Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam Mahdi dalam Hadis

Advertisement
Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam Mahadi dalam Hadis
Disusun Oleh: ZULFA ’AFIFAH - 07530063

Cerita tentang imam Mahdi yang sangat simpang siur serta banyak sekali versinya, menimbulkan banyak persepsi di seluruh lapisan serta golongan masyarakat dunia, baik muslim maupun non-muslim, dan yang paling khawatir bahkan ketakutan adalah yang non muslim, karena mereka merasa terancam terkuak kesalahannya.

Bagi orang islam tidak menjadi masalah apapun selain menjadi kabar gembira akan datangnya seorang pemimpin yang akan mengembalikan kejayaan, kebesaran serta keagungan islam agama dari Allah, apapun versi cerita tersebut, terutama versi hadis yang shahih, terkecuali versi yang memang direkayasa untuk menyesatkan ummat.

Paling tidak cerita tentang imam Mahdi tersebut dapat membuat kita kembali mengingat Islam yang pernah mencapai puncak kejayaannya pada zaman Rasulullah SAW, yang kemudian menjadi terpuruk pengamalannya sebab digerogoti oleh segala macam masalah yang muncul.

Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam Mahdi

Masa imam Mahdi adalah masa yang diberikan Allah atas permintaan Rasulullah SAW, demi seluruh ummatnya agar mendapatkan kesempatan untuk terselamatkan dalam naungan kebenaran Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam.

Masalah kedatangan imam Mahdi ini menimbulkan banyak sekali pertanyaan serta rasa penasaran bagi seluruh umat, misalnya apakah beliau benar-benar terbukti ada dan akan muncul pada masa yang akan datang, ataukah semua itu hanya disusun oleh seseorang atas dasar khayalan belaka?

Dari pertanyaan tersebut, penulis akan mencoba sedikit menguraikan dan menjelaskannya dalam makalah sederhana ini berdasarkan informasi-informasi yang telah penulis peroleh. Semoga bermanfaat dan segala kekurangan dapat dimaklumi.

B. Redaksi hadis tentang Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam Mahdi

4073 حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْوَانَ الْعُقَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ عَنْ أَبِي صِدِّيقٍ النَّاجِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَكُونُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلَّا فَتِسْعٌ فَتَنْعَمُ فِيهِ أُمَّتِي نِعْمَةً لَمْ يَنْعَمُوا مِثْلَهَا قَطُّ تُؤْتَى أُكُلَهَا وَلَا تَدَّخِرُ مِنْهُمْ شَيْئًا وَالْمَالُ يَوْمَئِذٍ كُدُوسٌ فَيَقُومُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي فَيَقُولُ خُذْ.[1] (رواه ابن ماجه)

Artinya: Nabi bersabda: “Akan datang di kalangan umatku al-Mahdi, yang hidup dan bergabung bersama mereka selama tujuh (minimal) hingga sembilan tahun (maksimal). Kemudian mereka menikmati kenikmatan yang luar biasa (selama 7 sampai 9 tahun) yang tidak pernah mereka rasakan (sebelumnya), dan diberikan pula kepada mereka makanan serta tidak ada suatu apapun yang dapat merendahkan (derajat mereka), hingga suatu ketika mereka melihat harta yang berlimpah, lalu datanglah seorang lelaki (kepada al-Mahdi) seraya berkata: "Wahai al-Mahdi, berikanlah kepadaku. Al-Mahdi berkata: ambillah (sesuka hatimu”).

Setelah dilakukan proses takhrij berkenaan dengan hadis di atas, hadis tersebut berkualitas dhaif, akan tetapi dapat kita jumpai pula bahwa ternyata ada hadis lain yang bertema sama dengan hadis tersebut yang berkualitas berbeda.

Hadis tersebut dhaif walaupun sanad hadis tersebut muttasil marfu’, namun kebanyakan rawinya adalah peringkat 2, 3, 5 dan ada satu rawi yang berada pada tingkat 8, sedang penilaian berdasarkan jarh wa ta’dil menunjukkan bahwa meskipun kebanyakan ulama’ mengatakan bahwa rawi-rawi dalam hadis di atas tsiqah, suduq akan tetapi ada salah seorang perawi yang dinilai shalih dan dhaif yaitu Zaid ibn Khawariy.

Di bawah ini adalah hadis-hadis bertema sama dengan kualitas berbeda yang berbeda yang diperoleh dari proses takhrij:

1. Sunan Abu Daud no. 3736[2]:

حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ (رواه أبو داود)

Dari Abu Sa’id al Khudri, RAsulullah bersabda: “Al-Mahdi berasal dari keluargaku, ubun-ubunnya tidak berambut, berhidung mancung, dia akan menyebarkan keadilan dan kebijaksanaan di seluruh penjuru bumi setelah sebelumnya diliputi oleh kedzaliman dan kerusakan, dan dia berkuasa selama 7 tahun”.

2. Sunan Tirmidzi no. 2158[3]

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَال سَمِعْتُ زَيْدًا الْعَمِّيَّ قَال سَمِعْتُ أَبَا الصِّدِّيقِ النَّاجِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ خَشِينَا أَنْ يَكُونَ بَعْدَ نَبِيِّنَا حَدَثٌ فَسَأَلْنَا نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ يَعِيشُ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا زَيْدٌ الشَّاكُّ قَالَ قُلْنَا وَمَا ذَاكَ قَالَ سِنِينَ قَالَ فَيَجِيءُ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَيَقُولُ يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي أَعْطِنِي قَالَ فَيَحْثِي لَهُ فِي ثَوْبِهِ مَا اسْتَطَاعَ أَنْ يَحْمِلَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو الصِّدِّيقِ النَّاجِيُّ اسْمُهُ بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو وَيُقَالُ بَكْرُ بْنُ قَيْسٍ.

Dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., dari Nabi SAW. bersabda: Sungguh dari ummatku (nanti) akan muncul al-Mahdi, yang hidup (bersama pengikutnya) lima, tujuh, atau sembilan, Sa'id yang meriwayatkan hadis ini, ragu-ragu. Lalu kami bertanya, apa maksudnya yang demikian itu?" Ia menjawab: "Tahun." Sabda Nabi selanjutnya: "Maka datanglah seorang laki-laki kepadanya, lalu berkata: "Hai Mahdi berilah aku!" Kata Mahdi: Kemudian ia datang kepadanya membawa (sesuatu) dengan kainnya sekuat-kuat ia membawanya.

C. Penjelasan Hadits Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam Mahadi

Dalam hadis pokok tadi bahwasanya diterangkan akan datang di kalangan umat nabi Muhammad seorang al-Mahdi yang hidup dan bergabung bersamanya selama tujuh hingga sembilan tahun. [4] Kemudian mereka menikmati kenikmatan yang luar biasa yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya dan diberikan pula kepada mereka kenikmatan- kenikmatan berupa makanan dan sesuatu yang membuat mereka bahagia. Kekayaan-kekayaan yang dimiliki oleh Imam tersebut senantiasa diberikan kepada siapa saja yang menginginkan dan membutuhkannya.

Dari takhrij yang dilakukan terhadap hadis pertama, ditemukan 2 hadis yang selaras namun dalam matannya mengenai berapa tahunkah imam Mahdi hidup di dunia terdapat perbedaan makna, yakni hadis pertama menggunakan lafadz فَسَبْعٌ وَإِلَّا فَتِسْعٌ ( 7 sampai 9 tahun) kemudian hadis kedua menggunakan lafadz سَبْعَ سِنِينَ (7 tahun) dan hadis yang ketiga yakni خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا (5, 7, 9 tahun). Jadi mengenai tahun berapa lamanya tidak bisa diperkirakan secara pasti.

Agar lebih jelasnya mengenai seluk beluk imam Mahdi dalam hadis tersebut dan bagaimana penjelasan tentangnya maka kita perlu mengetahui sejarahnya, tentunya berdasarkan hadis yang telah disabdakan oleh Nabi kita, Muhammad SAW.

a. Siapakah imam Mahdi itu? Sejarah imam Mahdi dalam Kajian Islam

Ketika sedang gencar-gencarnya fitnah Dajjal di alam ini, dan manusia banyak yang menjadi pengikutnya, tiba-tiba alam ini dikejutkan dengan adanya hatif (suara tanpa rupa) yang mengatakan: Wahai manusia sesungguhnya telah telah keluar di kota Mekkah, ia berasal dari kota Karimah. Keluarnya Imam Mahdi ini bertepatan pada malam sepuluh bulan Dzulhijjah, tahun ganjil dari tahun Hijriyah. [5]

Suara tadi biasa didengar oleh seluruh manusia di dunia ini, dan semua faham akan maksud suara ini. Setelah itu manusia berbondong-bondong pergi ke Mekah, mereka ingin tahu wajah imam Mahdi yang sebenarnya, sedangkan iblis saat itu dalam keadaan bingung, karena orang yang menyelamatkan keimanan manusia telah datang, orang inilah yang nantinya akan menjadi musuh utama Iblis dan Dajjal. Datangnya Imam Mahdi ini adalah salah satu di antara tanda-tanda Kiamat kubro.

Dari segi bahasa, al-Mahdi berarti orang yang diberi petunjuk. Dalam bidang kepemimpinan dan kenegaraan, al-Mahdi berarti pemimpin yang melaksanakan syariat Allah dan berlaku adil terhadap rakyatnya tanpa membeda-bedakan. Bila kita menilai pemimpin adil berdasarkan makna ini, maka kita akan banyak menemukan pemimpin-pemimpin adil yang diberi petunjuk oleh Allah. Pemimpin dengan kriteria seperti itu berderet sepanjang masa keemasan Islam. Mereka semua dapat dikategorikan al-Mahdi, dalam arti mereka memimpin berdasarkan syariat Allah dan menegakkan keadilan di muka bumi ini. Akan tetapi yang di maksudkan dalam riwayat-riwayat hadits yang akan dijelaskan di sini adalah al-Mahdi yang keluar di akhir zaman bersamaan dengan turunnya Isa al-Masih.[6]

Imam Mahdi yang dimaksud adalah seseorang pemimpin yang memegang kendali umat, memperbarui agama, memimpin dengan landasan Islam, menebarkan keadilan di antara manusia, tidak ada satu sunnah Islam kecuali dia menegakkannya, tidak ada bid’ah kecuali dia memberantasnya pada saat itu. Umat mengecap nikmat di bawah kepemimpinannya yang belum pernah didengar sebelumnya. Beliau adalah seorang Muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah s.w.t. untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.

Dalam hadis telah banyak yang menerangkan bahwasanya al-Mahdi adalah Muhammad (Ahmad), ia putra Abdullah yang masih keturunan dari Rasulullah SAW dari sayyidina Husein, putra Fatimah binti Muhammad SAW.[7] Juga dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda:

4282حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ أَنَّ عُمَرَ بْنَ عُبَيْدٍ حَدَّثَهُمْ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاشٍ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا زَائِدَةُ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ فِطْرٍ الْمَعْنَى وَاحِدٌ كُلُّهُمْ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيثِهِ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ ثُمَّ اتَّفَقُوا حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي زَادَ فِي حَدِيثِ فِطْرٍ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا وَقَالَ فِي حَدِيثِ سُفْيَانَ لَا تَذْهَبُ أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي قَالَ أَبُو دَاوُد لَفْظُ عُمَرَ وَأَبِي بَكْرٍ بِمَعْنَى سُفْيَانَ.[8] هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ

2231 حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ الْعَطَّارُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَلِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي قَالَ عَاصِمٌ وَأَخْبَرَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَلِيَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.[9]

4135حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَأَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ.[10] هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Diantara semua hadis-hadis ini menegaskan bahwa al-Mahdi berasal dari Nabi saw dari putra Fatimah Az-Zahra.

b. Ciri-ciri Kedatang Imam Mahdi


IMAM MAHDI adalah seorang lelaki yang masih muda, mukanya bersinar, jenggotnya sempurna, pada pipinya terdapat tahi lalat, kulitnya bangsa Arab (tidak kuning tidak pula hitam). Bentuk tubuhnya seperti bentuk tubuh Israil (besar tinggi).[11] Diantara ciri-cirinya yang lain yang telah dijelaskan oleh hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, merupakan hadis hasil takhrij berkualitas shahih sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu:

4285حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ (رواه أبو داود)

“Al-Mahdi dari keluargaku, ubun-ubunnya tidak berambut, berhidung mancung, dia akan menyebarkan keadilan dan kebijaksanaan di seluruh penjuru bumi setelah sebelumnya diliputi oleh kedzaliman dan kerusakan, dan dia berkuasa selama 7 tahun.” (H.R Abu Dawud)

Juga dalam hadis yang diriwayatkan Abu Nu’aim dari Hudzaifah bahwa Rasulullah SAW bersabda[12]:

المهدي رجل من ولدي لونه عرب وجسمه جسم اسراءيلي

"Al-Mahdi adalah seorang lelaki dari keturunanku. Warna kulitnya seperti warna kulit orang Arab dan fisiknya seperti orang Israel”

Beliau berujud manusia, begitulah pendapat ulama-ulama besar seperti Imam Hasan Al Bashri Imam Qatadah, Imam Thabrani, Imam Ibnu Majah, Imam Abu Daud, Imam Ahmad (Imam Hambali), Imam Ibnu Hajar Al Haitsami, Imam Abu Hasan Al Iraqi, Imam Al Hafiz Abu Nuaim, Imam Sayuti, Syeikh Al Hafiz Abdullah bin Siddiq, dan banyak sekali lainnya.

Mengenai sifat-sifatnya al-Mahdi adalah seorang manusia yang akhlaknya menyerupai Rasul kita SAW. Kasih sayangnya, pemurahnya, tawadhu’nya, keadilannya, keberaniannya, tawakalnya, sabarnya, takutnya pada Tuhan, khusyuknya dalam shalat.[13]

c. Tanda-tanda Kedatangan Imam Mahdi

Dalam bukunya Saleh A. Nahdi disebutkan tanda-tanda munculnya imam Mahdi, diantaranya:

1. Pada zaman itu agama kristen akan mempunyai supremasi yang kuat atas semua agama-agama, baik bilangan maupun pengaruhnya.
2. Keadaan umat Islam pada saat itu menjadi asing.
3. Banyak umat Islam di Arab banyak yang menyimpang dari ajaran Islam.
4. Rusaknya akhlak dan moral umat manusia.
5. Banyak anak yang durhaka pada orangtuanya.
6. Perbedaan antara orang kaya dan orang miskin sangat mencolok. Orang miskin hina dan ditelantarkan sebaliknya orang kaya dihormati dan dipuji-puji.
7. Muncul berbagai macam penyakit-penyakit yang tidak pernah dikenal oleh orang-orang terdahulu
8. Keadaan perhubungan (transportasi dan komunikasi) sangat mudah.
9. Hilangnya kekuatan politik umat Islam.
10. Terjadinya gerhana bulan dan matahari dalam satu bulan.
11. Perang Irak-Iran 

d. Al-Mahdi dari keluarga Nabi SAW, Bukan Isa a.s.[14]

Sebagai alasan bahwa al-Mahdi bukan Isa, yakni karena terdapat riwayat mutawatir yang menjelaskan bahwa al-Mahdi berasal dari keluarga Nabi. Di antara hadis tersebut adalah riwayat Abu Dawud dari Ummu Salamah, Rasulullah SAW bersabda:

المهدي من عترتي من ولد فاطمة

“Al-Mahdi berasal dari keluargaku dari anak Fathimah”.(H.R. Abu Dawud)

لا تقوم الساعة حتي يلي رجل من أهل بيتي يواطئ اسمه اسمي

“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum datang seorang lelaki dari ahlul baitku memimpin. Namanya sama dengan Namaku”(H.R. Ahmad)

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa al-Mahdi adalah seorang laki-laki dari keluarga Rasulullah SAW dari anak cucu Hasan bin Ali, yang keluar di akhir zaman saat dunia dipenuhi ketidakadilan dan kedzaliman, lalu ia mengisinya dengan keadilan. Mayoritas hadis menunjukkan hal ini. Keberadaan al-Mahdi berasal dari keturunan Hasan memiliki rahasia sejarah, yaitu Hasan r.a menyerahkan kepemimimpinannya kepada Muawiyah bin Abu Sufyan pascaperang shiffin demi kemashlahatan umat. Karena itu Allah memberi keturunannya kekhalifahan yang menjamin keadilan yang memenuhi dunia. Ini merupakan Sunnah Allah yang berlaku bagi hamba-hambaNya, siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah memberinya atau keluarganya sesuatu lebih baik dari yang ditinggalkannya. Kondisi ini tidak ada pada Husein a.s karena ia menginginkan kekhalifahan, perang untuknya, namun tidak berhasil mendapatkannya. Wallahu a’lam.

Ada sekelompok ulama yang mengatakan bahwa al-Mahdi adalah Isa bin Maryam. Dalam hal ini mereka berpegang pada hadis riwayat Ibnu Majah:

لا مهدي الا عيسي ابن مريم

Kesahihan riwayat ini dipertanyakan dan sarat kritik. Ibnu Majah di dalam al-Sunan meriwayatkan hadis ini dari Yunus bin Abdul A’la, dari Syafi’I, dari Muhammad bin Khalid al-Jundi, dari Iban bin Shalih, dari Hasan, dari Anas bin Malik, dari Nabi SAW. Riwayat ini hanya dimiliki oleh Muhammad bin Khalid al-Jundi. Kebanyakan ulama’ menilai sebagai hadis munkar.[15]

e. Tugas al-Mahdi

Al-Mahdi mempunyai tiga tugas dasar[16]:

1. Menghancurkan seluruh sistem filsafat yang mengingkari keberadaan Allah.
2. Memerangi takhayul dengan membebaskan Islam penindasan orang-orang munafik yang telah menyimpangkan agama, dan kemudian mengungkap dan melaksanakan akhlak Islam sejati yang didasarkan pada aturan Al Qur’an.
3. Memperkuat seluruh dunia Islam, baik secara politik maupun sosial, dan kemudian mengembangkan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan serta memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan.

f. Kondisi Umat Islam Saat Kemunculan al-Mahdi[17]

Kondisi dimana al-Mahdi akan muncul diawali dengan pertempuran yang sangat dahsyat. Peperangan besar ini terjadi antara blok umat Islam dan Bani Ashfar. Pada mulanya, umat Islam dan Bani Ashfar bersekutu melawan musuh. Tetapi karena suatu peristiwa akhirnya mereka mengkhianati perjanjian damai itu dan mengadakan permusuhan terhadap umat Islam.

Dari pertempuran-pertempuran ini, umat Islam mengalami kekalahan hingga umat Islam tersisa dalam jumlah sedikit. Akhirnya mereka mencari perlindungan, namun kemudian datanglah pasukan kiriman dari arah Syam untuk mengejar mereka yang tinggal sedikit. Namun justru mereka dibenamkan Allah di sebuah padang pasir bernama Baidha.

Dalam kondisi seperti itu, Allah memberi pertolongan dengan memunculkan pemimpin yang akan memenuhi dunia dengan keadilan. Kisah pengangkatan al-Mahdi dimulai dari perselisihan kaum muslimin ketika ada seorang khalifah meninggal mengenai siapakah yang akan menggantikannya. Lalu tiba-tiba ada seorang lelaki Quraisy datang dari Madinah menuju Mekah untuk mencari perlindungan Kabah. Selanjutnya mereka mendatangi orang ini dan membaiatnya di antara rukun Kabah dan maqam Ibrahim a.s. akan tetapi sebenarnya imam Mahdi tidak mau untuk dibaiat.

Terbenamnya pasukan musuh tadi di Baidha merupakan pertanda yang paling penting untuk mengetahui al-Mahdi, karena peristiwa itu bersamaan waktunya dengan baiat umat Islam terhadap al-Mahdi. Pada saat itulah, kaum muslimin tahu yang mereka baiat adalah al-Mahdi.

Kemudian keadaan agama Islam yang sebelumnya dianggap rendah dan hina menjadi agama yang mulia dan diagungkan. Orang yang buruk tingkah lakunya banyak yang meninggal, fitnah-fitnah pun hilang di tengah masyarakat, tidak ada pelacuran, tidak ada barang riba, tidak ada yang minum khamr. Hati setiap orang merasa damai, tentram dan menerima semua ketentuan Allah dan ajaran agama Islam, dimana-mana tempat masyarakat tampak rukun, tentram dan bersaudara, orang yang tadinya melarat bisa menjadi kaya, tampak makmur hidupnya murah sandang dan pangan, sampai-sampai pada akhirnya sedekah dibawa keliling ke tengah masyarakat tidak ada yang mau menerima, karena semua orang ingin bersedekah. Hal ini karena keadaan ekonomi mereka sangatlah cukup. [18]

Mengenai hal tersebut, banyak hadits shahih telah menyebutkan adanya seorang khalifah di mana kemakmuran mencapai puncaknya pada zamannya sehingga dia meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya tanpa menghitungnya, dia membagikan harta itu tanpa perhitungan. Akan tetapi riwayat-riwayat itu tidak menyebutkan nama khalifah tersebut.

2913حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ يُوشِكُ أَهْلُ الْعِرَاقِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ قَفِيزٌ وَلَا دِرْهَمٌ قُلْنَا مِنْ أَيْنَ ذَاكَ قَالَ مِنْ قِبَلِ الْعَجَمِ يَمْنَعُونَ ذَاكَ ثُمَّ قَالَ يُوشِكُ أَهْلُ الشَّأْمِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ دِينَارٌ وَلَا مُدْيٌ قُلْنَا مِنْ أَيْنَ ذَاكَ قَالَ مِنْ قِبَلِ الرُّومِ ثُمَّ سَكَتَ هُنَيَّةً ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي خَلِيفَةٌ يَحْثِي الْمَالَ حَثْيًا لَا يَعُدُّهُ عَدَدًا قَالَ قُلْتُ لِأَبِي نَضْرَةَ وَأَبِي الْعَلَاءِ أَتَرَيَانِ أَنَّهُ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَا لَا و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ يَعْنِي الْجُرَيْرِيَّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ[19]. (رواه مسلم)

Dari Abu Said Al-Khudri bahwasanya Nabi saw bersabda, “Akan muncul di kalangan kalian seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya tanpa menghitungnya.”

Dalam riwayat lain, “Memberikan harta kepada manusia tanpa perhitungan.” Dalam riwayat lain, “Akan muncul di akhir umatku seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya.”

Pada zamannya imam Mahdi inilah bisa dikatakan sebagai masa pencapaian kemakmuran, dan juga masa keemasan Islam karena belum pernah ada suatu pemerintahan Islam yang semakmur dan sedamai seperti zamannya imam Mahdi ini.


g. Imam Mahdi mengadakan sidang[20]

Sebelum imam Mahdi melaksanakan tugasnya, beliau bermunajat kepada Allah memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah. Ia senang menyendiri di dekat Ka’bah untuk beribadah dan memohon petunjuk dari Allah.

Pada suatu ketika saat ketika ia bermunajat kepada Allah beliau diikuti oleh 313 orang lelaki. Kemudian ia langsung mengadakan sidang kilat dengan 313 orang tadi. Dalam sidang tersebut ia berkata kepada mereka, bahwa dirinya telah dikehendaki oleh Allah untuk menata peradaban manusia dengan menegakkan syariat Islam yang telah dijalankan oleh Rasulullah SAW.

Kemudian Imam Mahdi membaiat para pembantunya serta merumuskan undang-undang Islam berdasarkan syari’ah Rasulullah SAW yang akan ia gunakan untuk menata dan memerintah umat manusia. Setelah selesai sidang itu maka Imam Mahdi pergi ke Kufah (masih daerah Iran) di sana Imam Mahdi mempersiapkan tentaranya untuk berperang, yaitu perang sabil.

h. Kedudukan Imam Mahdi dalam Islam

Dalam mengatur pemerintahan, Imam Mahdi bertempat tinggal di tanah Arab. Namun hukum pemerintahannya biasa dilaksanakan ke seluruh dunia. Sedangkan untuk mengendalikan jalannya pemerintahan di negeri-negeri Ajam (selain bangsa Arab), Imam Mahdi mengangkat wakilnya (semacam gubernur) diambilkan dari orang-orang terpilih yang cakap. Imam Mahdi itu mempunyai wakil banyak sekali, yang diambilkan dari para Wali Allah yang berbangsa Ajam untuk membantu Imam Mahdi dalam menegakkan Islam.

Pada masa itu hukum Islam benar-benar dilaksanakan, tiada peraturan yang mengatur Negara dan rakyat selain hukum Islam. Hal ini dijelaskan dalam suatu hadis: Imam Mahdi menegakkan Syariat Islam, serta menghidupkan apa-apa yang sudah tercecer dari sunah Rasulullah SAW. Sejak itu Islam menjadi jaya dan luhur kalimatnya, yakni masa kekuasaan Imam Mahdi tresebut sehingga dapatlah ditetapkan pemerintahannya di atas bumi. (HR. Abu Daud).[21]

i. Lamanya imam Mahdi hidup di dunia

Dalam hadis Imam Mahdi akan memimpin selama 7 atau 8 atau 9 tahun.[22] Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kezaliman, hingga satu demi satu kedzaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaannya. Kemenangan demi kemenangan yang diraih Imam Mahdi dan pasukannya akan membuat murka raja kezaliman (Dajjal) sehingga membuat Dajjal keluar dari persembunyiannya dan berusaha membunuh Imam Mahdi serta pengikutnya.

Kekuasaan dan kehebatan Dajjal bukanlah lawan tanding Imam Mahdi oleh karena itu sesuai dengan takdir Allah, maka Allah swt akan menurunkan Nabi Isa dari langit yang bertugas membunuh Dajal.

Imam Mahdi dan Nabi Isa akan bersama-sama memerangi Dajjal dan pengikutnya, hingga Dajjal mati ditombak oleh Nabi Isa di pintu Lod dalam kompleks al-Aqsa.[23]

Kesimpulan dan Penutup

Dari kumpulan riwayat di atas jelaslah bagi kita secara tersurat dan tersirat bahwa al-Mahdi adalah seorang yang shalih yang muncul dari arah timur, dia lari dari Madinah berlindung ke baitullah, lalu dia di baiat di Ka’bah yang mulia di antara rukun dan maqam, lalu satu pasukan diutus untuk membunuhnya, tetapi mereka dibenamkan, Allah memberikan pertolongan dan dukungan kepadanya dan dia berhukum kepada Islam. Dia menyebarluaskan keadilan di antara manusia, kemakmuran dan ketenteraman merata, dia bertemu dengan Nabi Isa dan dia menjadi imam bagi umat lalu dia membantunya membunuh Dajjal, dia hidup 7 atau 9 tahun.

Pemaparan-pemaparan di atas, setidaknya dapat kita rinci sebagai berikut:[24]

a) Imam Mahdi akan muncul di akhir zaman.
b) Nama beliau adalah Muhammad bin Abdullah atau Ahmad bin Abdullah.
c) Beliau termasuk ahlul bait Rasulullah SAW, yakni cucu moyang dari Fathimah binti Rasulillah. Keterangan ini termuat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Hakim.
d) Akhlak dan perangainya sangat mirip dengan Rasulullah SAW, akan tetapi dalam raut muka dan lain-lain tak ada kemiripan. (diriwayatkan oleh Abu Dawud, bersumber dari sahabat Ali ra)
e) Beliau akan memerintah dengan penuh keadilan dan kejujuran yang merata ke seluruh permukaan bumi. Sebaliknya, sebelum itu telah merajalela kedzaliman dan kesewenang-wenangan.
f) Syari’at Islam akan beliau tegakkan, seluruh sunah Rasulullah yang sebelumnya telah terkubur akan beliau hidupkan.
g) Kedudukan beliau cukup kokoh dan mantap. Dan sebab sifat keadilannya maka kehidupan pada saat itu menjadi makmur dan merata di seluruh permukaan bumi. Bahkan begitu banyak harta yang diinfakkan. Beliau membagikan harta secara merata kepada seluruh rakyat, dengan tanpa menghitung-hitungnya. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Muslim.
h) Kemudian muncullah Dajjal, lalu nabi Isa AS turun. Selanjutnya antara Imam Mahdi dan Nabi Isa As bersekutu untuk membinasakan Dajjal. Akhirnya Imam Mahdi wafat dan kaum muslimin menshalatinya.

Dari pemaparan tadi, setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita pegangi bahwa kita sebagai umat Islam yang beriman wajib percaya bahwa seorang imam Mahdi akan muncul di akhir zaman, karena hal ihwal imam Mahdi telah banyak digambarkan dalam hadis-hadis Nabi saw.

Kiranya demikianlah makalah yang dapat penulis sajikan, semoga bermanfaat dan tak lupa kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan selanjutnya.

Catatan kaki

[1] HR Ibnu Majjah no. 4073, CD ROM Mausu’ah al Hadis as Syarif. Global Islamic Software, 1991-1997

[2] HR Abu Daud no. 3736, CD ROM Mausu’ah al Hadis as Syarif. Global Islamic Software, 1991-1997

[3] HR Tirmidzi no. 2158, CD ROM Mausu’ah al Hadis al-Syarif . Global Islamic Software, 1991-1997

[4] Artinya bahwa beliau akan berada di bumi selama 7, 8, atau 9 tahun.

[5] Fuad Kauma. Langit pun terguncang. (Yogyakarta: Penerbit Mitra Pustaka) hlm. 28

[6] Muslih Abdul Karim. Isa dan al-Mahdi, (Jakarta: Gema Insani, 2005 ) hlm. 205-206

[7] Fuad Kauma. Langit pun terguncang. (Yogyakarta: Penerbit Mitra Pustaka) hlm. 30

[8] HR. Abu Dawud no. 4282, CD ROM Mausu’ah al Hadis as Syarif. Global Islamic Software, 1991-1997

[9] HR. Tirmidzi no. 2231, CD ROM Mausu’ah al Hadis as Syarif. Global Islamic Software, 1991-1997

[10] HR. Ibnu Majah no. 4135, CD ROM Mausu’ah al Hadis as Syarif. Global Islamic Software, 1991-1997

[11] Fuad Kauma. Langit pun terguncang. (Yogyakarta: Penerbit Mitra Pustaka) hlm. 30

[12] Muslih Abdul Karim. Isa dan Al-Mahdi. (Jakarta: Gema Insani, 2005) hlm. 209

[13] Http://kawansejati.ee.itb.ac.idl

[14] Muslih Abdul Karim. Isa dan Al-Mahdi. (Jakarta: Gema Insani, 2005) hlm. 209-210

[15] Muslih Abdul Karim. Isa dan Al-Mahdi. (Jakarta: Gema Insani, 2005) hlm. 211

[16] Harun Yahya. Hari Akhir dan Imam Mahdi. Hlm. 12

[17] Muslih Abdul Karim. Isa dan al-Mahdi, (Jakarta: Gema Insani, 2005 ) hm. 215-219

[18] Fuad Kauma. Langit pun terguncang. (Yogyakarta: Penerbit Mitra Pustaka) hlm.37

[19] HR Muslim no. 2913, CD ROM Mausu’ah al Hadis as Syarif . Global Islamic Software, 1991-1997

[20] Fuad Kauma, dalam terj. Kitab Wafirru Ilallah, oleh: Mundzir Nadzir

[21] Fuad Kauma. Langit pun terguncang. (Yogyakarta: Penerbit Mitra Pustaka) hlm. 35-36

[22] Yang terbanyak yakni hadis yang menerangkan 7 tahun lamanya.

[23] Umur Umat Islam, Kedatangan Imam Mahdi, dan Munculnya Dajjal” karya Amin Muhammad Jamaluddin. Penerbit Cendekia.

[24] Choiran A. Marzuki. Qiamat, Surga dan Neraka. (Yogyakarta: Mitra Pustaka. 1997) hlm 58-60


5 Responses to "Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam Mahdi dalam Hadis"

  1. IMAM MAHDI MENYERU:
    BENTUKLAH PASUKAN FI SABILILLAH DISETIAP DESA
    SAMBUTLAH UNDANGAN GUBERNUR MILITER ISLAM

    Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
    bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.

    Firman Allah: at-Taubah 38, 39
    Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
    sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

    Firman Allah: al-Anfal 39
    Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.

    Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.

    Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH

    Firman Allah: al-Hajj 39, 40
    Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
    orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

    Firman Allah: an-Nisa 75
    Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
    Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)

    Firman Allah: at-Taubah 36, 73
    Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.

    Firman Allah: at-Taubah 29,
    Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

    Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
    Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

    Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
    ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
    Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

    Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

    301. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

    302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
    - ahli segala macam pertempuran
    - ahli Membunuh secara cepat
    - ahli Bela diri jarak dekat
    - Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

    303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
    - Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
    - Ahli Pembuat BOM / Racun
    - Ahli Sandera
    - Ahli Sabotase

    304. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

    305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
    - ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
    - Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
    - Ahli enkripsi cryptographi
    - Ahli Satelit / Nuklir
    - Ahli Pembuat infra merah / Radar
    - Ahli Membuat Virus Death
    - Ahli infiltrasi Sistem Pakar

    email : seleksidim@yandex.com atau
    email : angsahitam@inbox.com

    ReplyDelete
  2. WILAYAH KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Bismillahir Rahmanir Rahiim

    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    MENERBITKAN SURAT SECARA RESMI
    NOMOR : 1436H-RAJAB-02

    PETA ASAL WILAYAH
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Maha Suci Allah yang di tangan-Nya Kekuasaaan Pemerintahan atas segala
    sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
    Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala Kerajaan, dan Dia Maha
    Kuasa atas segala sesuatu,
    Wahai Rabb Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi maupun Kerajaan yang Ada
    diantara Keduanya, Sesunggunya Engkau Maha Kuasa atas Segala Sesuatu yang Engkau Kehendaki.

    Wahai Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
    Hamba memohon Ampun dan Kasih Sayang-Mu,
    Kami Hamba-Mu yang Dhoif Mohon Izin untuk melakukan Ijtihad Syiasah

    Allaahumma sholli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa shol
    laita alaa aali Ibroohiim ,
    wa baarik alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa baarokta alaa aali
    Ibroohiim fil aalamiina innaka hamiidum majiid.

    Pada Hari Ini Hari Isnain 1 Rajab 1436H
    1. Kami sampaikan Kabar Gembira bahwa Asal Mula wilayah
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu adalah dari Sabang hingga
    Maurake

    2. Wilayah Negeri dari Sabang hingga Mauroke yang dihuni oleh Umat
    Islam yang Sholeh-sholeh kami beri Namanya sesuai dengan Hadist
    Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Menjadi Wilayah Negeri Syam.

    3. Peta Wilayah Indonesia Kami Hapus diganti dengan Nama Wilayah Syam (Negeri
    Ummat Islam Akhir Zaman)

    4. RI bubar dan Hilang, Berganti Nama Organisasi Penyamun Indonesia (OPI)

    Kepada para Alim Ulama cerdik cendikia Islam, Mari bersama-sama kita
    tegakkan Islam dan menjadikan AlQuran dan As Sunnah Rasulullah SAW
    menjadi satu-satunya sumber hukum yang berkuasa di Wilayah Syam.

    Umat Islam tidak layak untuk hidup tentram di-RI,
    RI adalah bagian dari Negara Zionis Internasional, Negara Dajjal.

    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah (Melayu) menghimbau melalui
    Aqidah Islam bahwa Semua Negara binaan Dajjal adalah Jibti dan Thagut
    yang harus dihancurkan, bukan menjadikannya tempat bernaung dan merasa
    hidup tentram di dalamnya sampai akhir hayat.

    Akhir Zaman adalah Masa-nya seluruh umat islam harus berperang melawan
    Zionis Internasional yang di Komandoi Israel. Waktu akan kian mendekat
    Maka Umat Islam secara terpaksa atau secara ikhlas menjadi dua
    gelombang besar wala kepada Zionis atau wala kepada Islam.

    Bila Umat Islam yang berada di Wilayah Negeri Syam ridha pasrah dan
    tunduk dibawah Tekanan OPI (organisasi Penyamun Indonesia), maka
    bersiaplah menjadi negeri yang mengerikan.

    Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan
    mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan
    hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.
    (Qs. At-Thalaq :8)

    Dan demikianlah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat
    yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan
    mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
    tidak menyadarinya. (Qs. Al-an am : 123)

    Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-
    negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat
    pedih lagi keras. (Qs. Huud:102)

    Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang teIah Kami
    binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai
    penggantinya. (Qs. Al-Anbiyaa:11)


    Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang Kafir (OPI) yang ada
    disekitar kamu, hendaklah mereka merasakan keganasan darimu,
    ketahuilah Allah bersama orang-orang yang bertaqwa (Qs. At-Taubah:123)

    ..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun
    memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
    orang-orang yang bertakwa. (Qs. At-Taubah:36)

    PANGLIMA PERANG PASUKAN KOMANDO PANJI HITAM
    Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh
    angsahitam@inbox.com

    ReplyDelete
  3. masa rasulullah dulu di gelar junjungan besar tuhan muhammad rasulullah, akhir zaman imam mahdi dari keturunan ahlul bait berdarah raja di gelar junjungan besar dymm tuhan amirul mukminiin, dia akan datang sendiri berseorangan terus mengambil alih pemerintahan Malaysia terus di sambut semua negara negara Islam yang lain dibawah panji panjinya. Bila dia tertabal secara automatik hanya Allah jua lah yang mengetahuinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf sebelum nya bukan nya kemunculan imam mahdi itu berada di arab saudi bukan dari keturunan raja malaysia
      Dan bukan nya malaysia lebih banyak orang yahudi di bandingkan indonesia penduduk asli malaysia pun sedikit lebih banya penduduk chainise dan hindu
      Jadi coba tolong di kaji ulang negara mu itu di merdekai oleh bangsa yahudi (inggris) dan di bantu kaum kafir yang menyerang palestina (amerika) jadi tolong sadar diri saja
      Terimakasih wassalamualaikum

      Delete
  4. al-mahdi itu khalifah ya?berarti manusia ya?
    ya'juz ma'juz dan dajjal itu mahkluk gaib ya?
    berarti panji panji hitam dan nabi isa itu gaib juga ya?pantas saja Allah suruh kita percaya kepada yg gaib. sungguh besar kuasa'x.

    ReplyDelete

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!