Definisi Pemikiran Islam

110
Suatu
definisi yang benar haruslah memenuhi kriteria jaami ‘an dan maani
‘an. Maksudnya
menyeluruh (jaami ‘an) bagi seluruh bagian-bagian dan
sifat-sifat dari sesuatu yang didefinisikan, dan mencegah (maani ‘an) masuknya makna asing ke dalam
sesuatu yang didefinisikan. Berdasarkan hal itu maka dipilihiah pengertian
berikut untuk pemikiran Islam, yakni bahwa pemikiran Islam adalah al hukmu
‘alaa al waaqi’ min wijhati nazhar il
islaam (hukum/penilaian terhadap suatu fakta berdasarkan sudut pandang
Islam).
Unsur-unsur
pemikiran Islam itu ada tiga, yakni fakta (al waaqi’),
hukum (al hukmu), dan
hubungan antara fakta dengan hukum. Fakta itu sendiri dapat berupa suatu benda
dan dapat berupa perbuatan. Jika fakta itu berupa benda maka hukumnya ada dua
macam, yakni mubah (halal) dan haram. Misalnya buah anggur yang hukumnya mubah
dan khamer yang hukumnya haram. Ada sebuah kaidah syara’ yang diambil dari
nash-nash Al Quran dan al hadits: “Hukum
asal setiap benda adalah mubah, sampai datang dalil
yang mengharamkannya”.
Sedangkan jika fakta itu berupa perbuatan, maka hukumnya ada lima, yakni fardhu
(wajib), mandub (sunnah), mubah, makruh dan haram. Misalnya puasa Ramadhan
hukumnya wajib, shadaqah hukumnya sunnah (mandub), makan roti mubah, berbicara
di WC makruh dan riba itu haram.
Definisi Pemikiran Islam

Unsur-unsur
pemikiran Islam itu ada tiga, yakni fakta (al waaqi’),
hukum (al hukmu), dan
hubungan antara fakta dengan hukum. Fakta itu sendiri dapat berupa suatu benda
dan dapat berupa perbuatan. Jika fakta itu berupa benda maka hukumnya ada dua
macam, yakni mubah (halal) dan haram. Misalnya buah anggur yang hukumnya mubah
dan khamer yang hukumnya haram. Ada sebuah kaidah syara’ yang diambil dari
nash-nash Al Quran dan al hadits: “Hukum
asal setiap benda adalah mubah, sampai datang dalil
yang mengharamkannya”.
Sedangkan jika fakta itu berupa perbuatan, maka hukumnya ada lima, yakni fardhu
(wajib), mandub (sunnah), mubah, makruh dan haram. Misalnya puasa Ramadhan
hukumnya wajib, shadaqah hukumnya sunnah (mandub), makan roti mubah, berbicara
di WC makruh dan riba itu haram.

Kaidah
syara’ yang dinisbatkan dengan perbuatan adalah: “Hukum asal setiap perbuatan adalah terikat
dengan hukum syara.
Hukum atas fakta haruslah diambil dari dalil-dalil syara’ yaitu Kitabullah dan
Sunnah Rasul, dan apa-apa yang ditunjukkan oleh kitabullah dan sunnah Rasul
yakni ijma’ sahabat dan Qiyas.

Pemikiran Islam ada dua
macam, yaitu pemikiran yang berkaitan dengan aqidah seperti keimanan kepada
Allah, kepada rasul-rasulnya, kitab-kitab-Nya dan hari akhir. Serta pemikiran
yang berkaitan dengan hukum syara’ yang bersifat praktis seperti jihad
dan shalat

SHARE

2 COMMENTS