Materi Khutbah Jumat Kiat Manggapai Kesuksesan Dunia Akhirat Ala Nabi Ibrahim

Advertisement
Materi Khutbah Jumat Manggapai Kesuksesan 
Dunia Akhirat Ala Nabi Ibrahim

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَه إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا بَيْنَ يَدَىِ السَّاعَةِ ، مَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشَدَ ، وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَدْ غَوَى. نَسْأَلُ اللَّهَ رَبَّنَا أَنْ يَجْعَلَنَا مِمَّنْ يُطِيعُهُ وَيُطِيعُ رَسُولَهُ وَيَتَّبِعُ رِضْوَانَهُ وَيَجْتَنِبُ سَخَطَهُ فَإِنَّمَا نَحْنُ بِهِ وَلَهُ, }يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا (۷٠) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ }{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوااللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kaum muslimin, sidang jama'ah jum'at yang dimuliakan Allah swt

Merupakan suatu keharusan bagi kita manusia yang sadar akan kelemahan-kelemahan yang kita miliki, untuk selalu dan senantiasa menjadikan diri kita sebagai hamba yang senantiasa menyandarkan rasa kesyukuran kita, puncak rasa terima kasih kita kepada Allah swt, Zat yang hingga detik ini telah membuktikan dengan segala kelebihan.

Karunia yang dia curahkan kepada kita, bahwa dialah Zat yang paling penyayang, paling pengasih, tidak ada yang menandingi rasa kasih sayang dan kasihnya.. tidak ada yang menyamai bentuk anugerah yang di berikannya kepada kita yang hadir disini, dimana Allah masih menanamkan keimanan, ke islaman dan ketaqwaan dalam sanubari kita.. juga Allah masih menyandingkan raga kita dengan kesehatan dan kemampuan, yang itu semua merupakan jalan lebar bagi kita menjadi orang-orang sukses sesuai dengan tolak ukur Allah swt.

Kaum muslimin rahimakumullah..

Keniscayaan rasa syukur, tak pelak lagi menjadi sebuah keharusan, maka juga, penting bagi kita untuk mencari cara mengungkapkan rasa syukur kita terhadap nikmat-nikmat yang Allah beri tersebut.. ungkapan rasa syukur yang memang dikehendaki Allah atas semua hambanya yang mencicipi setetes rahmatnya di dunia ini.

Jika seorang anak, yang di biayai oleh orang tuanya untuk belajar, maka ungkapan rasa terima kasih yang paling bijak adalah belajar dengan sebaik-baiknya dan menunjukkan keberhasilan dalam belajar, jika seorang atlit, di biayai untuk berlatih, maka ungkapan rasa terima kasih yang paling baik adalah menunjukkan prestasi gemilang pada cabang atlit yang digeluti, maka jika Allah memberikan kenikmatan kepada kita, ungkapan rasa syukur yang paling puncak adalah menjadi hamba yang berhasil di mata Allah swt.. lalu bagaimana tolak ukur keberhasilan Allah atas hambanya..??

Kaum muslimin rahimakumullah

Kesuksesan dan keberhasilan, selain menjadi ungkapan rasa syukur yang paling baik, juga menjadi dambaan tiap manusia dipersada bumi ini, terkhusus bagi kita orang-orang beriman, bahkan untuk itu, kita tak bosan-bosannya memanjatkan do'a kepada Allah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Tinggal sekarang, kita menemukan alur keberhasilan yang ditetapkan oleh Allah swt, alur keberhasilan tersebut, tentunya dapat kita temukan dan simpulkan pada pola hidup dan tingkah laku manusia yang dimata Allah sudah bisa mencapai derajat sukses.. siapakah dia? Dialah nabi Ibrahim Alaihi as-Salam, manusia yang dalam hidupnya telah melewati berbagai ujian yang Allah berikan dengan nilai sempurna, hal itu jelas terpampang dengan berbagai derajat dan titel emas yang disandangnya antara lain:

Pertama, Allah menjadikannya kekasih:

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً

"Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih"

Jika kita bandingkan, seorang lelaki yang memiliki kekasih, maka dia tidak akan segan-segan untuk memberikan segala yang kekasihnya inginkan, jika dia tidak punya maka dia akan mati-matian berusaha untuk memenuhi apa yang kekasihnya minta.. maka, jika seseorang telah menjadi kekasih Allah, tidak ada lagi permintaan yang tidak bisa kita dapatkan.. karena tentunya kekasih kita adalah Dzat yang bisa memenuhi segalanya, dan itu telah di raih oleh nabi Ibrahim AS

Kedua, Allah menjadikannya pemimpin bagi seluruh manusia:

قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا 

"Berkata (Allah): sungguh aku menjadikan mu pemimpin bagi manusia"

Seorang yang bisa memimpin tentunya memiliki kelebihan-kelebihan dibanding manusia lainnya, apalagi ukuran kelebihan itu langsung di ukur oleh Allah swt, maka bisa kita yakini bahwa Ibrahim juga telah mencapai tingkat kematangan sifat dan sikap, kesabaran,kebijaksanaan, pengorbanan dan berbagai sifat baik lainnya yang bisa memantaskan dirinya sebagai pemimpin untuk seluruh manusia.

Ketiga, Allah menyatakan langsung bahwa Ibrahim sukses di dunia, dan di akhirat Ibrahim termasuk orang yang shaleh:

وَآتَيْنَاهُ فِي الْدُّنْيَا حَسَنَةً وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

"Dan telah kami berikan padanya (Ibrahim) kebaikan (kesuksesan/keberhasilan) di dunia, dan di akhirat dia sungguh termasuk orang saleh"

Dari ayat diatas ini, dapat di tentukan, tingkat kesuksesan yang telah Ibrahim dapatkan, yaitu kesuksesan yang berjenjang dan sempurna, dimana sukses dunia ia raih dan juga sukses akhirat yang di tandai dengan derajat kesalehan, bahkan dalam sebuah hadits qudsi dinyatakan:

"Aku persiapkan untuk hambaku yang saleh, karunia yang tidak pernah di lihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga dan tidak pernah terhayalkan oleh manusia"

Salah satu bukti yang juga menguatkan bahwa Ibrahim adalah sosok manusia yang sukses adalah perintah Allah kepada nabi Muhammad untuk mengikuti millah Ibrahim:

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

"Kemudian kami wahyukan padamu (Muhammad) hendaklah engkau mengikuti millah Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik"


Begitu pula dengan kita umat nabi muhammad, diperintahkan bagi kita, untuk mengikuti millah Ibrahim:

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ فَاتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا

"Katakanlah.. maha benar Allah, dan hendaklah kalian mengikuti millah Ibrahim yang lurus"

Dan tentunya dengan kesuksesan yang di dapatkan Ibrahim, kita akan selalu menjadikannya tolak ukur jika hendak bershalawat kepada nabi Muhammad dan keluarganya.

Dan masih banyak lagi tentunya bukti-bukti kesuksesan nabi Ibrahim.. dengan begitu maka kita tidak perlu lagi berpikir ulang untuk senantiasa mengikuti pola hidup nabi Ibrahim agar bisa menjadi hamba sukses selanjutnya.. dengan menganalisis pola hidup nabi Ibrahim, maka kita dengan sendirinya bisa merumuskan kiat-kiat sukses yang wajib kita jalani dan perjuangkan, diantaranya:

Pertama, Lulus ujian dengan baik.. hal ini merupakan sebuah keniscayaan bagi orang yang ingin maju, begitu pula dengan kehidupan nabi Ibrahim yang mulai di isi dengan berbagai ujian semenjak ia di asingkan dari raja namrud di dalam gua, kemudian pencariannya terhadap tuhan yang hakiki, penentangannya terhadap kaumnya yang menyembah berhala, di masukkannya nabi Ibrahim kedalam api, diperintahnya untuk membangun ka'bah, hingga ujian dimana dia harus menyembelih ismail, anaknya yang begitu ia cintai dan ia harapkan akan meneruskan dakwahnya..

Seluruh rangkaian ujian itu Ibrahim jalani dengan sabar dan penuh perjuangan.. maka begitu pula tiap manusia dengan segala ujian yang berbeda di hidup mereka yang juga berbeda-beda.. maka jika kita ingin sukses, nilai kesabaran dan pengorbanan harus kita tanam dalam diri kita sedari dini.

Materi Khutbah Jumat Kiat Manggapai Kesuksesan Ala Nabi Ibrahim

Kedua, Memiliki iman dan aqidah yang murni, ini bisa di lihat dari penolakan nabi Ibrahim atas tawaran malaikat untuk menolong Ibrahim ketika hendak di bakar, dengan menyatakan bahwa dirinya hanya menggantungkan hidup dan matinya pada Allah swt, dengan begitu Allah sendiri yang berfirman, menyuruh agar api yang panas berubah menjadi dingin dan menyelamatkan Ibrahim:

يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

"Wahai api, jadilah dingin dan menyelamatkan Ibrahim"

Karena hanya dengan iman dan aqidah yang murni, bisa menjadikan tiap amal kita bernilai ibadah di mata Allah swt, dan dengan dasar keimanan, maka orientasi seseorang untuk selalu berbuat baik akan terus ada hingga dirinya kembali kedalam tanah, sebab tujuannya semata-mata karena ridho Allah dan Ridho Allah tidak akan pernah nyata kita dapatkan hingga kita kembali ke hariba'anNya.

Dan juga hanya dengan iman dan aqidah yang murnilah yang bisa memadamkan api-api namrud, api-api yang di era sekarang telah memiliki berbagai macam bentuk godaan dan kemaksiatan yang kapan saja bisa membakar diri kita, sebagaimana yang dinyatakan iqbal dalam sya'irnya:

Di tengah-tengah api namrud
Milikilah iman Ibrahim
Niscaya akan engkau dapatkan
Taman-taman jannatun na'im


Ketiga, Memiliki ketaatan yang spontan dan keberislaman yang menyeluruh sebagaimana firman Allah swt:

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

"Dan tatkala tuhannya berkata islamlah engkau! Dia (Ibrahim) menjawab, aku berislam kepada tuhan seluruh alam"

Kepatuhan dan keberislaman yang taat menjadi tanda bahwa keyakinan kita akan keadilan Allah atas kebaikan diri kita tidak perlu di ragukan lagi, dan itu tentunya menajdi modal besar kita untuk meraih kesuksesan yang Allah ujikan dalam tiap perintahnya kepada semua hambanya.

Kesiapan pengorabanan, meski yang dikorbankan adalah hal yang paling kita cintai.

Hal ini pun telah di contohkan oleh nabi Ibrahim dengan pasrahnya ia untuk mengorbankan ismail yang begitu ia cintai.. dan ia yakin bahwa Allah adalah zat yang mengharamkan kezhaliman atas dirinya dan juga atas hambanya,, maka begitu pula dengan kita.. 

Jika kita hendak menajdikan diri kita hamba yang sukses maka kita harus rela mengorbankan ismail-ismail kita yang bisa dengan berbagai macam tafsiran, mulai dari hal-hal yang besar seperti kecintaan kita yang terlalu buat istri dan anak kita. Pekerjaan kita, teman-teman kita dan segala hal yang bisa menomor dua kan Allah di hati kita…

Kaum muslimin rahimakumullah

Maka di hari jum'at ini, mari kita tekadkan dalam hati kita, rasa sadar berislam dan jiwa yang siap berkorban untuk masuk dalam ranah perjuangan menjadi hamba yang berhasil dengan mengikuti pola hidup dan kiat sukses ala nabi Ibrahim, sebagai bentuk syukur dan perwujudan kita menjadi ahsanu taqwim.

Untuk materi khutbah lainnya bisa Anda temukan pada halaman berikut:
  1. Kumpulan Khutbah Jumat Bahasa Indonesia
  2. Kumpulan Khutbah Jumat Bahasa Jawa
  3. Kumpulan Khutbah Jumat Bahasa Sunda
  4. Kumpulan Khutbah Idul Adha Singkat
  5. Kumpulan Naskah Ceramah dan Kultum

Link unduhan Materi Khutbah Jumat Kiat Manggapai Kesuksesan Dunia Akhirat Ala Nabi Ibrahim Klik untuk Download


0 Response to "Materi Khutbah Jumat Kiat Manggapai Kesuksesan Dunia Akhirat Ala Nabi Ibrahim"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!