Pentingnya Pendidikan pra kelahiran (Janin) dalam Islam

Advertisement
Pentingnya Pendidikan pra kelahiran (Janin) dalam Islam - Pendidikan anak dalam kandungan merupakan hasil dari proses sistematis yang merupakan rangkaian langkah, metode dan materi yang dipakai oleh orang tuanya dalam melakukan pendidikan (stimulasi- edukatif) dan orientasi serta tujuan arahan dan didikan.

Pendidikan pra kelahiran ini merupakan investasi (dasar) bagi pendidikan anak selanjutnya. Untuk itu, seorang ibu harus memperhatikan kondisi diri sekaligus janin yang dikandungnya.

Penelitian yang dilakukan oleh F. Rene Van de Carr di Thailand membuktikan bahwa bayi yang diberi stimulasi pra lahir cepat mahir bicara, menirukan suara, tersenyum secara spontan, mampu menoleh ke arah suara orang tuanya, lebih tanggap terhadap musik serta mampu mengembangkan pola sosial yang lebih baik saat ia dewasa.
 
Hal ini didukung pula bahwa kondisi (fisik dan psikis) ibu yang akan selalu berpengaruh pada janin. Bahkan Mansur menyatakan seorang wanita yang sabar, setia dan takwa serta ikhlas menerima kehadiran anak akan melahirkan manusia yang baik; disamping itu, faktor genetik juga menentukan baik buruknya perkembangan janin karena genetik akan menurunkan sifat-sifat pembawaan.
 
Pentingnya Pendidikan pra kelahiran (Janin) dalam Islam

Beberapa penelitian membuktikan bahwa kondisi fisik dan psikis ibu yang terlalu lemah akan menghambat pertumbuhan janin. FJ. Monks menyatakan bahwa kegoncangan psikis selama dua bulan pertama dapat menyebabkan gangguan sentral pada bayi yang disebut down syndrome.

Dengan demikian nampak bahwa kondisi orang tua terutama ibu dan lingkungan di sekitar kehidupan janin berpengaruh terhadap perkembangan janin bahkan secara tidak langsung membentuk karakter anak.

Faktor–faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Janin
Suharsono mengklasifikasikan aspek-aspek dasar yang sangat mempengaruhi perkembangan janin serta setelah anak lahir kelak. Pertama, aspek fisik dan material yakni segala sesuatu yang berkenaan dengan menjaga kesehatan fisik, makanan dan gizi, pengadaan finansial serta sarana material lainnya.

Kedua, aspek moral yakni moralitas orang tua terutama ibu yang sangat menentukan bagi upaya pembentukan moralitas bayi. Ketiga, aspek intelektual ibu (sense of intellectuality) seperti meningkatkan minat dan semangat mencari ilmu. Keempat aspek spiritual yakni dimensi spiritual seperti ibadah shalat yang dilakukan ibu. Sedangkan menurut Mansur, faktor yang dapat mempengaruhi pendidikan anak dalam kandungan adalah faktor pendidikan dan keagamaan kedua orang tua terutama ibu serta faktor lingkungan.

Baihaqi menyebut beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai materi pendidikan bagi anak pra lahir. Diantaranya shalat, membaca al- Quran, akidah tauhid, akhlak, ilmu pengetahuan dan doa-doa. Maka dapat dipahami bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan janin mencakup faktor internal (kualitas orang tua) dan eksternal (lingkungan). Adapun faktor internal ini diwujudkan dengan penjagaan diri (kondisi fisik dan psikis ibu) dengan semakin memegang teguh dan melaksanakan ajaran agama. Sedangkan faktor eksternal diwujudkan dengan penjagaan lingkungan yang kondusif yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan kesehatan (fisik dan psikis) janin seperti penciptaan suasana yang religius dan tenang.

Metode Pendidikan Bagi Janin dalam Islam

Sebuah kandungan (kehamilan) merupakan lembaga pendidikan pertama manusia. Oleh karena itu, ibu sebagai lembaga pendidikan pertama harus menjaga kemurnian tauhid dengan melaksanakan nilai- nilainya dalam kehidupannya, hal ini sebagai cerminan bagi anak integritas eksekutif muslim yang bertauhid tinggi; yang dapat membentuk figur anak yang religius. Adapun bentuk paling dini pendidikan janin dapat dilakukan melalui komunikasi ibu dengan janin.

Pembentukan janin ini akan dipengaruhi oleh situasi emosional ibu. Pembentukan fisik dan akhlak seorang anak yang baru dilahirkan akan dipengaruhi oleh faktor-faktor negatif dan positif lingkungannya.

Maka metode pendidikan akhlak bagi janin mencakup metode langsung dan tak langsung. Metode langsung ini diwujudkan dengan komunikasi orang tua (ibu) terhadap janin. Sedangkan metode tak langsung diwujudkan dengan penciptaan suasana religius dalam keluarga.
 

0 Response to "Pentingnya Pendidikan pra kelahiran (Janin) dalam Islam"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!