Hadis tentang Keadaan Manusia di dalam Kuburan

Advertisement
Tongkrongan Islam - Hadist Nabi yang berkaitan dengan kubur sangatlah banyak, dari kondisi kuburan serta keadaan manusia di alam kubur bahkan pertanyaan Malaikat di alam kubur, oleh sebab itu hanya dibatasi pada pembahasan keadaan manusia di alam kubur yang mana konsepnya berasal dari hadist Nabi.

َحَدَّثَنَا عَيَّاشٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ وَقَالَ لِي خَلِيفَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتُوُلِّيَ وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوْ الْمُنَافِقُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلَّا الثَّقَلَيْن[1

Artinya: Dari ayyas dari abdul a’la dari sa’id berkata dia berkata khalifah berkata kepadaku dari yazid bin zurai’ dari said dari qatadah dari anas dari nabi SAW. Berkata sesungguhnya hamba apabila telah diletakkan di dalam kuburnya dan teman sejawatnya pulang, sedang ia masih mendengar suara sepatu mereka, datanglah kepadanya dua malaikat, lalu mendudukannya, keduanya bertanya, “ apa yang yang engkau katakana terhadap lak-laki ini yakni Muhammad s.a.w.?” orang mukmin menjawab, “ saya bersaksi bahwa ia adalah hamba allah dan utusan-Nya.” Maka kepadanya dikatakan, “ lihatlah tempatmu di neraka telah diganti oleh tuhan denga tempatmu di surga. Lalu ia melihat kedua tempat itu sekaligus. Orang-orang munafik dan kafir ketika ditanyakan, “ apa yang kau katakana terhadap laki-laki ini?” mereka menjawab “ aku tak tahu, aku hanya mengatakan sebagaimana orang lain mengatakan” lalu orang itu dipukul dengan besi sehingga ia berteriak-teriak yang suaranya terdengar oleh makhluk yang berada di sekelilingnya selain jin dan manusia.

Takhrij Hadist

Hadist di atas adalah hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang di kodifikasikan oleh Imam Bukhori dan ditemukan pada shohehnya Imam Bukhori dan berjumlah dua hadist yang similar yaitu terdapat pada bab Jana’iz yaitu pada hadist nomor 1252 dan 1285.[2]

Adapun dalam shoheh Muslim[3] ditemukan satu hadist yang semakna, dan juga dalam sunan nasa’I[4] terdapat dua hadist yang semakna begitu juga dalam musnadnya imam ahmad[5] terdapat satu hadist namun terdapat variasi matan yang berbeda.

Shahih Bukhari no. 1285 (Hadis ini berkualitas shahih)

حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولَانِ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ لَهُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا قَالَ قَتَادَةُ وَذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى حَدِيثِ أَنَسٍ قَالَ وَأَمَّا الْمُنَافِقُ وَالْكَافِرُ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ وَيُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ

Shahih muslim no. 5115 (hadist ini berkualitas shahih)

حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ قَتَادَةَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ قَالَ يَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ قَالَ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ قَالَ فَيُقَالُ لَهُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا قَالَ قَتَادَةُ وَذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا وَيُمْلَأُ عَلَيْهِ خَضِرًا إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Sunan nasa’I no 2023 (hadist ini berkualitas shahih)

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَقَ قَالَا حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ شَيْبَانَ عَنْ قَتَادَةَ أَنْبَأَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ قَالَ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ لَهُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا

Musnad imam ahmad no1182 (hadist ini berkualitas shahih)

حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَيُونُسُ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ فَقَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا فِي الْجَنَّةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا قَالَ رَوْحٌ فِي حَدِيثِهِ قَالَ قَتَادَةُ فَذَكَرَ لَنَا أَنَّهُ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا وَيُمْلَأُ عَلَيْهِ خُضْرًا إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى حَدِيثِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَهُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً فَيَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ يَضِيقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ أَضْلَاعُهُ

Analisis Matan


Jika kita memperhatikan hadist-hadist di atas, maka akan menimbulkan beberapa pertanyaan mengenai keadaan manusia di alam kubur, dikarenakan hadist di atas menjelaskan istilah-istilah yang tidak dijelaskan dalam al-quran

Benarkah orang yang telah mati itu masih punya kesadaran?

Dalam hadist di atas Mereka dikatakan masih merasa, mendengar, melihat dan lain-lain dapatkah penglihatan. Perasaan mereka disamakan dengan orang yang masih hidup, dalam hadist di atas bahwasanya manusia yang barusaja di kubur mendengarkan suara sandal.

Benarkah orang yang mati dapat duduk dalam kubur?

Dalam hadist diatas dijelaskan bahwasanya setelah mendengar suara sepatu yang berasal dari teman sejawat mayit, maka datanglah malaikat kemudian mendudukannya, sehingga seakan-akan yang didudukkan adalah jasad mereka padahal ruangan didalam kuburan tidak memungkinkan seseorang untuk melakukan posisi duduk.

Benarkah orang yang telah mati di dalam kubur hidup kembali?

Hal ini kita hubungkan dengan keadaan mayat yang dikatakan dalam hadist tadi sebagai berkata-kata, mendengar, melihat, bergerak dan berfikir di dalam kubur keadaan demikian yang digambarkan dalam hadist tentu sama dengan keadaan orang yang masih hidup.[6]

Hukum Mengunjungi Kuburan

Analisis Sanad

Sanad yang terdapat pada hadist memiliki beberapa variasi sanad, namun dalam thabaqat ula hanya terdapat satu perawi yaitu Anas bin Malik,dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Nasa’i, Musnad Imam Ahmad secara jelas Anas bin Malik menerima secara langsung dari Rasulullah, karena dalam meriwayatkan Anas bin Malik menggunakan lafadz حدثى ,قال sehingga hadist ini merupakan hadis Marfu’

Anas bin Malik
  1. Nama lengkap : Anas bin Malik bin Nadzri bin Dhamdham bin Zaid bin Hiram 
  2. Thabaqat : Shahabat
  3. Kunyah : Abu Hamzah
  4. Kota kelahiran : Bashrah
  5. Wafat : 91 Hijriyah
  6. Al-jahr wa ta’dil : Tsiqah Hafidz

Catatan kaki

[1] Shoheh bukhori no 1251 dan no 1285 kitab: shoheh bukhori bab: ma ja’a fi adzabil qabr. Global Islamic software. 1991-1997

[2] Shoheh bukhori no 1252 dan no 1285 kitab: shoheh bukhori bab: ma ja’a fi adzabil qabr. Global Islamic software. 1991-1997

[3] Shoheh muslim no. 5115 kitab : shoheh muslim bab: aradho maq’adu al-mayyit minal jannah awin an-narr. Global Islamic software. 1991-1997

[4] Sunan nasa’I no. 1280 dan no. 2024 kitab: sunan nasa’I bab mas’alatul kafir. Global Islamic software.1991-1997

[5] Musnad imam ahmad no. 11823 kitab: musnad al-anshor bab sunan anas bin malik. Global Islamic software. 1991-1997

[6] Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist bahwasanya dalam jasad manusia ada yang namanya roh yang mana rah tersebut memiliki perasaan untuk merasa dan bertingkah sebagaiman tingkahnya jasad jadi yang melakukan aktivitas dalam kubur adalah ruhnya bukan jasadnya.

loading...