Contoh Makalah Kesehatan (Kebidanan) tentang Dismonerhae

Advertisement



A. Latar Belakang Makalah

Masa remaja atau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun,dan merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa (Dawkins,2006).Masa remaja atau puber adalah suatu tahap dalam perkembangan saat kematangan alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi (Mighwar,2006). Salah satu tanda seorang perempuan memasuki masa remaja adalah terjadinya menstruasi (Ramaiah,2006).Selama perode menstruasi,kaum wanita sering mengalami masalah,karena proses dan siklus menstruasi dapat mengalami pasang surut serta berubah-ubah setiap bulannya.Masalah yang sering timbul dan paling banyak dialami wanita adalah gangguan nyeri menstruasi (Baziad,1992).Dismenorhae adalah nyeri perut bagaian bawah atauapun dippunggung bagaian bawah akaibat dari gerakan rahim yang meremas-remas (kontraksi) dalam usaha untuk mengeluarkan lapisan dinding rahim yang terlepas (Faizah,2000)

Baca Juga Makalah Kesehatan Lainnya:
  1. Contoh Makalah Kebidanan Penanganan Atonia Uteri
  2. Contoh Makalah Kesehatan Tabungan Ibu Bersalin

Dismenorhea adalah Merupakan sakit saat menstruasi sampai mengganggu aktivitas sehari-hari (Manuabah,2001).dimenorhae adalah nyeri saat haid yang terasa di perut bagain bawah dan muncul sebelum,selama atau setelah menstruasi.Nyeri dapat bersifat kolik atau terus-menerus.Dismenorhae timbul akibat kontraksi disritmik lapisan miometrium yang menampilkan satu atau lebih gejala mulai dari nyeri ringan hingga berat pada perut bagian bawah,daerah pantat dan sisi medial paha (Badziad,2003) 

Contoh Makalah Kesehatan (Kebidanan) tentang Dismonerhae

Angka kejadian nyeri haid di dunia sangat besar.Angka kejadian (prevalensi) Nyeri Haid berkisar 45-95% (USA, Nopember 2006).Dismenore banyak dialami oleh para wanita.Di Amerika Serikat diperkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenore, dan 10-15% diantaranya mengalami dismenore berat, yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun (Jurnal Occupation And Environmental Medicine, 2008). Telah diperkirakan bahwa lebih dari 140 juta jam kerja yang hilang setiap tahunnya di Amerika Serikat karena dismenore primer (Schwarz, 1989).

Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64.25 % yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36 % dismenore sekunder (Info sehat, 2008). Di Surabaya di dapatkan 1,07 %-1,31 % dari jumlah penderita dismenore datang kebagian kebidanan (Harunriyanto, 2008). Sumber : http://iqvita.wordpress.com di unggah pada tanggal 26 sepeteber 2012.

Dinas Kesehatan Sul-sel menyebutkan bahwa permasalahan remaja pada saat ini adalah semakin meningkatnya jumlah kejadian dismenorhea pada remaja putri dengan perbandingan dari bulan kebulan berikutnya semakin meningkat. Dilihat dari data Dinas Kesehatan Sul-sel tahun 2009 menyebutkan bahwa penderita dismenorhea pada bulan Mei- juli mengalami peningkatan 82, 177, 261 orang, kemudian pada bulan agustus mengalami penurunan menjdi 170 orang, namun pada bulan september sampai november terus meningkat dari 180, 202, 245 penderita dismenorhea (Dinkes Sul-sel, 2009).

B. Rumusan Masalah Makalah


1. Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi akbid Syekh Yusuf Gowa tentang dismenorhae?
2. Mengetahui gambaran keterampilan mahasiawi akbid Syekh Yusuf Gowa tentang dismenorhae?

C. Tujuan Pembuatan Makalah

1. Tujuan Umum,- Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan keterampilan mahasiswi akbid Syekh Yusuf Gowa tentang dismenorhae

2. Tujuan Khusus

a. Diperolehnya gambaran pengetahuan mahasiswi akbid Syekh Yusuf Gowa tentang dismenorhae.
b. Diperolehnya gambaran keterampilan mahasiswi akbid Syekh Yusuf Gowa tentang dismenorhae

D. Manfaat Penulisan Makalah
1. Manfaat bagi mahasiswi,- Dapat menambah pengetahuan dan keterampilan untuk tindakan pencegahan ataupun mengurangi angka kejadian dismenorhoe.

2. Manfaat untuk pengembangan institusi, -Penelitian ini diharapkan dapat meminimalkan angka kejadian dismenorhae pada mahasiswi akbid Syekh Yusuf Gowa.

3. Manfaat untuk Profesi Kebidanan,- Dapat menjadi bahan acuan bagi pengembangan profesi kebidanan, khususnya di bidang ilmu pelayanan kebidanan maternitas dan komunitas dalam penanganan kejadian dismenorhoe.

4. Manfaat bagi penelitian selanjutnya,- Dapat menjadi data awal untuk penelitian berikutnya yang berhubungan dengan penelitian ini.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengetahuan

a. Pengertian

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan, melalui panca indra. Pengetahuan merupakan domain yang penting akan terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2007). Pengetahuan diperoleh dari informasi baik secara lisan ataupun tertulis dari pengalaman seseorang. Pengetahuan diperoleh dari fakta atau kenyataan dengan mendengar radio, melihat televisi, dan sebagainya. Serta dapat diperoleh dari pengalaman berdasarkan pemikiran kritis (Soekanto, 2002). Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Dengan kata lain pengetahuan mempunyai pengaruh sebagai motivasi awal bagi seseorang dalam berperilaku. Namun perlu diperhatikan bahwa perubahan pengetahuan tidak selalu menyebabkan perubahan perilaku, walaupun hubungan positif antara variabel pengetahuan dan variabel perilaku telah banyak diperlihatkan. Untuk mengukur tingkat pengetahuan terdiri dari enam peringkat:

1) Tahu (know),- Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya atau rangsangan yang telah diterima (Notoatmodjo, 2007). Dalam tingkatan ini, tekanan utama pada pengenalan kembali fakta, prinsip, aturan, atau strategi penyelesaian masalah. Beberapa kata kerja yang dipakai untuk mengukur kemampuan tingkat tahu (know) antara lain: atur; kutip; urutkan; tetapkan; daftar; ingat-ingat; gambarkan; cocokkan; kenali; perkenalkan; sebutkan; hubungkan; beri nama; garis bawahi; nyatakan; ulangi; reproduksi; tabulasi; pilih (Shirran, 2008).

2) Memahami (comprehension),- Memahami diartikan sebagai kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar (Notoatmodjo, 2007). Dalam tingakatan pengetahuan ini, seseorang telah dapat menafsirkan fakta, menyatakan kembali apa yang ia lihat, menerjemahkan menjadi satu konteks baru, menarik kesimpulan dan melihat konsekuensi. Beberapa kata kerja yang dipakai untuk mengukur tingkat pemahaman seseorang antara lain: perbaiki; pertahankan; uraikan; klasifikasi; cari ciri khasnya; jelaskan; pertajam; bedakan; perluas; ubah; berikan; generalisir; diskusikan; simpulkan; ringkas; laporkan; prediksikan; perkirakan; identifikasi; nyatakan kembali (Shirran, 2008).

3) Aplikasi (aplication),- Aplikasi penggunaan hukum-hukum atau rumus, metode,prinsip dan lain sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain (Notoatmodjo, 2007). Beberapa kata kerja yang digunakan untuk mengukur tingkat aplikasi seseorang adalah: terapkan; demonstrasikan; siapkan; perhitungkan; buat eksperimen; temukan; pilih; buat; kaitkan; klasifikasikan; upayakan; selesaikan; kembangkan; ambil contoh; pindahkan; gambarkan; atur; pakai; tunjukkan; manfaatkan; hasilkan; tafsirkan (Shirran, 2008).

4) Analisis (analysis),- Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau objek ke dalam komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. Seseorang mampu mengenali kesalahan-kesalahan logis, menunjukkan kontradiksi atau membedakan di antara fakta, pendapat, hipotesis, asumsi dan simpulan serta mampu menggambarkan hubungan antar ide (Notoatmodjo, 2007). Beberapa kata kerja yang digunakan dalam pengukuran tingkat analisis antara lain: analisis; garis bawahi; bedakan; tunjukkan; rincikan; asosiasikan; gambarkan; bedakan; pisahkan; buat diagram; simpulkan; tegaskan; bedakan; hubungkan; kurangi dan bandingkan (Shirran, 2008).

5) Sintesis (synthesis),- Sintesis merupakan suatu kemampuan untuk meletakkanatau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentukkeseluruhan yang baru dan koheren. Manusia mampu menyusun formulasi baru (Notoatmodjo, 2007). Beberapa kata kerja yang digunakan dalam mengukur tingkat sintesis adalah: kategorikan; susun; bangun; sintesiskan; desain; integrasikan; temukan; hipotesiskan; prediksikan; hadapkan; integrasikan; susun; kumpulkan; kombinasikan; ciptakan; rencanakan; perluas; formulasikan; hasilkan; rencanakan; teorisasikan (Shirran, 2008).

6) Evaluasi (evaluation),- Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek dan didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau dengan ketentuan yang sudah ada sehingga, mampu menyatakan alasan untuk pertimbangan tersebut (Notoatmodjo, 2007). Beberapa kata kerja yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan tingkat evaluasi seseorang adalah: taksir; pertahankan; dukung; pertimbangkan; kritik; kurangi; kontraskan;beri komentar; beri alasan; bandingkan; evaluasi; verifikasi; nilai; putuskan dan validasikan (Shirran, 2008).

b. Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

1) Pendidikan,- Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakanseseorang melalui upaya pengajaran dan pelatihan baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Makin tinggi pendidikan, makin mudah seseorang menerima pengetahuan (Meliono Irmayanti, 2007). Tingkat pendidikan juga mempengaruhi persepsi seseorang untuk lebih menerima ide-ide dan teknologi baru (SDKI, 1997).Pendidikan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang. Karena dapat membuat seseorang untuk lebih mudah mengambil keputusan dan bertindak.

2) Usia,- Semakin banyak usia seseorang maka semakin bijaksana dan banyak pengalaman/ hal yang telah dijumpai dan dikerjakan untuk memiliki pengetahuan. Dengan pengetahuan tersebut dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah dan etik yang bertolak dari masalah nyata (Meliono Irmayanti, 2007).

3) Sumber informasi,- Seseorang yang mempunyai sumber informasi lebih banyak akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas (Soekanto, 2002). Informasi yang diperoleh dari beberapa sumber akan mengetahui tingkat pengetahuan seseorang. Bila seseorang banyak memperoleh informasi maka ia cenderung memiliki pengetahuan yang lebih luas (Meliono Irmayanti, 2007).

c. Sumber Pengetahuan

Berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pengetahuan. Upaya-upaya serta cara-caratersebut yang dipergunakan dalam memperoleh pengetahuan yaitu:

1) Orang yang Memiliki Otoritas,- Salah satu upaya seseorang mendapatkan pengetahuan yaitu dengan bertanya pada orang yang memiliki otoritas atau yang dianggapnya lebih tahu. Pada zaman moderen ini, orang yang ditempatkan memiliki otoritas, misalnya dengan pengakuan melalui gelar, termasuk juga dalam hal ini misalnya, hasil publikasi resmi mengenai kesaksian otoritas tersebut, sepertibuku-buku atau publikasi resmi pengetahuan lainnya.

2) Indra,- Indra adalah peralatan pada diri manusia sebagai salah satu sumber internal pengetahuan. Dalam filsafat sciencemodern menyatakan bahwa pengetahuan pada dasarnya adalah dan hanyalah pengalaman-pengalaman konkrit kita yang terbentuk karena persepsi indra, seperti persepsi penglihatan, pendengaran,  perabaan, penciuman dan pencicipan dengan lidah.

3) Akal,- Dalam kenyataannya ada pengetahuan tertentu yang bisa dibangun oleh manusia tanpa harus atau tidak bisa mempersepsinya dengan indra terlebih dahulu. Pengetahuan apat diketahui dengan pasti dan dengan sendirinya karenapotensi akal.

4) Intuisi,- Salah satu sumber pengetahuan yang mungkin adalah intuisi atau pemahaman yang langsung tentang pengetahuan yang tidak merupakan hasil pemikiran yang sadar atau persepsi rasa yang langsung. Intuisi dapat berarti kesadaran tentang data-data yang langsung dirasakan. (Muliadi N, 2008)

2. Dismenorea

a. Pengertian Dismenorea

1) Dismenorea atau nyeri haid merupakan gejala, bukan penyakit. Gejalanya terasa nyeri di perut bagian bawah. Pada kasus dismenorea berat, nyeri terasa sampai seputaran panggul dan sisi dalam paha. Nyeri terutama pada hari pertama dan kedua menstruasi. Nyeri akan berkurang setelah keluar darah menstruasi  yang cukup banyak (Manuaba, 1999).

2) Dismenorea adalah nyeri saat haid yang terasa di perut bagian bawah dan muncul sebelum, selama atau setelah menstruasi. Nyeri dapat bersifat kolik atau terus menerus. Dismenoreatimbul akibat kontraksi disritmik lapisan miometrium yang menampilkan satu atau lebih gejala mulai dari nyeri ringan hingga berat pada perut bagian bawah, daerah pantat dan sisi medial paha (Badziad, 2003).

3) Dismenorea atau nyeri haid adalah gejala-gejala ginekologik yang paling sering dijumpai. Bahkan wanita-wanita dengandismenorea cenderung untuk mendapat nyeri haid rekurens secaraperiodik yang menyebabkan pasien mencari pengobatan darurat (Greenspan, Baxter, 2000).

b. Jenis Dismenorea

1) Dismenorea Spasmodik,- Dismenorea spasmodik yaitu nyeri yang dirasakan dibagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid atau segera setelah masa haid mulai. Beberapa wanita yang mengalami dismenorea spasmodik merasa sangat mual, muntah bahkan pingsan. Kebanyakan yang menderita dismenorea jenis ini adalah wanita muda, akan tetapi dijumpai pula kalangan wanita berusia di atas 40 tahun yang mengalaminya (Mansjoer, 2001).

2) Dismenorea Kongestif,- Dismenorea kongestif yaitu nyeri haid yang dirasakan sejak beberapa hari sebelum datangnya haid. Gejala ini disertai sakit pada buah dada, perut kembung, sakit kepala, sakit punggung, mudah tersinggung, gangguan tidur dan muncul memar di paha dan lengan atas. Gejala tersebut berlangsung antara duaatau tiga hari sampai kurang dari dua minggu sebelum datangnya menstruasi.

Berdasarkan ada tidaknya penyebab yang dapat diamati, dismenorea dapat dibagi menjadi:

1) Dismenorea Primer,- Dismenorea primer yaitu nyeri haid yang timbul tanpa ada sebab yang dapat diketahui. Dismenorea primer terjadi sejak usia pertama kali datangnya haid yang disebabkan oleh faktor intrisik uterus dan berhubungan erat dengan ketidak seimbangan hormon steroid seks ovarium, yaitu karena produksi hormon prostaglandin yang berlebih pada fase sekresi yang menyebabkan perangsangan pada otot-otot polos endometrium (Badziad, 2003).

2) Dismenorea sekunder,- Dismenorea sekunder terjadi karena adanya kelainan pada organ genetalia dalam rongga pelvis. Dismenorea inidisebut juga sebagai dismenorea organik, dapatan (akuisita) atauekstrik. Kelainan ini dapat timbul setiap saat dalam perjalanan hidup wanita, contohnya pada wanita dengan endometriosis atau penyakit peradangan pelvik, penggunaan alat kontrasepsi yangdipasang dalam rahim, dan tumor atau polip yang berada di dalam rahim. Nyeri terasa dua hari atau lebih sebelum menstruasidan nyeri semakin bertambah hebat pada akhir menstruasi (Llewellyn, 2001).

c. Derajat dismenorea,- Setiap menstruasi menyebabkan rasa nyeri, terutama pada awal menstruasi namun dengan kadar nyeri yang berbeda-beda.

Dismenorea secara siklik dibagi menjadi tiga tingkat keparahan, yaitu:

1) Dismenorea ringan,- Dismenorea yang berlangsung beberapa saat dan klien masih dapat melaksankan aktifitas sehari-hari.

2) Dismenorea sedang,- Dismenorea ini membuat klien memerlukan obat penghilang rasa nyeri dan kondisi penderita masih dapat beraktivitas.

3) Dismenorea berat,- Dismenorea berat membuat klien memerlukan istirahat beberapa hari dan dapat disertai sakit kepala, migrain, pingsan, diare, rasa tertekan, mual dan sakit perut.(Manuaba, 1999).

d. Faktor Penyebab Dismenorea
Terdapat beberapa hal yang menjadi faktor penyebabdismenorea primer, antara lain:

1) Faktor kejiwaan,- Dismenorea primer banyak dialami oleh remaja yang sedang mengalami tahap pertumbuhan dan perkembanganbaik fisik maupun psikis. Ketidak siapan remaja putri dalam menghadapi perkembangan dan pertumbuhan pada dirinya tersebut, mengakibatkan gangguan psikis yang akhirnya menyebabkan gangguan fisiknya misalnya gangguan haid seperti dismenorea (Hurlock, 2007). Di dunia kedokteran nyeri merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang bertujuan untuk memberikan peringatan akan adanya penyakit, luka atau kerusakan jaringan.Sehingga

terjadinya pelepasan zat-zat kimia seperti histamin, serotonim, bradikadin, dan prostaglandin. Selain itu nyeri juga didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan. Dari pengertian nyeri tersebut terlihat betapa pentingnya faktor psikis. Pada umumnya gangguan nyeri juga merupakan penderitaan batin yang diutarakan dalam suatu jenis penderitaanfisik, gangguan ini sering disebut gangguan sensorik non-organik. Gangguan sensorik non-organik berlokasi di organ genetalia. Berdasarkan penjelasan di atas maka dismenorea primer atau nyeri haid juga dapat di masukkan sebagai gangguan sensorik non-organik (Mujaddid, 2006). Kesiapan anak dalam menghadapi masa puber sangat diperlukan. Anak harus mengerti tentang dasar perubahan yang terjadi pada dirinya dan anak-anak sebayanya. Secara psikologis anak perlu dipersiapkan mengenai perubahan fisik dan psikologisnya. Apabila hal tersebut tidak dilakukanmaka anak tidak siap sehingga pengalaman akan perubahan tersebut dapat menjadi pengalaman traumatis (Hurlock, 2007). Pengalaman tidak menyenangkan pada seorang gadis terhadap peristiwa menstruasinya menimbulkan beberapa tingkah laku patologis. Pada umumnya mereka akan diliputi kecemasan sebagai bentuk penolakan pada fungsi fisik dan psikisnya. Apabila keadaan ini terus berlanjut, maka mengakibatkan gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi yang banyak dialamiadalah kesakitan pada saat menstruasi yang bersifat khas, yaitu nyeri haid atau dismenorea (Kartono K, 2006).

2) Faktor konstitusi,- Faktor konstitusi erat hubungannya dengan faktor kejiwaan sebagai penyebab timbulnya keluhan dismenorea primer, karena faktor ini menurunkan ketahanan seseorang terhadap rasa nyeri. Faktor ini seperti:

a) Anemia,- Anemia adalah defisiensi eritrosit atau hemoglobin atau dapat keduanya hingga menyebabkan kemampuan mengangkut oksigen berkurang. Sebagian besar penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan

hemoglobin, sehingga disebut anemia kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi ini dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan baik sel tubuh maupun selotak dan dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang, termasuk daya tahan tubuh terhadap rasa nyeri.

b) Penyakit menahun,- Penyakit menahun yang diderita seorang wanita akan menyebabkan tubuh kehilangan terhadap suatu penyakit atau terhadap rasa nyeri. Penyakit yang termasuk penyakit menahun dalam hal ini adalah asma dan migraine (Wiknjosastro, 1999).

3) Faktor obstruksi kanalis servikalis,- Salah satu teori yang paling tua untuk menerangkan terjadinya dismenorea primer adalah stenosis kanalis servikalis.Pada wanita dengan uterus hiperantefleksi mungkin dapat terjadi stenosis kanalis servikalis. Akan tetapi hal ini sekarang tidak dianggap sebagai penyebab dismenorea. Banyak wanita menderita dismenorea hanya karena mengalami stenosis kanalis servikalis tanpa hiperantefleksi posisi uterus. Sebaliknya terdapat wanita tanpa keluhan dismenorea walaupun ada stenosis kanalis servikalis dan uterus terletak hiperantefleksi (Wiknjosastro, 1999).

4) Faktor endokrin,- Pada umumnya ada anggapan bahwa kejang yang terjadi pada dismenorea primer karena kontraksi uterus yangberlebihan. Faktor endokrin erat hubungannya dengan keadaan tersebut. Dari hasil penelitian Novak dan Reinolds, hormon estrogen merangsang kontraktibilitas sedangkan hormon progesteron menghambatnya. Penjelasan lain dikemukakan oleh Clitheroe dan Piteles, bahwa ketika endometrium dalam fase sekresi akan memproduksi hormon prostaglandin yang menyebabkan kontraksi otot polos. Jika hormon prostaglandin yang diproduksi banyak dan dilepaskan di peredaran darah, maka selain mengakibatkan dismenorea juga menyebabkan keluhan lain seperti vomitus, nousea dan diarhea (Carey, 2001).

5) Faktor pengetahuan,- Dalam beberapa penelitian juga disebutkan bahwa dismenorea yang timbul pada remaja putri merupakan dampak dari kurang pengetahuannya mereka tentang dismenorea. Terlebih jika mereka tidak mendapatkan informasi tersebut sejak dini. Mereka yang memiliki informasi kurang menganggap bahwa keadaan itu sebagai permasalahan yang dapat menyulitkan mereka.Mereka tidak siap dalam menghadapi menstruasi dan segala hal yang akan dialami oleh remaja putri. Akhirnya kecemasan melanda mereka dan mengakibatkan penurunan terhadap ambang nyeri yang pada akhirnya membuat nyeri haid menjadi lebih berat. Penanganan yang kurang tepat membuat remaja putri selalu mengalaminya setiap siklus menstruasinya (Kartono K, 2006).

3. Keterampilan (Penanganan)

a. Penanganan,- Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menanganidismenorea sehingga menurunkan angka kejadia dismenorea dan mencegah keadaan dismenorea tidak bertambah berat, diantaranya:

1) Penerangan dan nasihat,- Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa dismenorea primer adalah gangguan siklus menstruasi yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Hendaknya dalam masalah ini diadakan penjelasan dan diskusi mengenai informasi dismenorea, penanggulangan yang tepat serta pencegahan agar dismenorea tidak mengarah pada tingkat yang sedang bahkan ke tingkat berat. Penerangan tentang pemenuhan nutrisi yang baik perlu diberikan, karenadengan pemenuhan nutrisi yang baik maka status gizi remajamenjadi baik. Dengan status gizi yang baik tersebut maka ketahanan tubuh meningkat dan ganggauan menstruasi dapat dicegah. Nasehat menegenai makan bergizi, istirahat dan olah raga cukup dapat berguna dan terkadang juga diperlukan psikoterapi.

2) Pemberian obat analgesik,- Obat analgesik yang sering digunakan adalah preparat kombinasi aspirin, fenastin dan kafein. Contoh obat paten yang beredar dipasaran anatara lain ponstan, novalgin, acetaminophen dsb.

3) Pola hidup sehat,- Penerapan pola hidup sehat dapat membantu dalam upaya menangani ganggauan menstruasi, khususnya dismenorea. Yang termasuk dalam pola hidup sehat adalah olah raga cukup dan teratur, mempertahankan diit seimbang seperti peningkatan pemenuhan sumber nutrisi yang beragam.

4) Terapi Hormonal,- Tujuan terapi hormonal ialah menekan ovulasi. Tindakan ini hanya bersifat sementara dengan maksud untuk membuktikan bahwa gangguan benar berupa dismenorea primer, sehingga wanita dapat tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuanini dapat dicapai dengan pemberian pil kombinasi dalam kontrasepsi (Wiknjosastro, 1999).

5) Terapi dengan obat nonsteroid antiprostaglandin,- Obat ini memegang peranan penting terhadap dismenorea primer. Termasuk di sini indometasin, ibu profen dan naproksen. Kurang lebih 70% penderita mengalami perbaikan. Hendaknya pengobatan diberikan sebelum haid mulai, satu sampai tiga hari sebelum haid dan pada hari pertama haid (Wiknjosastro, 1999).Selain menurut Taruna (2003) beberapa cara di atas,ada cara pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangirasa nyeri haid yaitu:

1) Ketika nyeri haid datang, lakukan pengompresan menggunakan air hangat di perut bagian bawah karena dapat membantu merilekskan otot-otot dan sistem saraf .

2) Meningkatkan taraf kesehatan untuk daya tahan tubuh, misal melakukan olah raga cukup dan teratur serta menyediakan waktu yang cukup untuk beristirahat. Olah raga yang cukup dan teratur dapat meningkatkan kadar hormon endorfin yang berperan sebagai natural pain killer. Penyediaan waktu dapat membuat tubuh tidak terlalu rentan terhadap nyeri.

3) Apabila nyeri haid cukup mengganggu aktivitas maka dapat diberikan obat analgetik yang bebas dijual di masyarakat tanpa resep dokter, namun harus tetap memperhatikan efek samping terhadap lambung.

4) Apabila dismenorea sangat mengganggu aktivitas ataujika nyeri haid muncul secara tiba-tiba saat usia dewasa dan sebelumnya tidak pernah merasakannya, maka periksakan kondisi Anda untuk mendapatkan pertolongan segera, terlebih jika dismenorea yang dirasakan mengarah ke dismenorea sekunder.

Menurut Akatri S (1996), nyeri haid dapat diatasi dengan:

1) Melakukan posisi knee chest, yaitu menelungkupkan badan di tempat yang datar. Lutut ditekuk dan di dekatkan ke dada.
2) Mandi dengan air hangat.
3) Istirahat cukup untuk mengurangi ketegangan.
4) Mengurangi konsumsi harian pada makanan dan minumanyang mengandung kafein yang dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah.
5) Menghindari makanan yang mengandung kadar garam tinggi.
6) Meningkatkan konsumsi sayur, buah, daging dan ikan sebagai sumber makanan yang mengandung vitamin B6.

Telah Dipresentasikan Di Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Oleh Siti Hardianti dengan Judul Contoh Makalah Kesehatan (Kebidanan) tentang Dismonerhae. Salam Admin


0 Response to "Contoh Makalah Kesehatan (Kebidanan) tentang Dismonerhae"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!