Asas-asas Pemikiran Islam

79
Pemikiran Islam dibangun di atas dua asas yakni akal dan syara

a.   
Akal

Islam telah memberi seruan kepada akal manusia. Allah telah
memerintahkan kepada manusia untuk memperhatikan alam semesta dan memperhatikan
apa-apa yang ada di dalanmya secara mendalam sehingga dapat mencapai kepada
keimanan akan adanya al Khaliq yang menciptakannya.
Allah SWT berfirman:
Dan pada dirimu
sendiri, maka
apakah kamu tiada memperhatikan?”
(TQS. Adz Dzaariyaat [51]: 21)

Maka perhatikanlah manusia itu,
dari apa dia diciptakan(TQS. Ath Thaariq [86]: 5)

Asas-asas Pemikiran IslamApakah mereka tidak
memperhatikan pada kerajaan langit dan bumi
dan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah(TQS. Al A’raaf: 185)

Cara seperti ini akan menghantarkan kepada keyakinan akan adanya al
Khaliq Yang Maha Kuasa. Dengan demikian akal merupakan jalan bagi manusia untuk
meyakini keberadaan al Khaliq, untuk meyakini Al Quran sebagai hakamullah
dan Muhammad adalah Rasul Allah. Dengan demikian maka akal merupakan asas bagi
aqidah Islam. Sehingga aqidah Islam merupakan aqidah aqliyyah (aqidah yang
diperoleh dengan memfungsikan akal, penerj.) yang merupakan asas bagi pemikiran Islam. Dengan demikian
maka aqidah Islam dibangun berdasarkan akal.

b.  
Syara’

Sesungguhnya
pemikiran Islam, dengan seluruh bagiannya, bersumber dari syara’ yang datang
dengan jalan wahyu yaitu Al Quran dan As
sunnah
dan apa-apa yang ditunjukkan oleh Al Quran dan As sunnah yakni ijma’
sahabat dan qiyas. Dengan demikian, maka syara’ merupakan asas pemikiran Islam,
dimana pemikiran Islam tidak akan keluar dari syara’ selama-lamanya. Agar suatu
pemikiran dianggap sebagai pemikiran Islam maka haruslah digali dari
dalil-dalil syara. Misalnya jihad, syura, dan iman kepada adanya jin. Semuanya
merupakan pemikiran Islam yang datang dari dalil-dalil kitabullah dan sunnah
Rasul. Adapun penjajahan, teori Darwin, ataupun pemikiran sosialisme bukanlah
pemikiran Islam, bahkan pemikiran Islam telah menjelaskan kelemahan dari ketiga
bentuk pemikiran ini.
Pemikiran
Islam akan hilang kekhasannya jika terpisah—secara keseluruhan atau
sebagian—dari wahyu. Allah telah melarang kita untuk melakukan pemisahan ini.
Firman Allah:
Barang siapa
yang mencari selain Islam sebagai agama, maka sekali-kali tidak
akan diterima darinya dan dia pada hari
akhirat termasuk orangyang merugi(TQS. Ali lmran [3]: 85)

Juga
tidak akan diterima pemikiran yang tambal sulam seperti yang dilakukan sebagian
orang yang mengambil perekonomian dari Marxis atau Kapitalisme dan akhlaq atau sosial kemasyarakatan dari
pemikiran Barat—bahkan mereka terpesona dengan setiap yang baru dan
asing—kemudian menggabungkannya dengan pemikiran Islam.
SHARE

4 COMMENTS