Aktivis Kristen Korea Selatan Protes Konser Lady Gaga di Seoul

65
SEOUL, KOREA SELATAN
Sekelompok aktivis keagamaan mengadakan demonstrasi di luar konser Lady
Gaga di Korea Selatan pada hari Jumat (27/4/2012) untuk menyuarakan
keprihatinan mereka atas pertunjukan “cabul”-nya .

Tour dunia
Born This Way Ball superstar pop tersebut telah disambut dengan aksi
protes di Seoul, di mana anak-anak di bawah 18 tahun dilarang keras dari
menghadiri acara Jumat malam.

Anggota dari kelompok Kristen yang
disebut Aliansi untuk Suara Kebudayaan Dalam Seksualitas mengadakan
pertemuan doa massal di Seoul akhir pekan lalu untuk memprotes penyanyi
tersebut, dan mereka juga menempatkan poster di sekitar kota yang
menuduh Lady Gaga  “menyebarkan budaya seksual tidak sehat” melalui
“lirik cabul dan pertunjukan. “

Poster-poster ini kemudian
dihapus oleh pejabat kota, tapi itu tidak menghentikan kampanye dari
organisasi lain, Jaringan Masyarakat sipil Menentang Konser Lady Gaga,
dari menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap pembuat hit Wajah Poker
dengan berkumpul diluar acaranya di Stadion Olimpiade pada Jumat.

Konser
Lady Gaga digelar Seoul tertutup bagi anak yang berusia dibawah 18
tahun atas permintaan Kementrian Pemberdayaan Perempuan Korea Selatan.
Mereka menilai, ada salah satu lagu milik Gaga yang tidak pantas
didengar oleh anak-anak.

..Anggota dari kelompok Kristen yang disebut Aliansi untuk Suara
Kebudayaan Dalam Seksualitas mengadakan pertemuan doa massal di Seoul
akhir pekan lalu untuk memprotes penyanyi tersebut..

Pelarangan ini muncul karena banyak sekali keluhan yang masuk pada
lembaga NGO and Christian Groups. Keluhan-keluhan tersebut rata-rata
meminta Hyundai Card  atau penyelenggara acara untuk membatalkan konser
Gaga. Karena konser ini dianggap tidak pantas untujk anak-anak apalagi
ada lagunya yang bercerita tentang homoseksual dan mengejek tokoh agama.

Pihak
Korea Media Rating Board (KRMB) mengakatakan bahwa lagu Gaga yang
berjudul Just Dance mendapat peringkat yang buruk dari Kementerian
Pemberdayaan Perempuan pada bulan November tahun lalu. Pihak Kementerian
memberikan sebuah penilaian bahwa lagu tersebut tidak pantas
didengarkan oleh para remaja karena liriknya tentang mabuk-mabukan dan
clubbing.

“Kami percaya bahwa lagu Just Dance akan dibawakan di konser
mendatang. Kemungkinan ini akan ditonton oleh para remaja dan ini bisa
saja ditiru. Untuk itu lagu ini mendapat penilaian yang buruk,” ujar
seorang sumber dari KRMB, dilansir Koreaherald, Selasa (3/4/2012). 
Selepas tour Korea, Lady Gaga akan melanjutkan konsernya di beberapa
negara lain termasuk juga di Indonesia. Konser di Indonesia sendiri
sedianya akan dilakukan pada 3 Juni mendatang. Jika Kementrian
Pemberdayaan Perempuan Korea Selatan saja mau dan mampu melarang,
khususnya anak-anak dibawah 18 tahun untuk menonton konser tersebut,
pertanyaanya, mau dan mampukah Kementrian Pemberdayaan Perempuan
Indonesia melakukan hal yang sama, demi membentengi para remaja dari
pengaruh negatif?. (by/starpulse,okz) www.voa-islam.com

SHARE