Akal dan Kehendak tak bisa dipisahkan

79
Tongkronganisalami.net,- Pada saat kita berusaha untuk
mewujudkan berbagai tujuan melalui tharîqah (metode pelaksanaan yang
bersifat praktis) dan pengaitan sebab dengan akibatnya, kita tidak bisa
mengbaikan aspek kehendak (irâdah) dan peranannya dalam merealisasikan
tujuan.  Kadangkala akal mampu
mendeskripsikan tujuan dan sebab-sebab yang dapat mengantarkan pada terwujudnya
tujuan.  Akal juga acapkali mampu
mangaitkan sebab dan akibatnya dengan benar. 
Kadangkala akal pun mampu menetapkan keharusan mewujudkan tujuan yang
besar seperti mendarat di bulan atau menegakkan Khilafah pada masa sekarang ini
–masa yang penuh dengan kezaliman akibat dominasi kekufuran dan kekuasaan para
diktator yang mencengkeram kuat dengan cara memata-matai dan menindas umat
Islam.  Terhadap aktivitas yang benar
ini, kadangkala manusia dihadang oleh rasa putus asa akibat banyaknya kesulitan
dan hambatan yang dihadapi dalam perjalanan. 
Pada saat demikian, mustahil dia bisa merealisasikan tujuannya, meskipun
jalan yang terpampang di hadapannya sangat jelas dan lurus.  Oleh karena itu, agar suatu aktivitas bisa
membuahkan hasil, ada dua perkara yang terkait dengan aspek kemanusiaan yang
harus dipenuhi, yaitu aspek akal dan perasaan.
Akal adalah pihak yang
merencanakan dan memprogram, yakni dengan mengaitkan sebab dengan
akibatnya.  Sedangkan perasaan, yang
disertai dengan pemikiran, adalah pihak yang melahirkan irâdah yang
benar sekaligus memotivasi dan menjadikannya tetap menggelora serta mampu
menjamin produktivitas.  Artinya,
keterkaitan antara akal dan irâdah dalam kaidah kausalitas (qâidah
sababiyyah
) merupakan perkara yang harus ada dalam upaya merealisasikan
tujuan dan menjalankan suatu aktivitas. 
Hal ini berlaku bagi aktivitas dan tujuan yang bersifat individual
maupun kolektif.

akal dan kehendak mewujudkan tujuan
Upaya mewujudkan tujuan-tujuan
individual tidak cukup hanya dengan memiliki akal saja, melainkan juga harus
disertai dengan irâdah yang cukup. 
Demikian pula, upaya mewujudkan tujuan-tujuan kolektif (jamaah) tidak
cukup hanya dengan irâdah saja, melainkan juga harus disertai akal.  Para karyawan yang bekerja di pabrik,
misalnya, kadangkala kezaliman majikan atau manajernya.  Jika hal ini terjadi, dalam diri mereka akan
lahir irâdah untuk melakukan perubahan. 
Agar perubahan itu bisa dilakukan, akal mereka harus diatur oleh
pemimpin mereka yang diwakili oleh serikat buruh dalam sistem kapitalis.  Pengaturan mereka dalam menjalankan aktivitas
dilakukan melalui organisasi tertentu yang terarah yang bisa mengantarkannya
pada perbaikan kondisi.
Kita juga bisa menyaksikan dan
merasakan bahwa umat Islam saat ini sudah merindukan kembalinya Islam.  mereka juga merasakan kezaliman penguasa
akibat dominasi dan jahatnya kekufuran. 
Oleh karena itu, irâdah untuk melakukan perubahan sebetulnya
telah terwujud pada diri mereka.  Begitu
pula persiapan mereka untuk melakukan perubahan.  Jika kepemimpinan sudah terwujud dan telah
disadari oleh akal mayoritas umat Islam yang terbentuk secara alami, sementara irâdah
pun sudah terwujud pada diri mereka, niscaya mrka akan mampu menyusun metode (tharîqah)
dan mewujudkan tujuannya.
akal dan kehendak mewujudkan tujuanDengan memperhatikan berbagai
macam kelompok yang ada, kita menemukan bahwa kelompok yang kedudukannya paling
tinggi adalah kelompok yang berbentuk partai (hizb).  Sebab, sebuah partai memiliki irâdah
dan akal (pemikiran) secara bersamaan, sekaligus berpijak pada kendali individu
dan jamaah.  Seorang anggota partai (hizbi),
ketika bergerak bersama partainya, akan bergerak bersama akal dan
perasaannya
.  Sebuah partai, dalam hal
ini, akan mampu mengantarkan individu dalam tuntunan akal dan perasaannya.  Dari sini, ungkapan bahwa partai merupakan
kesatuan pemikiran dan kesatuan pemikiran dan perasaan (kullun fikriyyun dan
syu’ûriyyun
) adalah pendapat yang benar. 
Partai, secara keseluruhan, memiliki tekad bulat (irâdah) untuk
merealisasikan tujuan-tujuannya.  Dalam
partai terdapat “akal” yang mewujud dalam bentuk kepemimpinannya yang berperan
dalam mengatur dan menyusun berbagai aktivitas dan program, dh mengaitkan sebab
dan akibatnya.  Dari sini kita bisa
melihat bahwa, aktivitas yang dilakukan oleh partai jauh berlipat ganda
kekuatannya dibandingkan dengan yang dilakukan oleh individu atau jamaah laIn
yang tidak terbentuk partai.
Akal dan irâdah tidak bisa
dipisahkan dalam mewujudkan berbagai tujuan individu maupun jamaah melalui
jalan sababiyyah, yaitu mengaitkan sebab dengan akibatnya yang bersifat
fisik.  Untuk mencapai target yang telah
ditentukan, harus ada irâdah untuk mewujudkannya.  Di samping itu, harus diketahui seluruh sebab
yang bisa mengantarkan pada tercapainya tujuan-tujuan tersebut, lalu
mengaitkannya dengan benar.  Pada saat itulah
kita bisa mengatakan bahwa kita telah menjalani as-sababiyyah.  Suatu aktivitas pasti pasti bisa dijalankan
sesuai dengan tolok ukur fisik yang kita miliki.
Sementara itu, munculnya qadhâ’
yang bisa menghalangi terwujudnya suatu tujuan termasuk ke dalam perkara yang
terjadi secara kebetulan (force mayeur) serta termasuk ke dalam kondisi
khusus, bukan kondisi umum dalam kehidupan manusia.  Manusia yang selalu berusaha untuk mewujudkan
tujuan-tujuannya
tidak boleh memasukkan kondisi khusus tersebut sebelum atau
pada saat melakukan aktivitas untuk mewujudkan tujuan.  Kenyataannya, as-sababiyyah mrpo salah
satu hukum alam dan aturan kehidupan dalam rangka mewujudkan tujuan di
tengah-tengah kehidupan dunia ini.  Tanpa
as-sababiyyah, tujuan-tujuan tersebut tidak akan terwujud.  Bahkan, mukjizat yang berasal dari langit dan
dibawa oleh para nabi tidak muncul melainkan tetap dalam lingkaran qâ’idah
sababiyyah
.  Mukjizat yang diturunkan
kepada Nabi Mûsâ as, yakni berupa kemampuannya menyerang ahli sihirya Fir’aun;
atau mukjizat Nabi ‘Isâ dengan kemampuannya menghidupkan orang yang telah mati;
atau mukjizat Nabi Muhammad saw berupa al-Quran, semuanya termasuk ke dalam
sebab-sebab yang akan mendorong manusia agar beriman kepada kenabian dan
kerasulan mereka. 

Terimah kasih telah membaca artikel Akal dan Kehendak tidak bisa dipisahkan untuk mewujudkan Tujuan.

SHARE