Pengertian Islam (Kajian Konsep Keselamatan dalam Ajaran Islam)

Advertisement

Pengertian Islam (Kajian Konsep Keselamatan dalam Ajaran Islam)

Pembahasan tentang islam dari dulu memang sudah menjadi sentral dialektika dalam berbagai disiplin keilmuan. Sebenarnya wawasan keislaman itu luas dan dapat dilihat dari berbagai aspek. Seperti yang dilakukan oleh para pemikir-pemikir pada abad sebelumnya. Mereka berupaya memahami islam dengan berbagai pendekatan yang mereka pakai. 

Islam merupakan agama yang fleksibel sehingga memberikan kemudahan bagi pemeluknya tanpa penekanan pada suatu elemen dari suatu ajaran ataupun golongan. Namun pada etape sejarahnya islam mengalami bermacam-macam intervensi dari suatu golongan, akibatnya ajaran islam yang murni itu menjadi pakaian yang diselipkan sebagai pengganti, mudahnya ajaran islam murni seakan disimpan rapi dibawah ajaran islam yang bersifat fanatic dan dogmatic.

A. Islam dalam hadis nabi Muhammad SAW

Sebagai rujukan dan re- understanding terhadap islam, ada baiknya jikalau pemahaman itu dikembailkan kepada hadis nabi Muhammad SAW. 

حدثنا عبيد الله بن موسى قال: اخبرنا حنظلة بن أبي سفيان: عن عكرمة بن خالد، عن ابن عمر رضي الله عنهما قال:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، والحج، وصوم رمضان).

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)
Kajian Konsep Keselamatan dalam Ajaran Islam 2

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak diatas tiang-tiang yang mantap.Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’.Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits.

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa rasulullah mendefinisikan islam dengan menjelaskan lima pilar yang menjadi pondasi di dalamnya. Diantaranya Pertama, yaitu dengan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah SWT dan nabi Muhammad adalah rasulnya yang mengemban tugas untuk menyampaikan risalah ilahiyah, selain itu beliau juga seseorang yang di utus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia, Sebagaimana dalam hadis:
انما بعثت لأتمم مكارم الاخلاق

“Bahwasanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”.

Yang Kedua, mendirikan shalat.

Dalam agama islam setiap pemeluknya diwajibkan untuk mendirikan shalat lima waktu yang terdiri dari dhuhur ashar, maghrib, isya’, shubuh. Secara pasti setiap kewajiban ada konskuensi tertentu baik yang positif maupun yang negative. Konsekuensi positif dari shalat banyak sekali. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek, misalnya dari aspek psikologi. Seseorang yang melaksanakan ibadah shalat dengan khusuk, maka jiwanya akan tenang. Efek positif dari shalat yang lain yaitu sebagai upaya untuk menjaga kesehatan tubuh,karena setiap gerakan yang terdapat dalam shalat terbukti mempunyai pengaruh positif tterhadap tubuh dan jiwa manusia. Muslim yang melaksanakan shalat maka allah menjanjikan kenikmatan surgawi, serta keselamatan di akhirat.

Yang ketiga, menunaikan Zakat.

Pada poin yang ketiga ini sangatlah jelas bahwa dalam islam tidak hanya mementingkan aspek vertical saja, tapi juga islam memandang akan keharmonisan hubungan pemeluknya dengan sesama. Dengan zakat ini muslim telah mengeluarkan rasa socialnya terhadap sesama, berbagi kepada sesama dan ini akan mempunyai pengaruh positif baik pada diri sendiri dan juga kepada orang lain.sebuah ketenangan akan dia dapatkan baik berupa ketenangan jiwa maupun ketenangan hati. 

Ke empat, Menunaikan Ibadah Haji.

Ibadah yang mendekatkan diri kepada allah dengan cara yang tertentu serta diyakini sebagai penyempurna dari ibadah-ibadah yang lain. Ibadah ini hanya diperuntukkan bagi umat islam yang mampu utuk melaksanakannya. Karena mengingat ibadah ini merupakan ibadah yang bisa dibilang lebih membutuhkan spiritual dan material.

Ke lima,puasa di bulan ramadhan.

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa poin yang kelima adalah ibadah puasa di bulan ramadhan. Ibadah ini merupakan upaya riyadhah untuk mendekatkan diri kepada Dzat yang maha Esa. Disamping juga ada nilai-nilai yang dapat diambil dari puasa ini. Puasa di bulan ramadhan akan menumbuhkan rasa social terhadap sesame umat manusia. Dengan berpuasa, seseorang akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kesehariannya mendapatkan kesulitan sehingga tumbuhlah kesadaran dalam dirinya.

Dari beberapa penjelasan diatas tentang lima substansi yang terdapat dalam sabda nabi tentang islam tersebut terdapat beberapa nilai-nilai tersendiri yang bertujuan untuk kemaslahatan umat islam sendiri. Dan juga mengingat ajaran islam merupakan ajaran yang kondisional, yang cocok untuk zaman dan waktu yang berbeda. Apalagi dunia kehidupan umat manusia yang selalu mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Pada konteks sekarang ini, islam harus lebih dipahami dengan mudah dan tidak menyulitkan.

Untuk mengamalkan islam dalam ruang lingkup masyarakat sekarang yang plural lagi mengglobal, paradigm yang relevan memang kemaslahatn bersama, bukan paradigma yang klaim kebenaran sepihak uang bertumpu teks kitab suci saja. Dengan bertumpu pada kemaslahatan ajaran agama akan membumi dan lebih member manfaat bagi kehidupan umat manusia.[1]

Karena lima hal yang disebutkan dalam hadis tersebut merupakan bentuk ibadah yang jika umat islam melaksanakannya dengan baik, Maka keselamatan yang akan mereka dapatkan baik di dunia maupun di akhirat. Sebagimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dalam al-Qur’an al-karim. Sejatinya manusia diciptakan oleh Allah SWT semata-mata untuk beribadah kepadanya. 

Dalam islam tidak hanya bentuk keimanan saja yang harus dimiliki oleh pemeluknya, Akan tetapi juga ada bentuk ibadah yang menjadi pilar islam. Dalam melakukan ibadah seseorang tidak diperbolehkan berkreasi, Karena ada norma-norma tersendiri di dalamnya. [2]

Ajaran islam merupakan ajaran yang mengkombinasikan antara kepercayaan dan ibadah(ritual). Menurut harun nasution ajaran islam terbagi menjadi dua, ajaran islam yang bersifat dasar dan ajaran islam yang bersifat absolute.[3] Ada empat poin ajaran islam yang sifatnya mendasar.dalam hal ini beliau menyimpulkannya dengan mencocokkan pemikiran islam.

Dengan eksistensi islam sebagai suatu agama yang bersifat fleksibel, banyak diantara beberapa golongan yang mencoba membuat terobosan baru dalam islam. Timbulnya beberapa sekte dalam islam disebabkan oleh pemahaman terhadap nash yang berbeda sehingga pada akhirnya memunculkan suatu pertanyaan dalam benak umat islam. Adanya klaim kebenaran yang mengaku bahwa islam yang paling benar adalah islamnya golongan ini. Realita ini sangat mengkhawatirkan, karena akan menimbulkan perpecahan yang semakin besar dalam islam. Mengenai hal ini rasulullah bersabda yang berawal dari pertanyaan seorang sahabat:

حدثنا سعيد بن يحيى بن سعيد القرشي قال: حدثنا أبي قال: حدثنا أبو بردة بن عبد الله بن أبي بردة، عن أبي بردة، عن أبي موسى رضي الله عنه قال: قالوا:
(يا رسول الله، أي الإسلام أفضل؟ قال: (من سلم المسلمون من لسانه ويده).

Said ibn yahya ibn said al-quraisy menceritakan kepada kami, dia berkata: bapak saya berkata abu bardah bin Abdullah bin abi bardah telah menceritakan kepada kami, diriwayatkan dari abi bardah, diriwayatkan dari abu musa ra berkata, para sahabat bertanya: wahai rasulullah! Islam yang bagaimana yang lebih baik? Kemudian rasulullah menjawab: orang yang menyelamatkan muslim lain dari lisan dan tangannya. 

Dalam hadis yang telah disebutkan di atas, seorang sahabat menanyakan tentang islam manakah yang lebih utama? Nabi pun menjawab, bahwasanya islam yang lebih utama adalah seseorang yang menyelamatkan muslim lain dari lisan dan tangannya. Yang dimaksudkan lisan disini adalah sesuatu yang semuanya bersuber dari lisan. Suatu perkataan akan mampunyai pengaruh. Karena dengan lisan seseorang dapat menaikkan serta menjatuhkan martabat seseorang yang lain. Selanjutnya nabi menyebutkan islam yang baik adalah orang yang menyelamatkan muslim yang lain dari tangannya. Setiap tindakan yang dihasilkan oleh tangan, yang bersumber dari tangannya. 

Ajaran islam menganjurkan untuk menjaga setiap perilaku. Umat islam harus berhati-hati dalam bersikap, karena secara sadar maupun tidak sadar terkadang itu semua tidak berkenan pada diri orang lain. Selayaknya, umat islam harus berperilaku baik kepada sesama maupun kepada lingkungan di sekitarnya.

KONSEP KESELAMATAN DALAM ISLAM

Keselamatan merupakan sesuatu yang diharapkan oleh semua umat manusia. Dalam islam pun tetrdapat konsep keselamatan yang dijanjikan oleh Allah SWT yang banyak dijelaskan dalam al-Qur’an. Setiap umat islam yang taat kepada allah SWT akan mendapatkan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Dan allah memerintahkan untuk selalu berada dalam lingkaran keselamatan dan tidak mengikuti langkah syaiton yang terkutuk, sebagaimana allah berfirman dalam al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِي

Apabila muslim memenuhi kewajibannya,maka Allah akan mendapatkan keselamatan sekaligus kenikmatan dunia serta akhirat. Keselamatan di dunia dapat dirasakan apabila umat islam menaati segala apa yang diperintahkan oleh Allah SWT menjauhi segala larangan-Nya. Karena ajaran dalam islam merupakan ajaran yang lurus dan berdasarkan pada kemaslahatan umat islam. 

Namun kenyataan akan berbeda jika mereka tidak menaati apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Azab akan menunggu mereka di akhirat kelak. Di duniapun mereka akan tersiksa, semisal manusia dilarang utuk mencuri namun jika mereka melanggarnya, maka tidak hanya siksa di akhirat kelak yang akan mereka terima akan tetapi juga di dunia mereka akan mendapatkan siksaan.

Tentang keselamatan dalam islam jika manusia menempuh pada jalan yang dikehendaki oleh allah akan disajikan kepada mereka berbagai kenikmatan. Kenikmtan yang serinh disebutkan dalam al-qur’an adalah surge. Surge merupakan tempat bagi orang-orang yang selama di dunia mereka taat kepada perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya.

Islam menjamin keselamatan bagi pemeluknya baik di dunia dan akhirat. Apabila seseorang telah menjalankan ajaran-ajaran yang terdapat dalam islam maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Dengan demikian, islam merupakan agama yang sebenarnya dalam menunjukkan jalan keselamatan bagi pemeluknya.

KESIMPULAN 
Islam adalah agama yang dibangun atas lima dasar yang disebut dengan rukun islam. Islam merupakan agama yang mendasarkan ajarannya pada kemaslahatn bagi pemeluknya dan juga kepada yang lain. Dalam islam, apabila seseorang yang memenuhi kewajibannya akan mendapatkan keselamatan baik di dunia dan akhirat. 

DAFTAR PUSTAKA

Hamka haq, Islam rahmah untuk bangsa(Jakarta: Wahana Semesta intermedia,2009).
Nur cholis majid, islam doktrin dan peradaban cet VI (Jakarta: paramadina,2008).
Nur cholis majid, teologi islam rasional (ciputat:ciputat press,2005).
Shahih Bukhari ,mausu’at CD-ROM.
Shahih Muslim ,mausu’at CD-ROM. 

[1] Hamka haq, Islam rahmah untuk bangsa(Jakarta: Wahana Semesta intermedia,2009)hlm 53. 
[2] Nur cholis majid, islam doktrin dan peradaban cet VI (Jakarta: paramadina,2008)hlm 59. 
[3] Nur cholis majid, teologi islam rasional (ciputat:ciputat press,2005)Hlm 65

Demikianlah Artikel Pengertian Islam (Kajian Konsep Keselamatan dalam Ajaran Islam). Salam Penulis

0 Response to "Pengertian Islam (Kajian Konsep Keselamatan dalam Ajaran Islam)"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!