Bolehkah Kurban Idul Adha diniatkan Untuk Orang yang telah Meninggal?

Advertisement
Berqurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal Dunia -  Berqurban pada dasarnya disyariatkan hanya untuk yang hidup sebab tidak terdapat riwayat dari Rasulullah s.a.w., tidak pula dari para sahabat yang menerangkan bahwa mereka berqurban untuk orang-orang yang sudah meninggal.

Kecuali jika semasa hidup ingin melakukan sesuatu namun tidak pernah dilakukan hingga meninggal. Pengecualiaan ini seputar (1) karena ada wasiat dari si mayit semasa hidupnya; (2) karena ketika masih hidup pernah bernadzar akan berqurban.

Kedua permasalah ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi, sehingga ahli waris dituntut untuk mewakilkan di mayit melaksakannnya. 

Putera-puteri Rasulullah s.a.w. telah meninggal saat beliau masih hidup, demikian pula telah meninggal isteri-isteri dan kerabat-kerabatnya dan Rasulullah tidak berqurban untuk satu orangpun dari mereka.

Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal
Niat Berkurban Untuk si Mayit / Speakupforthevoiceless.org

Beliau tidak berqurban untuk pamannya (Hamzah), tidak juga untuk isterinya (Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah), tidak pula untuk ketiga puterinya, dan seluruh anak-anaknya.

Seandainya ini termasuk perkara yang disyariatkan, niscaya Rasulullah s.a.w. akan menerangkannya dalam sunnahnya baik itu ucapan maupun perbuatan.

Baca Juga: Bolehkah Kulit dan Daging Hasil Sebelihan Kurban Dijual?



0 Response to "Bolehkah Kurban Idul Adha diniatkan Untuk Orang yang telah Meninggal?"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!