Apakah Tanggung Jawab Sebuah Keluarga Islam ?

61
Sungguh, baiknya umat Islam hanyalah dapat diraih
dengan cara kembali kepada ajaran Islam yang lurus itu sendiri.
Baik dalam permasalahan aqidah, metode pengajaran maupun aturan
kehidupan. Ajaran Islam seharusnya dipraktikkan dalam seluruh aspek
kehidupan, kemasyarakatan, ekonomi maupun politik. Asas dari seluruh
elemen masyarakat adalah sebuah keluarga muslim. Pembinaan (Tarbiyah)
keluarga muslim berujud pendidikan Islam dan pelaksana utama dari
pendidikan ini adalah seorang ibu muslimah. Tegaknya sebuah keluarga
muslim memberikan andil yang sangat besar bagi terlaksananya dakwah
islamiyah. Islam sendiri memberikan tanggung jawab yang begitu agung
kepada keluarga baik dia seorang ayah maupun ibu untuk memberikan
pendidikan, pengetahuan, dakwah dan bimbingan kepada anggota keluarga.
Pembinaan yang demikian inilah yang akan menyelamatkan dan memberikan
penjagaan kepada diri dan keluarga sebagaimana perintah Allah :
“Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan
keluargamu dari siksa api neraka”
(QS )
 
Mengomentari hal ini Imam ali r.a. dan Ibnu Abbas
menyatakan “berikan pendidikan, ajarilah dengan ketaatan kepada
Allah, serta takutlah dari kemaksiatan. Didiklah anggota keluargamu
dengan dzikir yang akan menyelamatkan dari api neraka” ( Ibnu
Katheer & At tabari).

Berkaitan dengan tanggung jawab keluarga muslimah
ini Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menerangkan secara
umum tanggung jawab seorang pemimpin.
“Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin, dan
kalian akan ditanya tentang kepemimpinan kalian. Pemimpin di antara
manusia dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Laki-laki adalah
pemimpin bagi keluarganya dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya.
Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga serta anak-anak suaminya
dan dia akan ditanya tentang mereka. Budak/ pembantu adalah pemimpin
dari harta tuannya dan dia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah bahwa
kamu sekalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang tentang
kepemimpinannya” (HSR Bukhari)
 
Tanggung jawab yang disinggung pada hadits di atas
bersifat umum dan menyeluruh. Tanggung jawab seorang suami tidaklah
hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi saja , demikian halnya dengan
seorang isteri. Ia tidaklah hanya bertanggung jawab terhadap kebersihan
rumah, atau menyiapkan makanan semata. Akan tetapi keduanya dari
kedudukan yang berbeda mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan
keimanan keluarga termasuk di dalamnya tanggung jawab dakwah.
Al Quran dan al Hadits sumber pedoman kita menegaskan
tanggung jawab kedua orang tua dalam aktivitas keluarga dan pengaruhnya
terhadap anak. Seorang isteri memiliki tanggung jawab yan berbeda
dengan dengan suami. Dan ia adalah pemimpin sebagaimana yang disinggung
dalam hadits di atas. Secara nyata tanggung jawab seorang isteri
terhadap rumah tangga dan anak-anak suaminya sangatlah luas. Panjangnya
kebersamaan seorang ibu dengan anak secara otomatis memberikan warna
tersendiri bagi perkembangan pendidikan fisik maupun mental dari
sang anak.
Apabila kita timbang tanggung jawab seorang suami
dengan seorang isteri maka akan kita dapatkan bahwa tanggung jawab
seorang isteri sangatlah besar. Karena dialah yang melahirkan sang
anak, menyusuinya, dan menemani serta mendidik anak dari jam ke
jam, hari ke hari. Bahkan ketika seorang anak masih balita, kemudian
menginjak remaja dan menjelang dewasa, di dalam rumah maupun di
luar rumah sang ibu senantiasa mewarnai bentuk kehidupan sang anak.
Hingga mungkin sang ayah telah tiada maka ibulah yang tetap mendampingi
putranya untuk menyongsong masa depan. Inilah hikmah diperintahkannya
wanita untuk berada di rumahnya.
“Dan hendaknya kalian tinggal di rumah-rumah
kalian” ( QS Al Ahzab : 33)
Inilah sebagian tanggung jawab yang diberikan oleh
Islam kepada keluarga.
“Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari
api neraka” (QS At Tahrim : 6)
SHARE