Dampak Perang Salib terhadap Dunia Islam

Advertisement
Perang salib berasal dari bahasa Arab: صليبة yang berarti kayu palang, tanda salib (dua batang kayu yang bersilang).[1] Dalam Ensiklopedia Islam, dijelaskan bahwa perang salib ialah gerakan kaum Kristen di Eropa yang memerangi umat Islam di Palestina secara berulang-ulang, mulai dari abad XI sampai pada abad XIII M. untuk membebaskan Baitul Maqdis dari kekuasaan Islam dan bermaksud menyebarkan agama, dengan mendirikan Gereja dan kerajaan latin di Timur.

Dikatakan salib, karena setiap orang Eropa yang ikut bertempur menggunakan tanda salib di dada kanan sebagai bukti kesucian cita-cita mereka.[2] Dipertegas oleh Philip K Hitty bahwa perang salib adalah perang keagamaan selama hampir dua abad sebagai reaksi umat Kristen di Eropa terhadap umat Islam di Asia, setelah kota-kota penting dan tempat suci Kristen diduduki umat Islam seperti: Suriah, Asia kecil, Spanyol dan Sycilia. Perang tersebut merupakan suatu ekspedisi militer dan terorganisir untuk merebut kembali terutama tempat suci di Palestina.[3]

Pengaruh Perang salib terhadap Perkembangan Islam
Sebab Terjadinya Serang Salib

Jika dilihat secara sepintas, terlihat bahwa perang salib ini adalah perang yang disebabkan karena adanya dugaan bahwa pihak Kristen dalam melancarkan serangan tersebut didorong oleh motivasi keagamaan, selain itu mereka menggunakan symbol salib. Namun jika dicermati lebih mendalam akan terlihat adanya beberapa kepentingan individu yang turut mewarnai perang salib ini.[4]Adapun penyebab perang salib ini, diantaranya:[5]

1. Perang salib terjadi karena adanya konflik lama antara Timur dengan Barat, dalam hal ini antara orang Islam dengan orang-orang Kristen, untuk saling menguasai. Pemunculan Islam yang cepat menimbulkan suatu goncangan bagi seluruh Eropa Kristen sehingga pada abad XI pasukan orang Kristen Barat diarahkan untuk melawan Islam.

2. Pelaksanaan ziarah orang Kristen di Yerussalem semakin bergairah pada abad II dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Karena Yerussalem dan Palestina berada di bawah kekuasaan Turki, tidak jarang para jemaah Kristen mendapat perlakuan yang tidak baik dan dirampok. Informasi mengenai perlakuan demikian cenderung berkembang dan secara berlebihan sehingga menimbulkan reaksi keras orang Kristen di seluruh dunia.

3. Pada masa itu, Eropa Kristen ditandai oleh kekacauan feodalisme. Raja dan pangeran terlibat perang satu sama lain. Sehubungan dengan itu, orang Kristen dengan dukungan Paus berusaha memanfaatkan semangat perang internal agama menjadi perang antar agama-agama. Dalam hal ini semangat perang orang Kristen disalurkan untuk memerangi orang Islam.

Dampak Perang Salib terhadap Islam

Perang Salib yang terjadi sampai pada akhir abad XIII memberi pengaruh kuat terhadap Timur dan Barat. Di samping kehancuran fisik, juga meninggalkan perubahan yang positif walaupun secara politis, misi Kristen-Eropa untuk menguasai Dunia Islam gagal. Perang Salib meninggalkan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan Eropa pada masa selanjutnya. 

Akibat yang paling tragis dari Perang Salib adalah hancurnya peradaban Byzantium yang telah dikuasai oleh umat Islam sejak Perang Salib keempat hingga pada masa kekuasaan Turki Usmani tahun 1453. Akibatnya, seluruh kawasan pendukung kebudayaan Kristen Orthodox menghadapi kehancuran yang tidak terelakkan, yang dengan sendirinya impian Paus Urban II untuk unifikasi dunia Kristen di bawah kekuasaan paus menjadi pudar.

Perubahan nyata yang merupakan akibat dari proses panjang Perang Salib ialah bahwa bagi Eropa, mereka sukses melaksanakan alih berbagai disiplin ilmu yang saat itu berkempang pesat di dunia Islam, sehingga turut berpengaruh terhadap peningkatan kualitas peradaban bangsa Eropa beberapa abad sesudahnya. Mereka belajar dari kaum muslimin berbagai teknologi perindustrian dan mentransfer berbagai jenis industri yang mengakibatkan terjadinya perubahan besar-besaran di Eropa, sehingga peradaban Barat sangat diwarnai oleh peradaban Islam dan membuatnya maju dan berada di puncak kejayaan. 

Bagi umat Islam, Perang Salib tidak memberikan kontribusi bagi pengebangan kebudayaan, malah sebaliknya kehilangan sebagian warisan kebudayaan. Peradaban Islam telah diboyong dari Timur ke Barat. Dengan demikian, Perang Salib itu telah mengembalikan Eropa pada kejayaan, bukan hanya pada bidang material, tetapi pada bidang pemikiran yang mengilhami lahirnya masa Renaisance. Hal tersebut dapat dipahami dari kemenangan tentara Salib pada beberapa episode, yang merupakan stasiun ekspedisi yang bermacam-macam dan memungkinkan untuk memindahkan khazanah peradaban Timur ke dunia Masehi-Barat pada abad pertengahan.

Di bidang seni, kebudayaan Islam pada abad pertengahan mempengaruhi kebudayaan Eropa. Hal itu terlihat pada bentuk-bentuk arsitektur bangunan yang meniru arsitektur gereja di Armenia dan bangunan pada masa Bani Saljuk. Juga model-model arsitektur Romawi adalah hasil dari revolusi ilmu ukur yang lahir di Eropa Barat yang bersumber dari dunia Islam.

Perang Salib memberi kontribusi kepada gerakan eksplorasi yang berujung pada ditemukannya benua Amerika dan route perjalanan ke India yang mengelilingi Tanjung Harapan. Pelebaran cakrawala terhadap peta dunia mempersiapkan mereka untuk melakukan penjelajahan samudera di kemudian hari. Hal tersebut berkelanjutan dengan upaya negara-negara Eropa melaksanakan kolonisasi di berbagai negeri di Timur, termasuk Indonesia.

Bagi dunia Islam, Perang Salib telah menghabiskan asset kekayaan bangsa dan mengorbankan putera terbaik. Ribuan penguasa, panglima perang dan rakyat menjadi korban. Gencatan senjata yang ditawarkan terhadap kaum muslimin oleh pasukan salib selalu didahului dengan pembantaian masal. Hal tersebut merusak struktur masyarakat yang dalam limit tertentu menjadi penyebab keterbelakangan umat Islam dari umat lain.[6]

Catatan Kaki

[1] Ahmad Warson Munawwir, Kamus Arab Indonesia (Cet. XIV; Surabaya: Pustaka Progressif, 1997), h. 787 

[2] Lihat Dewan Redaksi, Ensiklopedia Indonesia, jilid I (Cet. III; Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), h. 20 

[3] Lihat Philip K. Hitty, The Arab A Short diterjemahkan oleh Usuluddin Hutagalung dengan judul Sejarah Ringkas Dunia Arab (Cet. II; Bandung: Vorkink Van Hoeve, t. th), h. 224 

[4] K. Ali, op. cit., h. 412 
[5] Ajid Thohir, op. cit., h. 136 Lihat juga K. Ali, op. cit., h. 412-413 


0 Response to "Dampak Perang Salib terhadap Dunia Islam"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!