Hari Valentine dibolehkan dalam Islam, Asalkan Mengikuti ketentuan Berikut !!!

Advertisement
Hari Valentine atau Valentine’s day yang jatuh pada tanggal 14 Februari merupakan hari yang sangat dinanti bagi sebagian remaja kita. Tidak hanya itu, bak magnet yang dapat menarik sebuah besi, perayaan ini juga menarik minat beberapa elemen masyarakat. Sepasangan suami istri, kakak dan adik, teman sebaya, sahabat terdekat, teman sekantor bahkan orang tua dan anak pun tidak luput untuk merayakan hari bersejarah ini. Mereka meyakini bahwa 14 februari adalah hari yang paling tepat dalam mengungkapkan perwujudan cinta kasih kepada sesama. 

Boleh jadi tanggal 14 februari yang jatuh di tiap tahunya merupakan tradisi yang wajib dilakukan oleh sebagian saudara kita. Dan seiring dengan masuknya beberapa trend barat ke dunia Islam, perayaan spesial ini mendapat sambutan hangat dari kawula muda. Sebagai ajang bertukar kado, pemberian uangkapan cinta, berpakaian yang serba pink, hingga berbagai ekspresi ungkapan kasih sayang ditemukan di tiap sudut kota. 
Haramkah Valentine's Day dalam Islam
Hukum Hari Valentine (foto: amusingfun.com) 
Dari perilaku masyarakat yang mengikuti trend barat ini, setidaknya berikut permasalahan yang sering muncul:

Bagaimanakah sebenarnya tanggapan Islam terhadap semarakanya perayaan ini? Apakah diharamkan? Atau dibolehkan dengan pertimbangan tertentu? Ataukah budaya ini adalah tradisi halal yang boleh di peringati.

Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, setidaknya tulisan ini mencoba memberikan gambaran umum mengenai sejarah valentine’s day, manfaat yang dapat diambil dari perayaan tersebut, hingga dampak yang akan didapatkan saat memperingatinya? Dan terakhir akan diberi kesimpulan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ini. 

Cikal Bakal Sejarah Hari Valentine 14 Februari yang Menjadi Tradisi di Dunia hingga Merambah ke Indonesia.

Untuk mengetahui secara spesifik tentang perayaan 14 februari ini, akan kami kutipkan 2 referensi mengenai awal mula terjadinya tradisi ini. Sebagaimana yang disebutkan dalam Wikipedia ada beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi hari ini dijadikan sebagai hari bersejarah di antaranya:

1. Pada tahun 1980-an, sebuah industri berlian menggunakan hari Valentine sebagai ajang untuk mempromosikan berlian yang dibingkai dalam pemberian perhiasan.

2. Pada Abad ke-19 dijadikan Sebagai Awal Produksi Kartu Ucapan secara Massal. Pertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern yang berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. 

3. Pada abad ke-20, tradisi bertukaran kartu semakin meluas hingga berbentuk pemberi cokelat dan mawar dari pria ke wanita. 

4. Perayaan Kesuburan bulan Februari. Pada kalender Athena kuno disebutkan bahwa pertengahan Januari hingga pertengahan Februari merupakan bulan Gamelion yang melambangkan pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Selain itu Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, yaitu sebuah ritual penyucian para pendeta Lupercus. Mereka meyakini jika menyentuh pendeta yang telah disucikan akan dikaruniai keturunan dan proses melahirkan akan berlangsung lebih mudah.

5. Sebagai Hari Raya Gereja, Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908)[2], Valentinus paling orang suci yang berbeda-beda diantaranya: Seorang uskup Interamna (modern Terni), Seorang pastor di Roma dan seorang martir di provinsi Romawi Africa. Meskipun bertujuan untuk mengungguli hari raya 15 Februari. Mereka meyakini jika merayakan hari 14 Februari akan menambah rasa cinta mereka

6. Era abad pertengahan 14 Februari dipercayai sebagai hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Hingga diabadikan dalam sebuah karya sastrawan Inggris dengan judul Percakapan Burung-Burung.

Untuk keterangan lebih lanjut Anda dapat membaca secara detail di situs resmi Wikipedia (Hari Kasih Sayang

Di dalam situs rumayso.com disebutkan ada beberapa versi terkait sejarah Velentine’s day ini, berikut kutipannya:
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. 

Beberapa Manfaat dalam Perayaan Hari Valentine yang banyak diyakini Masyarakat

Sebelum Kami menjelaskan mengenai manfaat apa saja yang akan diperoleh saat memperingati hari valentines’s day yang banyak diyakini masyarakat modern ini, ada baiknya memperhatikan beberapa tujuan yang hendak dicapai saat perayaan ini dilaksanakan pada tahun-tahun yang telah kami sebutkan di atas.

Sesuai dengan realitas sejarah yang kami sebutkan di atas, secara umum ada satu manfaat yang akan didapatkan bilamana tradisi dirayakan saat itu yaitu bermanfaat dalam pengembangan bisnis. Tujuan utama dari peringatan hari valentine’s day adalah keperluan mempromosikan kartu ucapan dan perhiasan. Seiring dengan berkembangan zaman, valentine’s day bermanfaat bagi pedagang yang memiliki bisnis boneka, cokelat, baju dan lain-lain. 

Pertanyaannya: Apakah mempromosikan hari Valentine dengan menjual atribut valentine’s day diperbolehkan dalam Islam? Padahal dagangan yang diperjualbelikan merupakan dagangan halal. Nah, bagaimanaka Islam menjelaskan hal tersebut? 

Pertanyaan ini kami masukkan ke dalam bagian analisis, yang akan kami jawab setelah melakukan analisis terhadap pertimbangan manfaat dan mudharat yang dikaitkan dengan dalil-dalil pendukung.

Terkait dengan manfaat dari hari valentine yang diyakini masyarakat, rata-rata menyebutkan bahwa hal tersebut berguna untuk menjalin silaturrahim serta meningkatkan rasa kekerabatan di antara mereka. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengutip dalil al-Qur’an maupun hadis sebagai landasan pendapat tersebut. 

Memang benar ada beberapa dalil yang memerintahkan untuk menjalin silaturrahim, menjalin hubungan harmonis dengan pasangan (suami atau istri), dan berbakti kepada orang tua.

Pertanyaanya, Apakah pengaktualisasian hadis maupun al Qur’an yang direalisasikan dalam hari valentine’s day di bolehkan dalam Islam? Akan kami jawab juga di bagian analisis.

Dampak Umum yang Terjadi Saat Perayaan Valentine Day Dilaksanakan di Masyarakat

Sebagaimana yang disebutkan dalam republika.co.id: "Perayaan hari valentine yang jatuh setiap 14 Februari disinyalir akan mempengaruhi kebiasaan seks bebas dikalangan remaja. Valentine dengan segala bentuk perayaannya selalu identik dengan hal yang jauh dari norma agama, seperti pesta, minuman keras, dan seks bebas". (baca selengkapnya: Efek Negatif 14 Februari).

Selain republika.co.id, Swaranews.com juga memberitakan hal yang sama “berdasarkan beberapa data yang dikeluarkan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan lembaga pemerintah lainnya. Dibeberapa kota besar, efek dari gencarnya perayaan hari valentine adalah menghilangnya nilai-nilai spiritualitas dan moralitas dalam diri remaja Indonesia juga dapat menghilangkan budaya ketimuran luhur yang selama ini melekat". Selengkapnya Velentine menyesatkan remaja.

Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mengeluarkan surat imbauan agar para pelajar dan sekolah menghindari perayaan Valentine’s Day. Surat tersebut dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Depok, Herry Pansila, bahkan sejak jauh—jauh hari, tepatnya 28 Januari 2016. Beritanya bisa di akses Imbauan Pemkot Depok

Kami hanya mengutip sebagian berita dari beberapa situs yang ada di internet, untuk mengetahui berita lain terkait dampak negatif tersebut, Anda dapat memasukkan kata yang kami tandai kuning ini site:.com/berita "dampak negatif valentine day" ke dalam pencarian webbrowser Anda, bisa Google.com, Yahoo.com ataupun Bing.com).

Analisis terhadap Kebolehan Merayakan Hari Valentine’s Day dengan Pertimbangan Manfaat dan Mudharat yang Dikaitkan dengan beberapa Hadis

Berdasarkan uraian di atas, setidaknya ada dua permasalahan umum yang terjadi di masayarakat terkait dengan perayaan hari valentine.

Pertama, bagaimanakah hukum menyebarkan edaran valentine’s day untuk meningkatkan penjualan produk/bisnis kita?

Kedua, bagaimanakah hukum menjalin silaturrahim dengan memanfaatkan hari valentine’s day?

Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, kami tekankan bahwa analisis ini tidak berkaitan dengan persoalan akidah, karena kami meyakini bahwa segala sesuatu yang berkaitan dngan peringatan (tradisi) yang tidak ada tuntunanya dalam Islam bahkan cenderung mendukung perayaan nonmuslim, tidak kami sepakati hukum kebolehan atas perayaan tersebut.

Berbeda lagi, jika ada orang yang mengaitkan hari valentine dengan pertimbangan terdapat manfaat (maslahah) dan kerusakan (mudharat). Seperti yang kami sebutkan di atas: perayaan hari valentine memiliki manfaat dan mudharat bagi masyarakat. Sehingga alur berpikir ini yang akan kami gunakan untuk menjawab kedua pertanyaan di atas. 

Dalam menjawab kedua pertanyaan di atas, kami kutipkan kaidah fikih berikut:

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَىٰ جَلْبِ الْمَصَالِحِ

Menolak mudharat (bahaya) lebih didahulukan dari mengambil manfaat

Berdasarkan kaidah fikih, "jika terdapat dua pertimbangan antara maslahat (manfaat) dan mudharat (kerusakan) maka yang lebih diutamakan adalah menghindari mudharat daripada mengambil manfaat". Maka dalam hal ini, valentines day’s tidak dianjurkan untuk dirayakan karena terdapat lebih banyak kerusakan yang akan timbul daripada manfaat yang akan didapatkan sebagaimana yang telah kami uraikan di atas.

Nah bagaiamakah jika saya melakukannya, namun tidak menimbulkan kerusakan? Apakah hal itu dibolehkan? Sedangkan saya ingin menafkahi keluarga melalui penjualan atribut tersebut? Ataukah saya ingin menjalin silaturrahim dengan keluarga terdekat dengan merayakan hari valentine? Dimanakah toleransi Islam?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami akan bertanya balik. Apakah tidak ada cara halal lain untuk mempromosikan bisnis Anda. Kenapa tidak menempuh jalan lain. Begitu juga apakah tidak ada hari lain selain tanggal 14 februari untuk menjalin silaturrahim dengan orang terdekat. Bahkan jika hal tersebut dilakukan, cenderung meniru orang nonmuslim. Sebagaimana dalam beberapa hadis disebutkan: 

Dari Amr ibn Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Rasulullahshallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَلَا بِالنَّصَارَى فَإِنَّ تَسْلِيمَ الْيَهُودِ الْإِشَارَةُ بِالْأَصَابِعِ وَتَسْلِيمَ النَّصَارَى الْإِشَارَةُ بِالْأَكُفِّ

Bukan termasuk golongan kami siapa yang menyerupai kaum selain kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi, juga Nashrani, karena sungguh mereka kaum Yahudi memberi salam dengan isyarat jari jemari, dan kaum Nasrani memberi salam dengan isyarat telapak tangannya” (HR Tirmidzi, hasan)

Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

Dari Umar radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

بعثت بين يدي الساعة بالسيف حتى يعبد الله تعالى وحده لا شريك له و جعل رزقي تحت ظل رمحي و جعل الذل و الصغار على من خالف أمري و من تشبه بقوم فهو منهم

Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat hingga mereka menyembah Allah Ta’ala semata dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatupun, dan telah dijadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku, dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa yang menyelisihi perkaraku. Dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani)

Juga terdapat hadits dalam masalah menyelisihi kaum musyrikin yaitu dari Ibn Umar dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot, pendekkanlah kumis”(Muttafaqun ‘alaih)

Dari Ya’la ibn Syaddad ibn Aus dari bapaknya beliau berkata, Rasulullahshallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْيَهُودَ فَإِنَّهُمْ لَا يُصَلُّونَ فِي نِعَالِهِمْ وَلَا خِفَافِهِمْ

Selisihilah kaum Yahudi karena sesungguhnya mereka tidak pernah shalat dengan memakai sandal mereka dan tidak pula dengan khuf mereka” (HR Abu Dawud, sanadnya hasan)

Mudahan tulisan ringkas ini bermanfaat, baca juga Tidak ditemuan perintah sunat (khitan) dalam Islam. Dan kami tutup dengan mengutip salah satu kutipan ayat:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa`at bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Adz Dzaariyaat. 55).

Jika artikel Hari Valentine dibolehkan dalam Islam ini bermanfaat, Kami sangat berterima kasih jika para pembaca bersedia mensharenya. Bagi Anda yang ingin berlangganan artikel terbaru kami, silahkan memasukkan email Anda di kotak yang telah kami sediakan di bawah tulisan ini.

Ditulis oleh Muh. Akbar Ilyas, Yogyakarta, 13 Februari 2016.