Penjelasan tentang Kata Mutiara Tentang Cinta dan Kasih Sayang dalam Al-Qur’an dan Hadis

Advertisement

Kata Mutiara Tentang Cinta dan Kasih Sayang dalam Al-Qur’an dan Hadis

Kata rahmat mempunyai pengertian yang luas dan bermacam-macam. Namun, pengertian tersebut sulit untuk dipisahkan karena sangat berdekatan dan saling berhubungan satu dan lainnya. di antara kata-kata yang mempunyai pengertian yang berdekatan tersebut adalah "al-lin" lawannya "al-fazh atau ghalizh al-qalbi", "al-afwu", atau "al-maghirah" dan "kazhmu al-ghaizh" atau "al-halim". sebagaimana terdapat dalam surat Ali Imran ayat 133-134. kata lain yang dianggap sinonim dengannya adalah "al-shafu", sebagaimana yang terdapat dalam surat al-Nur ayat 22.

Kata al-rahmah dengan berbagai sinonimnya tersebut dapat disimpulkan dalaam suatu ungkapan yang sederhana, namun mempunyai cakupan yang luas, yakni lapang dada. Hal ini diisyaratkan dalam Al-Qur'an surat al-An'am ayat 125. berkenaan dengan hal ini, Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa Rasulullah adalah orang yang paling berlapang dada. Lawan dari kata al-Rahmah adalah kasar, keras hati, dan kejam.[1]

tentang Kata Mutiara Tentang Cinta dan Kasih Sayang dalam Al-Qur’an dan Hadis

Rahmah merupakan salah satu sifat keagungan dan kebesaran Allah yang berlaku bagi seluruh alam semesta. Sifat ini secara langsung ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

قُلْ لِلَّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۞ الأنعام : ۱٢

Artinya: Katakanlah, Allah telah menetapkan atas diri-Nya sifat rahmah (kasih sayang). (QS. 6: 12)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ۞ آل عمران : ۱٥٩

Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu (bersikap) lemah lembut terhadap mereka; dan sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. 3:159)

Dari ayat itu, dapat diketahui bahwa Allah memberikan sifat rahmah kepada semua manusia, begitu juga Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan setiap Muslim agar menjadikan sifat rahmah ini sebagai salah satu prinsip komunikasi dan hubungan sesamanya.

Sifat rahmah ini tidak dapat dipisahkan dari sifat keadilan, sebab kata mutiara cinta dan kasih sayang pada hakekatnya adalah keadilan yang sesungguh-sungguhnya, baik antara yang berkuasa maupun yang dikuasai, baik dari pihak pemerintah maupun yang diperintah. Lantaran itulah maka khalifah Umar bin Khoththob mengatakan, "Demi Allah, saya tidak mengirimkan pembantu-pembantu saya kepada kamu untuk memukul orang, jika ada yang berbuat seperti itu segera laporkan kepada saya; Demi Allah yang bernyawa saya berada dalam kekuasaan-Nya, saya pasti mengambil tindakan hokum kepadanya." [2]

Kasih sayang adalah salah satu kesempurnaan dalam tabiat manusia. Rasa kasih sayang membuat orang turut merasa sedih melihat penderitaan sesama makhluk dan berusaha menghapuskannya atau meringankannya. Dengan rasa kasih sayang orang turut sedih melihat kekeliruan orang lain dan mengharapkan orang yang berbuat keliru itu akan memperoleh petunjuk. Jelaslah bahwa rasa kasih sayang itu memang salah satu kesempuirnaan dalam tabiat manusia. Tanpa rasa kasih sayang, manusia akan merosot kedudukannya setaraf dengan hewan dan akan lenyaplah apa yang selalu mendenyutkan cinta kasih. Bahkan hewan sendiri masih ada yang mempunyai rasa kasih sayang kepada keturunannya. Oleh karena itu kekejaman merupakan kemunduran dari fitrah manusia dan merosotkan kedudukannya ke tingkat hewani, bahkan lebih jauh lagi ke tingkat benda yang tidak berkesadaran dan tidak bergerak.

Memang pada prinsipnya sifat ini dapat membuat orang turut serta merasakan penderitaan orang lain, turut merasa gembira bila melihat orang lain senang yang dapat mempersatukan individu manusia menjadi satu tubuh, satu hati, dan satu semangat. Dan apabila sifat ini telah tertanam dal;am jiwa seseorang maka betapa pun besarnya kesulitan yang dihadapi tentulah akan mudah diatasi. Tetapi sebaliknya betapa pun luas dan tingginya system pemerintahan yang ada di dunia ini tidaklah akan banyak manfaatnya, betapapun macam ragam peraturan yang dibuat manusia kalau tidak didasari dengan rasa kasih sayang, tetaplah tidak akan dapat menbuat seseorang mengenyam keadilan.

Agama Islam tetap mengakui prinsip-prinsip kemanusiaan; manusia bukanlah malaikat maka manusia mempunyai daya tanggap dan perasaan, mempunyai keinginan dan harapan. Dan bersamaan dengan semua itu Islam juga mengetahui bahwa manusia kukuh mempertahankan kepribadiannya secara lengkap dan sempurna, dengan kepribadiannya itu manusia tidak akan mau mengorbankan dirinya hanya untuk kepentingan pemegang kuasa duniawi dan agama semata-mata. Kesalahan dan kekeliruan yang diperbuat oleh manusia merupakan watak manusia, sebab Allah senantiasa membuka seluas-luasnya pintu taubat kepada-Nya dan manusia tersebut akan mendapatkan petunjuk tentang bagaimana melangkah untuk masa depannya itu dengan langkah yang benar.

Demikian juga Islam tidak mengerjakan suatu anggapan bahwa manusia yang bersalah harus diusir selama-lamanya dari kalangan masyarakat karena kesalahannya itu. Melainkan hanya memberikan suatu pelajaran untuk diasingkan agar dia mau kembali ke jalan yang benar sebab Islam mengetahui bahwa manusia yang dipencilkan dari kelompoknya akan menimbulkan rasa dendam dan semakin bertambah jahat. Maka dari itu, Allah membuka pintu taubat bagi siapa saja yang mau menjalankannya. Telah dijelaskan dalam Al-Qur'an:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ۞ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ ۞ سورة الزمر : ٥۱-٥۳

Artinya: Hai hamba-hamba-Ku yang berlebih-lebihan terhadap dirinya (dengan berbuat dosa); janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguihnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kembalilah (bertaubat) kamu kepada Tuhanmu dan patuhlah kepada-Nya sebelum tiba siksaan kepadamu, kemudian kamu tidak mendapat pertolongan. (QS. 39: 53-54)

Kata Kasih sayang dan Cinta dalam tingkatannya yang tertinggi dan keluasannya yang mutlak adalah salah satu sifat Allah SWT. Rahmat atau kasih sayang Allah meliputi seluruh alam wujud dan merata pada seluruh alam. Manakala sinar pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu yang memancar, memancar pula rahmat kasih sayang-Nya yang meliputi segala-galanya. Oleh karena itulah para malaikat senantiasa memuja dan berdoa:

ربنا وسعت كل شيئ رحمة وعلما فاغفر للذين تابوا واتبعوك سبيلك وقهم عذاب الجحيم 
المؤمن : ٧

Artinya: Ya Tuhan kami, rhmat dan pengetahuan-Mu meliputi segala sesuatu, mka itu limpahknlah mpunn kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu, serta lindungilah mereka dari siksa neraka jahim. (QS. Al-Mukmin: 7) [3]

Rasa persaudaraan, keramahan, saling kasih sayang dan kebajikan yang kita saksikan di muka bumi ini adalah percikan dari rahmat Allah, yang terdapat di dalam hati manusia. Orang yang paling lembut hatinya dan paling besar kasih sayangnya ialah yang paling banyak mendapat percikan rahmat ilahi itu. Sedangkan orang-orang yang hatinya membatu di kalangan kaum yang congkak, buruk perangai dan sombong, mereka itu akan ditempatkan di lapisan terbawah neraka.

Dalam sebuah hadits Rasul, telah ditegaskan:

ﺇﻥ ﺃبعد الناس من الله تعاﻟﻰ القاسي القلب (الطبراني)

Artinya: Sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah SWT adalah manusia yang berhati kejam. (HR. Al-Thabrany)

Allah menghendaki kesentosaan di dunia ini dengan adanya seorang yang akan dapat menghapuskan penderitaan dan kepedihannya, memperbaiki kekeliruan dan dosa kesalahannya, berusaha mati-matian menuntunnya ke jalan yang benar, giat menolong pihak yang lemah dan berjuang membelanya seperti seorang ibu membela anaknya, serta mematahkan kesewenang-wenangan pihak yang kuat agar ia dapat dikembalikan kepada fitrahnya yang sehat. Untuk itulah Allah mengutus Nabi Muhammad SAW, seorang manusia yang hatinya telah diisi dengan ilmu dan ketabahan, akhlaknya diisi dengan keramahan, kelembutan, dan kebajikan. Tabiatnya diisi dengan keluwesan dan cinta kasih sayang, dan tangannya itu terbuka dengan kedermawanan. Yang kesemuanya itu membuat menjadi hamba Allah yang paling tinggi dn paling murni rasa kasih sayangnya, paling halus perasaannya, dan paling lapang dadanya.

Sehubungan dengan itu, telah berfirman Allah dalam Al-Qur'an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۞ ﺃل عمران : ١٥۹

Artinya: Maka disebabkan rhmat kasih sayang Allah lah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS. 3:159)

Islam memerintahkan supaya pra pemeluknya saling bercinta kasih secara umum. Dan hal itu dijadikan sebagai salah satu tanda keimanan yang sempurna. Dalam bergaul dengan orang banyak, dalam hati seorang muslim seharusnya terdapat rasa cinta kasih sayang dan kebajikan. Ia harus berusaha sedapat mungkin untuk dapat memuaskan mereka dan melegakan perasaan mereka.

Rasa kasih sayang tersebut bersifat menyeluruh, hal ini telah dijelaskan dalam Hadits Nabi:

من لايرحم الناس لايرحم الله وزاده في رواية ومن لايغفر لايغفر له (رواه البخاري)

Artinya: Barang siapa yang tidak berkasih sayang kepada sesame manusia, ia tidak dikasihani Allah. Dalam riwayat lainnya hadits ini tercantum dengan tambahan sabda Rasul, "dan barang siapa yang tidak memaafkan orang lain, ia tidak dimaafkan oleh Allah. (HR. Al-Bukhari)

من لايرحم من قي اﻷرض لايرحمه من في السماء (الطبراني)

Artinya: Barang siapa yang tidak mengasihani penduduk bumi, ia tidak dikasihani oleh penduduk yang berada di langit. (HR. Al-Thabrany)

Kasih sayang adakalanya berbentuk kekerasan, padahal hakekatnya bukan kekerasan. Anak-anak kecil pada mulanya harus dipaksa berangkat ke sekolah dan diharuskan menghafal pelajaran. Bila mereka dibiarkan menuruti kemauan mereka sendiri, tentu seluruh waktunya akan dihabiskan untuk bermain-main dan bersenang-senang, dan di kemudian hari mereka akan menjadi orang-orang yang tidak berguna.

Kasih sayang bukanlah rasa kasihan tanpa disertai akal pemikiran, dan bukan pula rasa kasihan tanpa mengindahkan keadilan dan ketertiban…bukan! Kasih sayang adalah cetusan perasaan yang wajib mengindahkan kewajiban tersebut di atas.

Dalam realitas yang ada sekarng ini, ada orang tua yang salah mengartikan sifat kasih sayang itu sendiri. Mereka mempunyai anggapan bahwa kasih sayang itu hanyalah melalui sikap yang lemah lembut tanp[a adanya sikap kekerasan. Hal ini diterapkan dalam keadaan sehari-hari itu haruslah dilihat terlebih dahulu dalam persoalan apakah teori tersebut dipakai. Misalnya dalam persoalan kewajiban menjalankan shalat, orang tua berperan penting mengajak anak-anak untuk menjalankan syariat Islam yang kedua ini. Langkah yang dipakai mereka adalah melalui ucapan berbentuk perintah atau ajakan. Jika anak tersebut membangkang akan perintah dari mereka, maka mereka cukup menasihatinya saja dan selalu mengajak untuk menjalankannya selama usianya di bawah sepuluh tahun, Akan tetapi jika anak tersebut sudah sepuluh tahun ke atas, maka sang orang tua boleh menggunakan cara kekerasan yakni melalui pukulan karena dengan begitu si anak tadi merasa takut dan lama-lama akan melaksanakan kewajiban dan tidak berani membangkang lagi.. Hal tersebut berpengaruh dalam pendidikan anak agar dia terbiasa menjalankan kewajiban yang telah disyariatkan dalam ajaran Islam.

Berbeda dalam hal ini, jika terdapat orang tua setelah menasihati, dan tidak menggunakan cara kekerasan apabila si anak itu membangkang perintah, baik yang dari Allah sendiri maupun yang dari mereka, maka si anaka itu akan berkembang jadi anak yang manja dan tidak mau diatur. Misalnya saja telah datang waktu shalat shubuh, sebagai orang tua yang bijak maka sudah sepantaslah mereka membangunkan si anak tersebut meskipun mereka sebenarnya tidak tega membangunkannya karena dikhawatirkan si anak tersebut masih ngantuk, atau pun capek habis melaksanakan aktivitas sehari-hari yang mungkin menguras tenaga mereka. Akan tetapi dalam ajaran Islam orang tua menginginkan agar anaknya kelak menjadi anak yang shalih dan masuk surga pada waktu di alam akhirat nanti. Hal itu memang terasa berat, tetapi tujuan utama yang diinginkan orang tua tersebut adalah juga demi kepentingan dan kebahagiaan anak tersebut.

Jikalau mereka membiarkan sang anak tidur, tidak berusaha membangunkan untuk menjalankan kewajiban (shalat), maka mereka bukan membantu sang anak untuk hidup bahagia di alam akhirat, malah mereka menjerumuskan ke dalam siksa api neraka.karena mereka lebih mementingkan kepentingan dunia dari pada akhirat. Maka dari pada itu, peran orang tua dalam menerapkan teori ini haruslah lebih disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan tertentu dalam kalangan mereka. Tapi yang jadi catatan di sini adalah sikap kasih sayang itu tidaklah hanya ditunjukkan dengan tanpa adanya sikap kekerasan. Akan tetapi langkah yang dipakai sebelumnya itu haruslah dengan sikap lemah lembut dan berupa nasihat-nasihat. Kalau mereka sudah bisa menjalankan dengan langlkah awal, otomatis langkan tanpa kekerasan itu pun tidak berlaku bagi mereka.

Tindakan kekerasan yang tidak dibenarkan dan dicela oleh Islam adalah yang dilakukan oleh manusia berjiwa gersang, dan berlawanan dengan akal sehat serta rasa keadilan. Itu merupakan gejala watak durhaka yang gemar berbuat buruk dan mengganggu orang lain. Rasa kasih sayang adalah pengaruh dari keindahan Ilahi yang tinggal di dalam tabiat manusia dan menuntun mereka kea arah kebajikan. Di saat manusia sedang dilanda krisis berat, rasa kasih sayang itulah yang menghembuskan angin sejuk membasahi kehidupan dan menyegarkan rongga dada.

Akal fikiran dapat ditimbulkan dengan berbagai macam pengetahuan sehingga dapat berkembang dengan sehat. Demikian juga rasa kasih sayang, ia dapat ditumbuhkan dengan berbagai cara agar dapat meluas dan mengembang. Jika rasa kasih sayang itu dibiarkan, maka akan jadi layu dan akhirnya mati. Maka orang yang bersangkutan akan menjadi kayu bakar bagi neraka jahannam.

Kata Bijak Tentang Cinta dan Kasih Sayang dalam Al-Qur’an dan Hadis

Pada zaman sekarang ini, sikap kasuh sayang sangatlah diperlukan dalam menjalani komunikasi antar sesama karena dapat menambah keharmonisan, keselarasan, dan ketentraman. Semisal ada orang yang saling bermusuhan karena adanya persengketaan di antara mereka. jika mereka menuruti hawa nafsu mereka, maka permusuhan yang terus menerus akan berlangsung yang nantinya akan menimbulkan sifat balas dendam dan saling menjelekkan antar keduanya, akan tetapi jika mereka menerapkan sifat kasih sayang ini, maka mereka akan memilih jalan yang terbaik yakni perdamaian dan berusaha mencari jalan keluar apabila mereka berbeda dalam mengemukkan pendapat atau memberikan argument dalam suatu persoalan.

Apabila sikap kasih sayang ini sudah melekat dalam jiwa seseorang, maka dia akan berusaha membantu bagaimana membuat orang merasa nyaman dalam menjalankan aktivitasnya setiap hari. Mereka selalu memberikan dukungan terhadap apa yang kita lakukan baik dalam keadaan susah maupun senang. Misalnya seseorang mengalami kegagalan dalam berkarya, maka sikap kita adalah memberikan dia support agar dia tidak patah semangat dan terus berusaha untuk mencoba dalam lain waktu, karena kegagalan itu merupakan awal dari keberhasilan. Di sini peran sifat kasih sayang dapat membantu untuk mewujudkan apa yang diharapkan seseorang tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Prof. Dr. Ahmad. 1995. Etika (Ilmu Akhlak). Jakarta: Bulan Bintang
Charisma, Drs. Moh. Chadziq. 1991. Tiga Aspek Kemukjizatan Al-Qur'an. Surabaya: PT Bina Ilmu
_____________ 2002. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: PT Ichtiar Baru Vanhoeve

Demikianlah penjelasan Kata Mutiara Tentang Cinta dan Kasih Sayang dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Mudahan Bermanfaat


0 Response to "Penjelasan tentang Kata Mutiara Tentang Cinta dan Kasih Sayang dalam Al-Qur’an dan Hadis "

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!