Pengertian Remaja Menurut Beberapa Ahli

Advertisement


Definisi remaja - Remaja sebagai salah satu proses pendewasaan yang merupakan awal dalam mengenal dan mengerti serta menyelami proses kedewasaan. Yang pada akhirnya tidak sedikit saat ini   khususnya remaja wanita yang menjalani pernikahan hanya karena tuntutan orang tua atau bahkan akibat pergaulan yang terlampau bebas yang mengakibatkan remaja wanita harus hamil pada masa sebelum saatnya dan mengharuskan ia mengerti tentang arti dari pernikahan.

Dari segi mental, emosi remaja belum stabil. Kestabilan emosi umumnya terjadi antara usia 24 tahun karena pada saat itulah orang mulai memasuki usia dewasa. Usia 20 - 40 tahun dikatakan sebagai usia dewasa muda. Pada masa ini biasanya mulai timbul transisi dari gejolak remaja ke masa dewasa yang lebih stabil. Maka jika pernikahan dilakukan dibawah usia 20 (dua puluh) tahun secara emosi remaja masih ingin berpetualang menemukan jati dirinya (Gemari, 2002).

Pengertian Remaja menurut WHO

Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. WHO memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria yaitu biologis, psikologis, dan sosial ekonomi. Remaja adalah suatu masa ketika:

a)  Individu  berkembang  di  saat  pertama  kali  ia  menunjukan  tanda–tanda seksual sekunder sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
b)  Individu   mengalami   perkembangan   psikologis   dan   pola   identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
c)  Terjadi   peralihan   dari   ketergantungan   sosial   ekonomi   yang   penuh kepada keadaan relatif lebih mandiri.

Pengertian Remaja dalam Bahasa latin 

Istilah Adolescen (Remaja) berasal dari bahas latin adalascare yang berarti “bertumbuh” sepanjang fase perkembangan ini, sejumlah masalah fisik, sosial dan psikologis bergabung untuk menciptakan karasteristik, perilaku dan kebutuhan yang unik.

Pengertian Remaja Menurut Beberapa Ahli
Pandangan ini didukung oleh Piaget (Hurlock, 1991) yang mengatakan bahwa secara psikologis remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar.

Pengertian remaja Menurut Monks

Remaja sebenarnya tidak memiliki tempat yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk  golongan anak-anak,  tetapi  belum  juga dapat  diterima secara penuh untuk masuk ke golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Oleh karena itu remaja seringkali dikenal dengan fase “mencari jati diri” atau fase “topan dan badai”. Remaja masih belum mampu menguasai dan memfungsikan  secara  maksimal  fungsi  fisik  maupun  psikisnya.  Namun  fase remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada masa amat potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosi maupun fisik (Monks dkk; 1989).

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan masa remaja merupakan masa dimana individu mengalami transisi perkembangan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik, usia dimana individu mulai berhubungan dengan masyarakat, dan telah mengalami perkembangan tanda-tanda seksual, pola psikologis, dan menjadi lebih mandiri.

Batasan Usia Remaja Mappiare

Masa remaja, menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12 atau 13 tahun sampai dengan 17 atau 18 tahun adalah masa remaja awal dan usia 17 atau 18 sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah masa remaja akhir.

Batasan Usia Remaja Menurut WHO

Batasan remaja menurut WHO (Dalam Sarwono, 2003) lebih konseptual. Dalam definisi ini dikemukakan 3 kriteria  yaitu biologi, psikologi, dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut berbunyi sebagai berikut: Remaja adalah suatu masa dimana:

1. Individu berkembang dari saat pertama kali menunjukkan tanda-tanda   seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.

2. Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identitas dari kanak–kanak menjadi dewasa.

3.  Terjadi  peralihan  dari  ketergantungan  sosial-ekonomi  yang  penuh  kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.

WHO menetapkan atas usia 10 - 20 tahun sebagai batasan usia remaja dan membagi kurun usia tersebut dalam dua bagian yaitu: Remaja awal 10 - 14 tahun dan remaja akhir 15 - 20 tahun. Pedoman umur remaja di Indonesia menggunakan batasan usia 11 - 24 tahun dan belum menikah.

Batasan Usia Remaja Menurut Deswita

Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 - 15 tahun = masa remaja awal, 15 - 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 - 21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 - 12 tahun, masa remaja awal 12 - 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 - 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 - 21 tahun (Deswita, 2006, 192).