Bertawakkal lalu Bersyukur

63
Bertawakkal lalu Bersyukur,-Setelah bertawakal kepada Allah dalam arti menyerahkan sepenuhnya kepada
Allah dengan usaha yang maksimal. Untuk meningkatkan percaya diri perlu adanya
rasa syukur untuk menimbulkan sikap positif dan perasaan menerima apa yang
telah didapatkan dari tindakan yang dikerjakan kepada Allah SWT atas segala
limpahan nikmat yang ia berikan.
Orang yang tidak
bersyukur kepada Tuhan, ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah
melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati
dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan.
Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan
melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi
rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya
dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah
bersyukur atas apapun yang dialami dan percayalah bahwa Tuhan pasti
menginginkan yang terbaik untuk hidup setipa hamba-Nya.[2]

Bertawakkal lalu Bersyukur
Menurut
Al-Ghazali, mengapa manusia harus bersyukur terdapat dua sebab:
1.   Agar kekal
kenikmatan yang sangat besar itu. Sebab jika tidak disyukuri, akan hilang.
2.   Agar nikmat yang
telah kita dapatkan bertambah.[3]
Bentuk nyata dari
syukur salah satunya adalah dengan mengucapkan puji-pujian alhamdulillah, kata-kata ini
dapat diibaratkan dengan self-affirmation[4] sebagai pengungkapan
positif atas kondisi diri yang dapat meningkatkan percaya diri.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu,
(QS.Ibrahim: 7)
     Para ahlul jannah nantinya akan
mengucapkan syukur kepada Allah yang telah menghilangkan kesedihan mereka dan
mereka mengakui akan ke-Maha Pengampunan dan Maha mensyukuri Allah. Jika umat
Islam ingin menjadi ahlul jannah tentunya saat ini
umat Islam harus mensyukuri segala nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada
mereka.
Bertawakkal lalu Bersyukur

 

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ
رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
     Dan mereka
berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari
kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Mensyukuri.(Faathir: 34)
[1] Lihat.An-Nahl: 112; an-Nisa’: 147; Ibrahim: 7;dan lain-lain.
[2] Ibid.
[3] Imam Al-Ghazali, Minhajul Abidin, Alih Bahasa: Abul
Hiyadh. (Surabaya: Mutiara Ilmu,), hal.351.
[4] Lihat bab II, dikutip dari Jacinta F. Rini,http://www.e-psikologi.com
SHARE