Pengertian Shalat Jum’at dan Dasar Hukumnya

Advertisement
Pengertian Shalat Jum’at dan Dasar Hukumnya - Sebelum penulis memasuki pada bahasan pengertian shalat jum’at penulis akan mengemukakan arti dari shalat. Shalat menurut bahasa (etimologi) adalah doa.1 Seperti dalam firman Allah: Artinya: “Berdo’alah untuk mereka sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentuan bagi jiwa mereka “.(QS: At-Taubah: 103).2

Sedangkan arti sholat menurut syara' (terminologi) adalah: Beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.3Adapun arti shalat yang melengkapi bentuk hakikat dan jiwa shalat adalah berharap hati (jiwa) kepada Allah SWT yang mendatangkan rasa takut, serta menumbuhkan rasa kebesaran-Nya dan kekuasaan-Nya dengan khusu’ dan ikhlas di dalam beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.4 

Sedangkan pengertian shalat jum’at menurut etimologi adalah sebagaimana yang telah dikemukan oleh Syekh Muhammad al Syarbini al-Khatib dalam kitab al-Iqna’ sebagai berikut: Artinya: Shalat Jum’at dengan dibaca domah, sukun, fatah dan kasroh, mimnya, secara etimologi adalah mengumpulkan, kata jama’ahu diambil dari kata jama’a yang artinya berkumpul. Sedangkan pengertian shalat jum’at menurut para fuqaha adalah shalat dua rakaat, yang dilakukan dengan berjamaah, dilaksanakan pada waktu zhuhur pada setiap hari jum’at.6

Pengertian Shalat Jum’at dan Dasar Hukumnya 02

Adapun sebab shalat jum’at dinamakan shalat jum’at T. M. Hasbi Ash Shidiqy ialah karena shalat ini dilakukan pada hari jum’at.7 Ulama' fiqh sepakat menyatakan bahwa shalat jum’at hukumnya fardhu ain (kewajiban bagi setiap pribadi Muslim) dan orang yang mengingkarinya dianggap kafir, karena keberadaan shalat jumat telah ditetapkan berdasarkan dalil qot'i (pasti) dan shalat jum’at merupakan kewajiban tersendiri dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, shalat jum’at tidak bisa dilaksanakan dengan niat shalat dzuhur.

Shalat Jum’at telah difardhukan seperti halnya shalat-shalat maktubah yang lain. Dasar shalat jum’at tertera dalam surat al-Jumu'ah ayat 9; Artinya: Wahai orang-orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli yang demikian itu lebih baik jika kamu mengetahuinya. (QS: Al jumu'ah: 9).8

Dalam ayat ini, Allah SWT menggunakan lafad Amr (perintah) yaitu untuk segera menunaikan shalat jum’at. Lafad perintah dalam usul fiqh menunjukkan kepada hukum wajib. Hal ini diperkuat lagi dengan larangan Allah SWT untuk melakukan aktivitas apapun jika waktu shalat Jum’at sudah masuk, seperti segeralah meninggalkan jual beli sebagaimana tercantum dalam ayat tersebut.

Sedangkan dalil tentang kefardhuan shalat Jum’at yaitu: Dari Toriq bin Shihab dari Nabi SAW bersabda: shalat Jum’at hak yang wajib atas tiap-tiap Muslim di dalam berjamaah kecuali empat macam yaitu hambaang dimiliki wanita, anak-anak dan orang sakit. (HR. Abu Dawud.)9

Dalam hadits lain diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Abu Hurairah:  Artinya: Dari Abu Hurairah berkata, telah bersabda Rasulullah SAW ketahuilah olehmu, apakah boleh jadi seseorang diantaramu membawa sekumpulan kambingnya ke tempat yang jauh kira-kira satu mil atau dua mil, lalu sukar memperoleh rumput, maka ia terus berjalan dan datanglah waktu shalat jum’at, maka dia tidak menghadirinya, dan datanglah waktu shalat jum’at lagi, kemudian tidak menghadirinya lagi, dan datanglah waktu shalat jumat lagi kemudian dia tidak menghadiri nya hingga ditutuplah mata hatinya. ( HR. Ibn Majjah)10

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abdullah: Dari Ibnu Mas’ud, sesungguhnya nabi SAW telah bersabda kepada kaum yang telah meninggalkan sholat Jum’at, sesungguhnya saya berniat menyuruh seseorang menjadi imam bagi orang-orang yang berjamaah, lalu saya pergi membakar rumah-rumah orang yang meninggalkan shalat Jum’'at. (HR. Ahmad dan Muslim).11

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim: Sesungguhnya Abdullah bin Umar dan Abu Harairah r.a. bahwasanya mereka berdua pernah mendengar Rasulallah SAW bersabda di atas kayu-kayu mimbarnya, hendaklah orang-orang itu menghentikan perbuatan mereka meninggalkan shalat jum’at atau pasti Allah akan menutup mata hati mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang lalai. (HR. Muslim).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Turmudzi: Artinya: Dari Abi al Ja'di ad-Damry berkata: Rasulullah SAW bersabda; barang siapa meninggalkan Jum’at tiga kali berturut-turut karena memudah-mudahkannya, maka Allah akan menutup mata hatinya. (HR: Al-Tirmizi).

Catatan Kaki

1 Taqyu al-Din, Kifayatul Akhyar, Juz. I, Semarang : CV Toha Putra, t.th., lm. 82.
2 Departemen Agama RI. Al-Qur'an dan Terjemahnya, Semarang : PT. Kumudasmoron Grafindo, 1994, hlm. 298.
3 Ahmad Ibnu Al-Hakim Asy-Syahr Abi Syuja', Fathul Qarib al-Mujib, Semarang : CV Toha Putra, t.th, hlm. 11.
4 Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Pedoman Shalat, Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, Ed. Ke-2 cet. ke 4, 2000, him. 64.
5 Muhammad AI-Syarbini Al-Khatib, Al-Iqna, Juz. I, Darul Ilya' al-kutub al-Arabiyah, t.th., him. 152.
6 Abdurrahman al Jaziri, Kitab al-Fiqh Ala al-Mazahib al-Arba'ah, juz I, Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, 1990, him. 341.
7 Muhammad Hasbi Ash Shidieqi, op. cit., hlm. 399. 
8 Departemen Agama RI, op. cit., him. 933
9 Abi Dawud Sulaiman Ibn Al-As'as, Sunan Abi Dawud, Juz I, Dimasqy : Darul Fikr, t.th., hlm. 280 
10 Abi Abdillah Muhammad Ibn Yazid Al-Qazwini Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, Juz I, Darul Fikr, t.th., hlm. 357
11 Muhammad Hamidy, et. Al., Terjemah Nailul Authar, Jilid II, Surabaya : PT. Bina Ilmu, 1991, hlm. 901


0 Response to " Pengertian Shalat Jum’at dan Dasar Hukumnya"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!