Syarat Sah Mendirikan Sholat Jumat

Advertisement
Syarat Sah Mendirikan Sholat Jumat

Diantara syarat sah mendirikan sholat jumat ialah:

1. Hendaklah dilakukan di dalam negeri yang tetap atau daerah-daerah pemukiman penduduk

2. Dilaksanakan secara berjama’ah, sesuai dengan hadits yang shohih dan cara pengambilan hukum yang benar, maka berjama’ah disini setidaknya berjumlah tiga orang.

3. Hendaknya sholat jumat dikerjakan seperti waktu dzuhur, sesuai sabda Rasulullah SAW “Adalah Rasulullah SAW sholat jumat ketika telah tergelincirnya matahari” (HR Bukhari dan Anas)

4. Sholat jumat didahului oleh dua khutbah “Adalah Rasulullah SAW berkhutbah dua khutbah pada hari jumat dengan berdiri, dan beliau duduk diantara dua khutbah itu” (HR Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar)

5. Syarat-syarat imam sholat. Imam disyaratkan laki-laki, adil, dan faqih. Jadi tidak sah wanita menjadi imam bagi laki-laki. Orang fasik yang kefasikannya sangat jelas juga tidak sah menjadi imam kecuali jika ia penguasa yang sangat ditakuti. Begitu juga tidak sah orang buta huruf yang bodoh menjadi imam kecuali bagi orang-orang sepertinya, karena Rasulullah SAW bersabda,

لاَ تَؤُمَّنَّ امْرَأَةٌ رَجُلاً ، وَلاَ يَؤُمَّ أَعْرَابِيٌّ مُهَاجِرًا ، وَلاَ يَؤُمَّ فَاجِرٌ مُؤْمِنًا ، إِلاَّ أَنْ يَقْهَرَهُ سُلْطَانٌ يَخَافُ سَيْفَهُ وَسَوْطَهُ.

"Janganlah sekali-kali wanita dan orang yang berdosa menjadi imam bagi orang yang beriman, kecuali jika dia memaksa dengan kekuasaan, atau cambuknya dan pedangnya yang ditakuti"

Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan statusnya dho'if. Hanya saja mayoritas besar para ulama' cenderung mengamalkannya. Wanita bisa saja menjadi imam, namun bagi wanita-wanita, atau anak-anak, sebagaimana orang fasik boleh menjadi imam karena kondisi darurat. Orang yang paling berhak menjadi imam adalah orang yang paling ahli tentang Al-Qur'an kemudian paling tahu tentang agama Allah, kemudian orang yang paling besar ketaqwaannya, kemudian orang yang paling tua usianya, karena Rasulullah SAW bersabda:

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِى السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِى الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا وَلاَ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِى سُلْطَانِهِ وَلاَ يَقْعُدْ فِى بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ (رواه أجمد)

"Orang yang berhak mengimami manusia ialah orang yang paling tahu (qari') tentang kitabullah, jika bacaan mereka sama, maka yang paling tahu tentang sunnah, jika pengetahuan mereka tentang sunnah sama, maka yang paling dulu hijrah, jika hijrah mereka sama, maka yang paling tua umurnya. Dan tidak di imami seseorang didalam kekuasaannya (rumahnya), dan juga tidak diduduki kemuliannya melainkan telah ia izinkan" (HR. Ahmad)

Syarat Sah Mendirikan Sholat Jumat 2

6. Surat yang disunnahkan untuk dibaca ketika sholat jumat. Pada raka'at pertama setelah membaca surat al-Fatihah, imam disunnahkan membaca surat al-A'la dan membaca surat al-Ghasyiah pada Rakaat kedua setelah membaca al-Fatihah, berdasarkan hadits

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.

"Rasulullah SAW, ketika sholat id dan sholat jumat. Beliau membaca sabbihisma rabbikal A'laa (surat al-A'la) dan hal ataaka hadiitsul Ghaasyiyah (surat al-Ghasyiah), dan juga dikatakan, bahwa apabila terjadi sholat id dan sholat jumat dalam satu hari, maka nabi juga membaca dua surat itu dalam dua sholat tersebut."

Baca Khutbah Jumat Terbaru 2015:
  1. Teks Khutbah Jumat Terbaru di Tahun 2015 Cinta dunia dan takut mati 
  2. Materi Khutbah Jumat Terbaru 3 Perumpamaan Sifat Manusia dalam Al-Qur'an  
  3. Teks Khutbah Jum'at Singkat Langkah Rasulullah SAW dalam Membangun Peradaban