Hukum Penggunaan Ventolin bagi Penderita Asma Saat Puasa Ramadhan

Advertisement
Hukum Penggunaan Ventolin bagi Penderita Asma Saat Puasa Ramadhan

Tongkronganislami.net - Perkembangan dunia pengobatan yang semakin pesat memberi kemudahan terhadap orang yang hendak menyembuhkan penyakit sesuai dengan kondisi masing-masing. Alternatif yang beragam juga memungkinkan dokter maupun pasien untuk memilih dan menentukan metode serta obat yang cocok bagi penderita penyakit. Salah satu produk yang ditemukan adalah ventolin semprot.

Ventolin semprot adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit pada saluran penapasan seperti asma. Bentuknya seperti kotak dan didalamnya terdapat beberapa zat; air, oksigen, dan obat. Cara menggunakannya adalah dengan menyemprotkan kandungan ventolin kedalam mulut kemudian diikuti dengan menarik nafas dalam-dalam. Sebagian obat yang disemprotkan akan terserap ke dalam mulut dan faring, kemudian sampai ke perut dan usus halus. Namun sebagian besar kandungan akan terserap oleh rongga bronkial.

 Hukum Penggunaan Ventolin bagi Penderita Asma Saat Puasa Ramadhan


Lantas bagaimana hukum menggunakannya di siang hari ketika puasa? Pembahasan tentang ventolin semprot merupakan bagian dari bahasan fikih kontemporer dan dalam hal ini, ulama terbagi pada dua pendapat:

Pertama, penggunaan ventolin di siang hari puasa tidak membatalkan dan atau merusak puasa. Adapun argumen dari pendapat ini adalah

1. Orang yang sedang puasa boleh berkumur dan menghirup air melalui hidung (istinsyaq). Jika seseorang berkumur tentu ada sedikit air yang tertinggal di mulut dan bercampur dengan ludah, lalu tertelan dan masuk ke lambung dan hal ini tidak membatalkan puasa. Adapun semprotan yang masuk ke kerongkongan adalah sangat sedikit sekali sehingga dapat diqiyaskan dengan sisa air yang tertinggal di mulut ketika berkumur. Penjelasan lebih lanjut, cairan yang terkandung dalam satu ventolin semprot adalah 10 ml (milliliter). Cairan sejumlah ini dapat digunakan sebanyak dua ratus kali semprotan, sehingga satu semprotan ventolin mengandung massa sebanyak 1/20 mililiter. Dan ini sangat sedikit sekali (lihat Mufathtirat ash-Shiyam al-Mu’ashirah karya Ahmad Muhammad Khalil, hal. 39-43).

2. Masuknya kandungan semprotan ventolin ke dalam lambung bukanlah sesuatu yang meyakinkan dan masih diragukan (masykuk fih) sehingga puasa yang sedang dijalankan tetap sah/tidak batal. Sebab sesuatu yang meyakinkan tidak dapat dihilangkan oleh sesuatu yang meragukan

3. Semprotan tidak dapat dimaknai sebagai makan dan atau minum.

4. Para dokter menyebutkan bahwa siwak mengandung 8 (delapan) zat kimiawi yang dapat menguatkan gigi dan gusi dan siwak boleh digunakan baik saat puasa ataupun tidak menurut pendapat yang rajih (salah satunya lihat Shahih al-Bukhari pada Bab as-Siwak ar-Ratib wa al-Yabis li ash-Shaim). Ketika siwak digunakan, sudah tentu ada sebagian zat yang ikut masuk ke lambung. Demikian juga dengan ventolin sempot.

Kedua, orang yang berpuasa tidak boleh menggunakan obat semprot asma. Jika seseorang terpaksa menggunakannya, maka ia dianggap telah membatalkan puasa sehingga wajib mengqadla di hari yang lain (lihat Majallah Mujamma’ al-Firqh al-Islamiy, II: 65, 76). Adapun argumen yang digunakan kelompok ini adalah:

1. Sebagian kandungan obat semprot adalah air, dan air ini sampai/masuk ke lambung. Sehingga hal ini membatalkan puasa.

2. Obat ini dihirup oleh orang yang sedang puasa melalui mulutnya, sehingga menyebabkan batal puasa

Berdasarkan pemaparan di atas, pendapat yang nampak jelas adalah penggunaan obat semprot bagi orang yang puasa adalah boleh dan puasanya tidak batal dan atau rusak. Terlebih lagi, obat yang disemprotkan mengarah ke saluran pernafasan; alveolus dan bronchial dan tidak mengarah ke lambung. Adapun zat yang sampai ke lambung adalah sangat sedikit sekali dan tidak secara sengaja dimaksudkan agar masuk ke lambung, serta tidak pula disemprotkan (dengan tujuan supaya masuk) di dalamnya. Hal yang demikian tidaklah membatalkan puasa.

Selain itu, obat seperti ini sudah dikenal luas oleh masyarakat (‘umum al-Balwa). Sebagian besar orang yang menderita penyakit asma dan saluran pernafasan merasa berat terhadap penyakit ini jika obat semprot ditangguhkan penggunaannya hingga waktu berbuka, terlebih bagi mereka yang menderita asma berat. Sehingga menggunakan obat semprot di siang hari puasa adalah satu-satunya jalan.

Kebolehan untuk menggunakan ventolin semprot juga dapat diqiyaskan dengan beberapa kasus hukum yang ditetapkan oleh para ahli fikih bahwa hal-hal tersebut tidak membatalkan puasa. Beberapa diantaranya adalah:

1. Mulut yang basah setelah berkumur kemudian bekas tersebut bercampur dengan ludah lalu turun/tertelan ke lambung, hal ini tidak membatalkan puasa sebab cairan yang tertelan hanya sedikit dan tidak disengaja. Pengarang kitab ad-Durr al-Mukhtar (II/396) berkata, jika di dalam mulut tertinggal sisa basah setelah berkumur, maka tidak membatalkan puasa bila tertelan sebab yang demikian tidak disengaja. Penulis kitab Kassyaf al-Qina’ (II/321) berkata, apabila sisa air selepas berkumur tertelan, maka tidak membatalkan puasa. Sebab hal itu terjadi tanpa disengaja. Dan kita ketahui bersama bahwa sisa air setelah berkumur yang sampai masuk ke tenggorokan jauh lebih banyak dari pada kandungan yang berasal dari obat semprot.

2. Zat tertinggal dari siwak basah yang digunakan di siang hari Ramadhan tidak membatalkan puasa, sebab hanya sedikit dan tidak disengaja.

3. Mengobati hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam ronggo hidung tidak membatalkan puasa jika tidak sampai ke kerongkongan (lihat Kassyaf al-Qina’, II: 399).

Berdasarkan pemaparan diatas, menggunakan ventolin semprot tidak membatalkan puasa menurut pendapat yang rajih. Hal ini disamakan dengan basah pada mulut setelah berkumur dan juga bersiwak di siang hari puasa. Meski demikian, jika dapat menangguhkannya hingga waktu berbuka tentu hal ini lebih baik untuk menghindari perselisihan. Namun jika merasa berat, maka silahkan digunakan dan tidak perlu mengqadla di hari yang lain.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.
loading...