Para konglomerat menjadi pedagang yang jujur dan menjadi sumber kemakmuran orang banyak, bukan sumber keresahan;  para karyawan dan pekerja hendaknya menjadi pekerja dan karyawan yang berdisiplin dan tekun.  Para ulama dan cendekiawan hendaknya menjadi ulama dan cendekiawan pewaris para Nabi, yang menuntun umat ke jalan yanng diridhahi Allah SWT.  Pendeknya, mari ita berusaha menjadi manusia yanng bermanfaat, sesuai hadits Nabi yang disebutkan tadi.

Hadirin Jamaah Idul Adhha Yang berbahagia.

            Pada bahagian akhir dari khotbah ini kami ingatkan bahwa sejarah pelaksanaan ibadah kurban adalah bermula dari adanya perintah Allah SWT atas Nabi Ibrahim untuk mengurbankan puteranya, Ismail.  Perintah ini tersebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Shaffat ayat 102 yang berbunyi:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَال َ يَابُنَيّ َ  إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ   افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ(102)
“Maka tatkala anak itu mendekati dewasa bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.  Maka pikirkalanh bagaimana pendapatmu;  Ismail menjawab, hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku menjadi orang-orang sabar”.

Tuhan sama sekali tidak bermaksud membunuh Ismail, sebab Dia sendiri mengharamkan pembunuhan manusia.  Allah semata-mata menguji sampai di mana ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail pada perintah Tuhan.    Ternyata Nabi Ibrahim dan Ismail menerima ujian itu dengan senang hati.  Bahkan Ismail merelakan dirinya dikorbankan demi tegaknya perintah Allah SWT. 

Peristiwa ini mengandung pelajaran bagi generasi muda bangsa kita dalam menjalankan perintah Allah dan mematuhi orang tua. Semangat Islamil itu patut dijadikan motifasi bagi generasi bangsa kita agar memiliki semangat dan kesadaran membela dan menegakkan ajaran-ajaran moral agama, menegakkan tatakrama dan menghargai konstitusi bernegara dan bermasyarakat.  Jangan hendaknya generasi muda kita terperangkap dalam pola kehidupan materialistik, generasi pemabuk, pelanggan narkotik dan obat-obat terlarang (narkoba).  Atau generasi yang menyalahpahami reformasi  dan demokrasi sebagai kebebasan mutlak dari segala aturan, atau menggunakan senjata hak asasi manusia (HAM) untuk mencergah aparat negara menghentikan kebrutalan tindakan  mereka.   Tetapi diharapkan mereka menjadi generasi muda yang taat dan patuh pada ajaran moral agama, peduli pada tegaknya keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi bangsa dan negaranya.   Pendeknya, generasi muda kita harus mampu menjadi generasi yang terbaik bagi bangsa kita dan menjadi generasi yang kuat, generasi yang sehat mental dan jasmani, generasi yang cerdas dan tinggi tanggung jawabnya bagi pembangunan dan persatuan bangsa.

Untuk mencetak generasi yanng sehat jasmani dan rohani, yang punya rasa tanggung jawab bagi pembangunan bangsanya, tidaklah lepas dari tanggung jawab kita semua.  Sejak dari kecilnya putera-putera kita itu harus dilatih dan dibiasakan beragama, diajar membaca Al-Qur’an, dibiasakan melakukan shalat, dididik untuk menaati tatakerama dalam rumah tangga dan dalam kehidupan sosial, dan diawasi agar mereka tidak terpengaruh pada budaya dan pemikiran asing yang negatif.  Dengan kata lain, faktor pendidikan sangat menentukan dalam pembentukan generasi bangsa yahg baik, karena dari sanalah diharapkan lahirnya Islamil-Ismail muda yang cerdas dan bertanggung jawab bagi persatuan dan pembangunan bangsa. 

          Akhirnya mari kita berdoa mendekatkan diri kepada Allah swt. seraya memohon petunjuk dan inayah-Nya semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba-hamba-Nya yang diridhai.

اللهم ربنا امنا بما انزلت واتبعنا الرسول فاكتبنا مع الشاهدين . اللهم ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين.
الهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه . اللهم اصلح لنا ديننا الذي هو عصمة امرنا , واصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا واصلح لنا اخرتنا التي اليها معادنا , واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير  واجعل الموت راحة  لنا من كل شر.
اللهم افتح بيننا وبين قومنا بالحق وانت خير الفاتحين .

Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim,
Kami bersimpuh di hadapan kebesaran dan keagungan-Mu, mengadukan diri kami yang hina berlumur dosa.  Kami sadar jika kami masih sering melanggar larangan-Mu dan mengabaikan perintah-Mu.
Ya Tuhan kami, tidak sedikit di antara kami masih memelihara sifat-sifat yang sesungguhnya sangat jauh dari ajaran Islam.  Kami masih sering merasa benar sendiri, sedang orang lain selalu salah.
Tidak terbilang di anatara kami yang masih selalu berpikir untuk kepentingan diri sendiri lalu mengabaikan kepentingan orang lain.
Tidak jarang di antara kami yang sok suci merasa tidak pernah salah dan karena itu suka menimpakan kesalahan kepada orang lain.
Ya Tuhan, kami khawatir jika hidup ini lebih banyak kami isi dengan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa baik kepada-Mu ya Allah maupun kepada sesama manusia bahkan mungkin kepada sesama makhluk.
Maafkan dosa-dosa kami ya Allah,  sekiranya Engkau tidak memaafkan kami maka sungguh-sunguh kami akan mengalami kesulitan yang yang besar tiada taranya.
Ya Allah maafkanlah dosa ibu-bapak kami.  Rahmati ibu bapak kami,  Berikan tempat yang terhormat kepada mereka di sisi-Mu.

Ya Allah, kami kini mengalami sejumlah krisis yang mendera kehidupan kami.  Sangat banyak hamba-Mu yang hidup menderita tanpa makanan dan minuman yang cukup, tanpa rumah tempat berteduh yang memadai.  Masih banyak hamba-Mu yang menederita luar biasa karena ulah hamba-Mu juga yang lainnya.  Ekploitasi manusia terhadap manusia lainnya masih merupakan hal yang biasa dalam kehidupan kami.  Konflik sosial masih mewarnai kehidupan kami. Perampokan, pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, korupsi, kolusi, nepotisme adalah setumpuk persoalan moralitas yang kami hadapi.  Sesungguhnya diantara kami masih banyak yang suka berbuat aniaya lagi bodoh.

Ya Allah, bukalah pintu hati kami untuk menerima petunjuk-Mu.  Sinari hati dan pikiran kami dengan cahaya petunjuk-Mu.  Ajarilah kami cara terbaik untuk saling menghormati dan saling menyayangi.  Hanya Engkaulah yang dapat menolong kami keluar dari malapetaka kebangkrutan moral yang sedang melanda kehidupan kami.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات , انك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضي الحاجات.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار . ربنا تقبل منا انك انت السميع العليم وتب علينا انك انت التواب الرحيم. والحمد لله رب العالمين .

Semoga berhasil adanya.  Amin   الله أكبر ولله الحمد

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيا ت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.  أقول قولى هذا وأستغفر الله لى ولكم ولسائر المسلمين عامة فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم


الخطبة الثانية
الحمد لله الذى هدانا لهذا وما كنا لنهتدى لو لا ان هدانا الله وصلاة الله وسلامه على رسوله سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين أما بعد فيا عباد الله اوصيكم و نفسى بتقوى الله فقد فاز من اتقى وقد خاب من طغى.
اللهم بارك لنا فى القرآن العظيم واجعلنا من المتقين ومن العائدين والفائزين وصل على رسولك الكريم سيد الآنام والمرسلين وعلىآله وأصحابه أجمعين وعلى عبادك الصالحين فى الأول والآخرين.  اللهم تقبل منا أضحيتنا و  مناسكنا  فإنك أنت خير المقبولين وتب علينا إنك أنت تواب الرحيم.  اللهم إنا نسألك إيمانا كاملا ويقينا صادقا ولسانا ذاكرا ورزقا واسعا وعلما  نافعا وحلالا طيبا وخيرا كثيرا فإنك خير المسئولين ومجيب السائلبن  أللهم آمنا فى أوطاننا وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا وأجعل ولايتنا فى من خافك واتقاك واتبع رضاك يا رب العالمين. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب ومجيب الدعوات يا قاضي الحاجات. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.  سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.  الله أكبر لا إله إلا الله, الله  أكبر, الله أكبر ولله الحمد.  


Drs. Nurman Said, MA
Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin


0 Response to "Khutbah Idul Adha Terabaru, Membina Kebersamaan Sejati dalam Semangat Berkurban"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!