Beberap Fakta Mengenai Ibnu Sina

61
“Dokter yang tidak peduli adalah asisten terbaik sang maut”
(Ibnu Sina)

Ibnu Sina, memiliki nama panjang Abu Ali Husain ibn Abdullah ibn Sina
(sering dilatinkan jadi Avicenna di Barat). Karena besarnya
kontribusinya terhadap dunia kedokteran lewat masterpiece-nya, Canon of
Medicine, ia dijuluki “Bapak Kedokteran”. Bahkan kalau Anda membaca
sendiri Canon of Medicine, Anda akan terkejut betapa banyaknya penyakit
modern yang telah dibahas oleh Ibnu Sina beserta metode pengobatannya.

Sepanjang hidupnya, Ibnu Sina telah menulis lebih dari 450 buku
dan jurnal. Termometer, aromaterapi, rumah sakit jiwa, dan destilasi
uap, adalah beberapa temuan Ibnu Sina yang terpakai hingga sekarang.
Tidak seperti kebanyakan ilmuwan sekarang yang fokus ke satu-dua bidang,
karya-karya Ibnu Sina mengcover banyak sekali bidang termasuk kimia,
fisika, kedokteran, filsafat, sastra, theologi, psikologi, astronomi,
geologi, musik, politik, dan engineering.

Saya pribadi sangat tertarik dengan karya-karya klasik Ibnu Sina yang
kebetulan cukup sulit didapatkan secara online….dan alhamdulillah di
suatu situs saya bisa mendownload banyak jurnal dan buku-buku sang bapak
kedokteran ini, itupun yang ada kebanyakan bahasa Arab….masih cukup
sedikit yang translate bahasa Inggris. Kalau Anda mau, Canon of Medicine
sudah banyak terjemahannya dalam bahasa Inggris, baik full maupun per
chapter. Namun dari banyak hunting-hunting itu Thee jadi banyak tahu
juga fakta-fakta unik Ibnu Sina dari yang umum hingga yang mungkin
jarang diketahui orang lain….

1) Ibnu Sina telah hafal Qur’an di usia 7 tahun. Ia juga telah
memahami metafisika dan semua filsafat Aristoteles di umur 8 tahun (kalo
di kita sekitar kelas 3 SD…). Di usia ini ia telah berinisiatif sendiri
membeli buku tafsir metafisika Aristoteles karya Al-Farabi seharga 3
dirham. Buku itu sangat mempengaruhi hidupnya.

2) Ibnu Sina telah membahas kanker, tumor, diabetes, dan efek placebo pada
masterpiece-nya Canon of  Medicine. Ia sendiri telah membahas tentang
bedah tumor. Teorinya tentang cara penularan TBC sempat ditolak di Barat
selama ratusan tahun, namun pada akhirnya diterima kebenarannya setelah
mikroskop ditemukan. Demikian pula tentang efek placebo, baru diterima
kebenarannya di Barat pada tahun 1960-an. Ia juga telah menyatakan dalam Canon tentang manfaat olahraga untuk menjaga kesehatan.

3) Uji klinis, experimental medicine, uji efektivitas obat, risk
factor analysis, adalah beberapa kontribusi Ibnu Sina di bidang
farmakologi klinis. Sebelum uji klinis dan kaidah-kaidahnya ditemukan ,
sebenarnya pada masa Islam obat-obatan dicobakan pada hewan seperti
kera, singa, tikus, dan kuda untuk melalui uji kelayakan beredar.

4) Ibnu Sina adalah pelopor psikofisiologi, psikosomatik, dan neuropsikiatri.
Ketertarikan ini membuatnya menulis banyak jurnal tentang psikologi dan
psikiatri, jauh sebelum Carl Jung dan Sigmund Freud. Beberapa penyakit
yang ia bahas di antaranya meliputi halusinasi, insomnia, mania,
dementia, dan vertigo.

5) Ibnu Sina sangat percaya bahwa pikiran manusia dapat mempengaruhi
kondisi fisiknya. Ia bahkan pernah berpesan pada murid-muridnya, “jangan
pernah katakan kepada pasien kalau penyakit mereka tidak bisa diobati.
Karena sesungguhnya sugesti kalian juga adalah obat bagi pasien”.

6) Di bidang fisika, Ibnu Sina adalah penemu termometer dan ia selalu menggunakan alat itu di setiap penelitiannya untuk mengukur suhu udara sekitar.

7) Di bidang kimia, Ibnu Sina menemukan teknik destilasi uap
untuk mengekstrak minyak atsiri dari herbal dan rempah-rempah. Ia juga
menemukan referigerated coil untuk mengkondensasikan uap aromatik, yang
merupakan terobosan dalam teknologi destilasi. Karena ini, Ibnu Sina dianggap sebagai pelopor aromaterapi. Salah satu buku kimianya yang paling berpengaruh adalah Liber Aboali Abincine de Anima in Arte Alchemiae. 
8) Di bidang mekanika, Ibnu Sina telah menjelaskan teori momentum dan inersia.
Dalam percobaannya mengenai penembakan proyektil, ia telah menjelaskan
pengaruh gravitasi, gaya awal, dan gesekan proyektil terhadap udara.
Teori ini kemudian menginspirasi hukum kedua Newton.

9) Ribuan tahun sebelum fisika kuantum lahir, Ibnu Sina telah menjelaskan kecepatan cahaya dan
sifat partikel/gelombang cahaya. Ia juga telah menguraikan bahwa semua
materi di alam ini tersusun dari paket-paket energi (quanta)—yang
kemudian menjadi salah satu fondasi fisika kuantum ribuan tahun
kemudian.

10) Kalau kita membaca buku-buku motivasi diri dan ESQ tentang
kekuatan alam bawah sadar, Ibnu Sina sebenarnya telah mengungkapkan
Creative Mind sebagai kekuatan terbesar tersembunyi dalam diri manusia.
Dia juga menulis tentang The Power of Self dan pentingnya autosugesti
untuk penyembuhan dan peningkatan diri. Salah satu karya reflektifnya,
“The Floating Man”, mengajak pembacanya untuk merenung tentang
self-awareness ini. Salah satu ilmuwan barat yang terinspirasi dengan
faham ini adalah Vincent Descartes sehingga lahir ucapannya yang
terkenal, “aku berpikir maka aku ada”. Karya-karya Ibnu Sina tentang
self-awareness ini pada akhirnya menginspirasi lahirnya tulisan-tulisan
motivasi diri di Barat, seperti As A Man Thinketh.

11) Di bidang metafisika, Ibnu Sina telah menyatakan bahwa manusia
dapat menciptakan kejadian dalam hidupnya dengan energi pikirannya
ditambah emosi kuat yang menyertainya (mirip The Secret, believe it or
not). Ia juga menyatakan Tuhan sebagai sumber segala energi di alam
semesta. Gara-gara pernyataan ini, sejumlah filsuf dan ahli fiqh
mendebat Ibnu Sina dan menuduhnya kufur. Namun Ibnu Sina menjawab “semua
keberadaan energi ini adalah karena kehendak Allah. Apabila Ia
berkehendak maka energi demikian bisa Ia musnahkan pula” . Apakah ini
berarti Ibnu Sina juga bapak law of attraction?

12) Kalau Anda pernah memakai Rancangan Acak Kelompok atau Rancangan
Acak Lengkap dalam melakukan penelitian atau menyusun skripsi,
sebenarnya tanpa sadar Anda telah menggunakan salah satu temuan Ibnu
Sina.

13) Di bidang engineering, Ibnu Sina merangkum dalam bukunya Mi’yar
al-‘Aql (Measure of the Mind) klasifikasi mesin sederhana dan
kombinasinya, seperti lever, pulley, screw, wedge, dan windlass (saya
gak tau transletnya, soalnya istilah baku enginering hihihi). Ia
menjelaskan semua mekanisme gaya dari alat-alat ini.

14) Pengobatan dengan lintah yang populer pada abad-18 di Eropa, sebenarnya adalah temuan Ibnu Sina.

15) Ibnu Sina menemukan peredaran darah manusia dan anatominya, 600 tahun lebih sebelum
William Harvey.

16) Ibnu Sina adalah founding father Rumah Sakit Jiwa.
Di samping  dokter, dosen, dan filsuf, ia juga adalah seorang
psikiater. Pada saat itu, di Eropa orang-orang gila masih dibakar
hidup-hidup karena dianggap penjelmaan iblis.

17) Ibnu Sina membahas dalam Canon of Medicine tentang manfaat red wine memperkuat jantung. Tahun 1940-an,
dunia kesehatan Barat membenarkan hal ini dengan adanya antioksidan
fenolik bernama resveratrol yang terdapat dalam red wine. Resveratrol
baru terpublikasi baik di dunia kesehatan pada tahun 1990-an.

18) Di Canon Ibnu Sina membahas tentang sifat etanol yang dapat
membunuh mikroorganisme. Setiap kali hendak meracik obat atau menangani
pasien, ia selalu mencuci tangannya dengan khamr—sebab isolat etanol
belum ditemukan pada masanya.

19) Sebagian metode pengobatan Ibnu Sina menggabungkan unsur metode
Unani (bahasa Arab untuk Yunani) yang saat itu hampir punah; dan
pengobatan India serta nabawiyah. Kini metode Unani yang dijelaskan Ibnu
Sina mulai digunakan kembali oleh orang-orang Barat sebagai salah satu
metode kesehatan alternatif seperti halnya yoga.

20) Ibnu Sina memiliki kebiasaan berwudhu dan sholat sunnah 2
rakaat setiap kali ia menemukan jalan buntu meneliti atau menulis.
Menurut pengakuannya, seringkali ia menemukan inspirasi kembali setelah
sholat, atau dalam mimpi tidurnya.

21) Ibnu Sina di samping jagonya logika, otak kanannya tidak kalah
hebat. Ia juga adalah penyair, jago main alat musik dan bernyanyi.
Bahkan ketika ada kuliah malam, Ibnu Sina selalu menyempatkan break
sejenak di mana para mahasiswanya bisa bermain musik dan bernyanyi di
dalam kelas.

22) Kelebihan unik Ibnu Sina adalah kemampuannya menulis dan membaca
sangat cepat. Ia bahkan bisa menulis dengan tulisannya tetap rapi di
atas punggung kuda yang berjalan cepat.

23) Sejak kecil, Ibnu sina telah mendapatkan homeschooling dari
banyak guru, dan ia tak malu berguru ke siapa saja. Ia mengaku semasa
kecilnya mempelajari aritmatika dari seorang tukang sayur India – bahkan
menyelinap ke pesantren seorang guru Persia untuk belajar ramuan obat.
Hingga ia tua pun ia masih suka berguru ke banyak ilmuwan, salah satunya
ahli fiqh terkenal Al-Farabi.

24) Di umur 18 tahun, Ibnu Sina telah menjadi ilmuwan fisika yang reputasinya dihormati dan dosen (bukan asdos loh…)

25) Di Asfahan, Ibnu Sina pernah dipenjara 4 bulan karena fitnah
lawan-lawan politiknya. Sebelum itu, ia memang pernah menjabat sebentar
di pemerintahan dan karena kinerjanya sangat bagus, banyak yang dengki
padanya. Namun di dalam penjara, Ibnu Sina malah menghabiskan
siang-malamnya untuk menulis buku yang kemudian menjadi salah satu
masterpiece-nya sepanjang masa, Asy-Syifa. Asy-Syifa membahas banyak
cabang ilmu mulai dari metafisika, geometri, musik, medis, sampai
fisika. Keluar dari penjara, ia memutuskan bahwa politik bukan untuknya
dan segera pergi mengembara hanya dengan pakaian melekat di badan,
sedikit uang, dan setumpuk buku.

26) Sebelum menetap di Gorgan, Ibnu Sina pernah menyembuhkan pangeran
Al Mansur ketika semua dokter di daerahnya menyerah. Pangeran itu
menanyakan imbalan apa yang diinginkan Ibnu Sina : apakah uang? tanah?
istana? Ternyata Ibnu Sina menjawab ia hanya ingin tinggal di
perpustakaan Pangeran itu selama beberapa hari untuk melahap ilmu dari
buku-bukunya.

27) Ibnu Sina pernah membuat tersinggung seorang pejabat setempat
dengan menyindir kebiasaannya yang fanatik mazhab dan sukuisme. Pejabat
ini pun marah-marah sambil mendatangi rektor universitas tempat Ibnu
Sina mengajar, “pecat saja dia!”. Namun rektor itu menjawab dengan
tegas, “saya tidak akan pernah memecat Ibnu Sina. Dia adalah seorang
jenius dan saya percaya bahwa beratus-ratus tahun setelah kita tiada,
karyanya akan tetap bersinar”.

28) Menjelang kematiannya, Ibnu Sina sempat menyatakan keinginannya
untuk meneliti cara mengisolasi mikroorganisme. Namun ajal
mendahuluinya, sehingga tidak sempat.

29) Ibnu Sina sangat workaholic. Ia menghabiskan sepanjang siangnya
meneliti di lab, mengajar, atau menangani pasien, dan sepanjang malam ia
belajar dan menulis buku serta jurnal. Bahkan sekretarisnya, Al
Jauzakani, menyatakan bahwa Ibnu Sina meninggal karena kelelahan. Saat
ia mendapat teguran dari temannya mengenai kebiasaan workaholic ini,
Ibnu Sina menjawab “saya memilih umur pendek yang penuh makna dan karya,
daripada umur panjang yang hampa”.

30) Karena sifat workaholic dan mindsetnya yang mendahulukan
ilmu di atas segalanya, Ibnu Sina tidak pernah menikah seumur hidupnya.
Menjelang meninggal, ia mendatangi setiap orang yang ia pernah sakiti
untuk meminta maaf, dan hartanya ia bagi-bagikan untuk fakir miskin.

31) NASA menamakan salah satu kawah di bulan dengan nama Avicenna. Di
Barat nama Avicenna banyak dipakai untuk nama klinik, penerbit, sekolah
medis, klinik pengobatan alternatif, hingga hotel dan salon kesehatan.
Bahkan, UNESCO memiliki ajang Avicenna Prize untuk mereka yang berjasa
di bidang penelitian. Sebuah spesies bakau pun dinamai Avicennia, untuk
mengenang jasanya.

32) Beberapa “murid jarak jauh” atau orang-orang yang banyak menerima
pengaruh dari Ibnu Sina, hingga ratusan tahun setelah ia meninggal :
Imam Ghazali, Umar Khayam, Ibnu Rusydi, Vincent de Beauvais, Isaac
Newton, William Harvey, Thomas Aquinas, Galileo Galilei, Albertus
Magnus, Rene Descartes, dan Jean Buridan.

Nah, itu baru Ibnu Sina. Sebenarnya, ilmuwan-ilmuwan muslim banyak
melahirkan penemuan yang sampai sekarang terpakai oleh generasi kita,
mulai dari kacamata, kamera, jam, not balok, kopi, peta dunia, air
mancur, sabun sulfur, senyawa radioaktif, operasi plastik, mesin pompa,
komputer analog, pesawat gantole, dan masih banyak lagi. Bahkan, kita
takkan bisa menikmati alat musik piano kalau bukan jasa Al-Farabi yang
menciptakan harpsichord. Harpsichord dimodifikasi lagi oleh orang Eropa
menjadi klavikord, lalu piano.

Sekarang pertanyaannya, kapan lagi ya Islam melahirkan ilmuwan
sekaliber Ibnu Sina? Thee percaya mungkin aja sudah ada hanya saja
kitanya yang nggak kenal, hehehe. Tapi selama generasi muslim terus
lahir, selalu ada kesempatan untuk melahirkan Ibnu Sina-Ibnu Sina baru.

SHARE

1 COMMENT

  1. Sipppp,walau saya bukan orang yang sudah berkemampuan untuk menjadi muslim sejati….tapi saya sangat yakin,bahwa Alqur'an sandaran ilmu,yang artinya tentu orang-orang Ilsamlah yang paling dulu memahami rahasia bumi dan langit sebelum yang lain……

    Ini rasional dan mudah diterima,kecuali mereka yang mengingkari…kebenaran….