Kajian Hadis: Keadaan Manusia di Padang Mahsyar

Advertisement
Kajian Hadis: Keadaan Manusia di Padang Mahsyar

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ النِّسَاءُ وَالرِّجَالُ جَمِيعًا يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ فِي حَدِيثِهِ غُرْلًا

Artinya: Diceritakan dari zuhair bin harbi dari yahya bin said dari hatim bin abi shogirah dari ibnu abi mulikah dari qasim bin Muhammad Diriwayatkan dari aisyah dia berkata: “ saya pernah mendengar rasulullah berkata:” pada hari kiamat para manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar tanpa alas kaki, dengan telanjang dan tidak berkhitan. “ saya bertanya. “ ya rasulallah, laki-laki dan perempuan dan saling melihat seperti itu. Rasulullah menjawab:” hai aisyah kesulitan mereka jauh melebihi keinginan meraka untuk melihat.”

Hadist di atas adalah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah yang di kodifikasikan oleh Imam Muslim yang ditemukan pada shahihnya Imam Muslim berjumlah satu hadist. Adapun dalam shoheh Imam Bukhari ditemukan satu hadist yang semakna, dan juga dalam Sunan Nasa’i terdapat dua hadist yang semakna begitu juga dalam musnadnya Imam Ahmad terdapat satu hadist dan juga pada sunannya Ibnu Majjah namun terdapat variasi matan yang berbeda. Berikut rinciannya:

Shahih Bukhori no : 6046

حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ أَبِي صَغِيرَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُحْشَرُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فَقَالَ الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَاكِ[1

Sunan nasa’i no: 2056

أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ أَخْبَرَنِي الزُّبَيْدِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُبْعَثُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا فَقَالَتْ عَائِشَةُ فَكَيْفَ بِالْعَوْرَاتِ قَالَ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ[2

Sunan ibnu majjah no: 4266

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ الْقَاسِمِ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ حُفَاةً عُرَاةً قُلْتُ وَالنِّسَاءُ قَالَ وَالنِّسَاءُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا يُسْتَحْيَا قَالَ يَا عَائِشَةُ الْأَمْرُ أَهَمُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ[3

Musnad ahmad no: 23131

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ حَاتِمٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي صَغِيرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَهُ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكُمْ تُحْشَرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ الْأَمْرَ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَلِكَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ أَبِي صَغِيرَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ[4

Sanad yang terdapat pada hadist tersebut memiliki beberapa variasi sanad, bahkan dalam setiap setiap hadist yang dikodifikasikan dalam kutubut sittah namun dalam thabaqat ula hanya terdapat satu perawi yaitu aisyah binti abi bakar as-shidiq, dalam shahih bukhari, shahih muslim, sunan nasa’I, musnad imam ahmad dan sunan ibnu majjah secara jelas menerangkan bahwa Aisyah mendengar langsung dari Rasulullah bahkan terjadi dialog antara Aisyah dengan Rasulullah dengan dasar bahwa redaksi tahmilul hadist yang diriwayatkan Aisyah berupa lafadz سمعت setelah itu dilanjutkan dengan ucapan Aisyah قالت sehingga konsekuensi logisnya hadist ini bersandar kepada Rasulullah dan perawi pertamanya dari shahabat, sehingga hadist ini merupakan hadis Marfu’.

Keadaan Manusia di Padang Mahsyar

Dari hadist diatas dijelaskan bahwasanya keadaan manusia ketika dihidupkan kembali dari alam kubur sangat mengerikan bahkan tiada hasrat atau keinginan sedikitpun dalam melihat kaum lawan jenis yang dijelaskan dalam hadist bahwa mereka dikeluarkan dalam keadaan telanjang. Sampai dalam riwayat lain menyebutkan bahwa aisyah menangis ketika mendengar jawaban dari rasul tentang kadaan semua manusia dikumpulkan dalam keadaan telanjang dikarenakan rasa malu aisyah yang besar, akan tetapi dijelaskan juga bahwa, mereka semua tidak akan memikirkan hal tersebut karena mereka disibukkan dengan urusan mereka masing-masing, sebagaimana yang digambarkan dalam al-quran surat ‘abasa ayat 37 "Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya."

Dalam fathul bari dijelaskan bahwasanya manusia dikumpulkan berdasarkan golongan masing-masing golongan orang-orang muslim yang taat, sampai golongan kafir yang jahat dan mereka akan mendapatka keadaan dari apa yang mereka lakukan di alam dunia.[5]

Catatan Kaki

[1] Shoheh bukhori no 6046 kitab: shoheh bukhori . Global Islamic software. 1991-1997

[2] Sunan nasa’i no 2056 kitab: sunan nasa’i. Global Islamic software. 1991-1997

[3] Sunan ibnu majjah no 4266nkitab: sunan ibnu majjah. Global Islamic software. 1991-1997

[4] Musnad ahmad no 23131 kitab: musnad ahmad. Global Islamic software. 1991-1997

[5] Ibnu hajar, fathul bari, (darul kutub al-arabi, kairo, 1999)

loading...