Review Buku Minhajul Muslim Karangan Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi

Advertisement
Review Buku Minhajul Muslim Karangan Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi
Kesempurnaan Islam tergambar dalam aturannya yang lengkap atas berbagai aspek kehidupan manusia tanpa melewatkan perkara yang kecil maupun yang besar. Pembahasan mengenai aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah dapat kita temukan aturannya di dalam agama Islam. Hanya saja sedikit sekali orang yang mampu menggali nilai-nilai tersebut secara langsung dari dua sumber utama hukum Islam; al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah.1

Namun demikian, tidak banyak dari para ulama yang menuangkannya secara lengkap dalam tulisan-tulisan mereka. Sering kali sebuah buku menjelaskan Islam hanya sebatas pada satu aspek saja, misalnya hanya aspek aqidah atau fiqih atau yang lainnya. Di sisi lain kita dapati sebuah buku membahas suatu permasalahan dalam tulisan yang panjang lebar bahkan hingga berjilid-jilid.

Buku Minhajul Muslim pantas disebut buku pegangan pokok dan rujukan hidup orang Muslim. Tidak terlalu berlebihan jika dikatakan begitu. Sebab di sana akan dibahas semua sisi kehidupan orang Muslim yang pokok meliputi aqidah, syariat atau hukum, adab, akhlak dan mu'amalah. Buku Minhajul Muslim ini merupakan satu dari sedikit karya tulis dalam bentuk ringkas yang menggambarkan ajaran Islam secara menyeluruh.2

Review Buku Minhajul Muslim

Buku ini sudah dikenal oleh kalangan masyarakat, tidak jarang ditemukan di pelbagai pondok pesantren buku ini diajarkan. Dalam tulisan ini, penulis akan sedikit mengulas paparan yang ada dalam buku tersebut.

Biografi pengarang buku Minhaj al-Muslim

Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi ialah seorang ulama Madinah terkenal yang mengajar di Universiti Islam Madinah. Beliau dilahirkan di Algeria pada tahun 1921 dan wafat pada tahun 1999. Ketika umurnya lebih kurang satu tahun, ayahnya telah meninggal dunia. Ibunya seorang yang shalihah yang unggul dalam mendidik anak berdasarkan panduan Islam.3

Beliau belajar al-Qur’an ketika beliau masih kanak-kanak saat umurnya dua belas tahun. Beliau selesai awal pendidikan di rumah, kemudian dipindahkan ke ibu kota Algeria dan bekerja sebagai seorang guru di sebuah sekolah. Selama masa itu, beliau menghadiri pelajaran oleh At-Tayyab Abu Qir dan telah mendapat penerangan-penerangan dengan cahaya kepercayaan dalam tauhid dan sunnah Nabi saw.4

Ketika penjajahan Perancis dimulai pada tahun 1952, bealiau pindah ke Madinah. Raja Saud bin Abdul Aziz adalah penguasa saat itu dan Universiti Islam Madinah yang telah dibina. Beliau pertama bekerja sebagai seorang guru di Madinah, kemudian ia bergabung dengan Universiti Madinah dan bekerja di sana. Beliau juga bekerja sebagai penasihat dan penolong5 di beberapa lembaga berkaitan dengan dunia muslim selama waktu itu.6

Sekilas mengenai buku Minhajul Muslim
Minhajul Muslim. Begitulah judul asli buku yang akan dibahas pada tulisan ini. Hans Wehr menyebutkan di dalam A Dictionary of Modern Written Arabic, makna minhaj ialah way, road, method, program. Judul buku ini dalam bahasa Arab adalah Minhajul Muslim terbitan Darul Fikr, Beirut yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Fadhli Bahri Lc, dengan judul buku “Ensiklopedi8 Muslim”. Syaikh Jabir menyusun buku Minhajul Muslim ini atas permintaan dari kawan beliau yang berada di Wujdah, Maroko untuk menuliskan kepada mereka,9 dan kemudian syaikh mengabulkan permintaan tersebut dengan cara mengumpulkan bahan-bahan rujukan yang diperlukan dan tidak lupa berdoa supaya diberikan kemudahan dalam menyusun buku tersebut.10

Kitab ini terdiri dari 5 Bab Besar yakni: 

Bab Aqidah, terdiri dari Tujuh Belas Pasal
Bab Etika, terdiri dari Empat Belas Pasal
Bab Akhlak, terdiri dari Dua Pasal
Bab Ibadah, terdiri dari Empat belas Pasal
Bab Mu’amalah, terdiri dari Tiga Belas Pasal

Setiap pasal bab ibadah dan mu’amalah terdapat materi yang terkadang banyak dan terkadang sedikit. Menurut Syaikh Jabir buku tersebut memuat prinsip-prinsip Islam beserta cabang-cabangnya, buku Minhajul Muslim merupakan jalan hidup orang Muslim, yang dapat dijadikan pegangan oleh individu, keluarga dan lembaga, di mana pun, kapan pun dan siapa pun. Berbagai permasalahan pokok diuraikan secara transparan dan padat, mengacu kepada dalil-dalil yang akurat dan kuat, karena Syaikh Jabir memiliki komitmen yang tinggi untuk mengikuti jejak salafush-shalih, terlepas dari dalil-dalil yang meragukan, apalagi dla'if, seperti yang biasa menghiasi buku-buku lain.11

Belum genap dua tahun, buku tersebut telah rampung sehingga pada cetakan-cetakan berikutnya buku ini benar-benar sudah disempurnakan sehingga layak untuk dipelajari dan diamalkan bagi kalangan muslim. Dikarenakan pada cetakan pertama hingga cetakan ketiga buku tersebut laris terjual di kalangan masyarakat, maka pada cetakan yang keempat beliau menambahkan pasal baru yaitu Ilmu Faraid yang terdapat pada bab mu’amalah serta melengkapi harakat pada nash yang ada.13 Beliau juga menambahkan I pasal yaitu perlombaan, panahan, olahraga, dan akal pada bab mu’amalah.14 Serta pasal yang menjelaskan tentang malu pada Buku tersebut merupakan panduan seorang muslim yang tidak layak jika tidak terdapat di dalam rumah setiap muslim.15

Sementara ciri bahasan dalam kitab-kitab fiqh secara umum ialah mengemukakan pendapat para imam, para mazhab, dengan dalih masalah khilafiyah atau mengacu kepada hadis kemudian memilih pendapat yang paling benar diantara pendapat berbagai madzhab, seperti yang pernah ditulis oleh Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam As Syafi’i dan Imam Ahmad, jika terdapat nash atau dalil yang tidak pasti datangnya dari al-Qur’an dan sunnah karena keduanya adalah sumber kekuatan dan kebaikan di semua waktu dan tempat.

Bab-bab yang disusun oleh syaikh cukup lengkap dan mudah bagi kita untuk menemukan permasalahan sesuai sub judul yang kita inginkan. Buku tersebut dikemas secara sistematis dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami. Sehingga tidak heran jika buku ini telah dicetak berulang kali dalam edisi aslinya dan tersebar luas di banyak negara.

Beliau bahkan berani mengklaim bahwa jika kaum muslimin mengamalkan manhaj ini dalam bab aqidah atau bab fiqh atau bab etika (akhlak), berarti ia telah mengamalkan syariat Allah dan petunjuk sunnah Rasulullah. Jadi beliau tidak mendasarkan pemahamannya kepada madzab tertentu saja, karena beliau mengungkapkan seandainya ini beliau lakukan tentu beliau sangat mampu melakukannya.16

Ini artinya beliau tidak taqlid dan ta’ashub madzhabiyyah sebagaimana orang-orang yang suka mendasarkan pendapatnya kepada salah satu pendapat saja dan meninggalkan yang lain, ternyata pendapat yang lain itu justru lebih rajih dan shahih.

Sistematika kitab ini adalah dengan mengungkapkan terlebih dahulu pokok permasalahan yang dilanjutkan dengan adanya dalil dari al-Qur’an maupun sunnah, adanya penjelasan tentang lafadh yang diara sulit untuk dipahami –yang belum bisa dikatakan dengan syarah- akan tetapi hanya sebatas semacam mufradat dari kata yang dipandang susah dipahami. Kitab ini juga didasarkan pada dalil ‘aqli.

Yang membedakan buku ini dari buku-buku sirah Nabi saw. lainnya adalah uraiannya yang lugas sekaligus menyejukkan. Buku ini tidak hanya berisikan paparan sejarah semata, namun juga kaya dengan ulasan-ulasan ayat al-Qur’an dan hadits yang berkaitan dengan fragmen-fragmen dalam kehidupan Nabi Muhammad saw. Buku ini menunjukkan kepada setiap muslim-dan bahkan setiap orang-bahwa Rasulullah saw. adalah contoh tertinggi dalam segenap aspek kehidupan. Karenanya, buku ini pun menutup setiap paparan episode sejarah beliau saw. dengan kesimpulan berupa intisari, hikmah, dan teladan yang bisa dipetik dari episode terkait untuk diikuti. Karya ini akan menghantarkan kita mengarungi keluasan samudra rahmat, keluhuran akhlak, keunggulan budi pekerti,

Contoh Kutipan Buku Minhajul Muslimi

Hadis pada Pasal ketiga belas tentang lima macam kebersihan dalam bab kedua (adab/etika).18 Seorang muslim baru disebut muslim bila terikat oleh tuntunan al-Qur’an dan sunnah.

Hal itu didasarkan pada firman Allah:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Artinya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya: “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr: 7

لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به.

Tidaklah seseorang diantara kamu disebut orang yang beriman sehingga hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang dibawa olehmu. (HR. Al-Nawawi di dalam Arba’in)

Kelebihan dan Kekurangan Minhajul Muslim


di antara kelebihan buku ini adalah acuan dalil-dalil yang shahih dari al-Qur’an dan Sunnah dalam setiap pembahasannya, kelebihan lainnya adalah: Setiap tema utama disertai dalil ayat Al Qur’an dan hadis. Kebanyakan hadis adalah hadis shahih atau setidaknya hadis hasan.23 Dalilnya tidak hanya bersifat naqli, tapi juga menggunakan aqli.24 Bersifat tematik sehingga memudahkan bagi para pembaca dalam mencari pokok permasalahan yang dihadapinya25  Banyak penjelasan pendukung tentang tema yang dibahas.

Disamping kelebihan yang dimiliki buku ini, kekurangan pun juga ditemukan di sana, di antaranya adalah: Tidak adanya kualitas hadis, meskipun mukharrijnya disebutkan26 Hanya menyebutkan redaksi hadis saja, tanpa disertai dengan sanadnya27 Dalil hadis yang digunakan ada juga yang dlaif kwalitasnya, hal ini seperti paparan pada keterangan sebelumnya.

Pengaruh buku Minhajul Muslim di Indonesia

Kitab ini sudah dikenal masyarakat, karena hampir dalam tiap pesantren selalu diajarkan kitab ini yang kebanyakan diikuti juga oleh masyarakat sekitar. Isi dalam kitab ini yang bisa dikatakan mencakup semua bahasan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bukan hanya di kalangan pesantren, akan tetapi di kalangan masyarakat pun juga diajarkan buku tersebut, karena Abu Bakar Jabir sendiri menganjurkan kepada sesama untuk memiliki dan mempelajari serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Buku tersebut sering kali digunakan sebagai ‘buku panduan’ atau bisa juga sebagai bahan rujukan dari persoalan yang mereka

Para pembaca buku ini, biasanya tidaklah melacak kwalitas hadia yang ada pada buku tersebut. Mereka berlandaskan bahwa meskipun dalil hadis yang digunakan adalah dlaif akan tetapi dalam ranah fadhail al-a’mal, maka hadis tersebut masih dijadikan hujjah. Meskipun pengarang sendiri terkadang mencantumkan kwalitas hadis tersebut.

Diakui banyak orang bahwasanya buku ini layak untuk dipelajari dan diamalkan karena isi yang di dalamnya -hampir sudah- mencakup semua isi bahasan, baik dalam masalah aqidah, akhlak dan yang lain. Kiranya, buku ini bisa dijadikan sebagai buku pedoman atau buku rujukan dalam memahami persoalan yang ada di kalangan masyarakat.

Demikianlah sedikit isi paparan makalah kami. Dengan segala kerendahan hati, penulis sadar kalau makalah ini sangat jauh untuk dikatakan sempurna, baik tentang pemahaman kami tentang isi dari buku tersebut. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan sebagai evaluasi makalah mendatang. Terima kasih...


DAFTAR PUSTAKA

Aini, Musthofa dkk. 2006. Konsep Hidup Ideal dalam Islam Terj. Minhajul Muslim. Jakarta: Darul Haq

Bahri, Fadhli. 2000. Ensiklopedi Muslim Terj. Minhajul Muslim. Jakarta: Darul Falah

CD ROM al-Mausu’ah al-Hadis al-Syarif. Global Islamic Software 1991-1997

DVD ROM al-Maktabah al-Syamilah 2001. Solo: Pustaka Ridwana

El Jazairi, Abu Bakar Jabir. 2006. Minhajul Muslim; Kitab Aqaid wa Adab wa Akhlaq wa Ibadat wa Mu’amalat. Beirut: Dar al-Bayan li ‘Ulum al-Qur’an

El Jazairi, Abu Bakar Jabir. 1993. Pola Hidup Muslim (Minhajul Muslim); Aqidah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

El Jazairi, Abu Bakar Jabir. 1993. Pola Hidup Muslim (Minhajul Muslim); Etika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

0 Response to "Review Buku Minhajul Muslim Karangan Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!