Faidah Kaedah Ushul FIqih

75
1. Faedah
Kaidah-Kaidah Ushul Fiqh
Manfaat sesuatu bisa
dilihat dari buah atau nilai yang di hasilkannya, begitu juga dengan
kaidah-kaidah ushul. Jika kita ingin mengetahui manfaat serta
kedudukannya maka hendaklah kita melihat kepada nilai atau buah yang
dihasilkan oleh kaidah-kaidah ushul fiqh itu sendiri.. Setiap manusia
berbuat sesuai dengan kemaslahatannya, jika tidak ada maslahat
(minimal dalam pandangannya), ia tidak akan melaksanakannya. Maslahat
dibagi dua, dunia dan akhirat. Sebagai muslim tentu berkeyakinan
bahwa maslahat dunia adalah sarana untuk mencapat kebahagiaan utama
di akhirat nanti.
Setelah ilmu aqidah,
ilmu yang membahas tentang hukum-hukum praktis merupakan ilmu yang
paling penting dan harus dikuasai. Hukum-hukum ini bisa di ketahui,
baik dengan cara taqlid atau
ijtihad. Beribadah atas dasar taqlid tidak
sama derajatnya jika dibandingkan dengan beribadah atas dasar
ijitihad. Imam Ghazali berkata:” Sebaik-baik
ilmu adalah ilmu yang menggabungkan antara akal dan as-sam’
(Al-Qur’an dan Sunnah) dan yang menyertakan pendapat dan sy
ara’”.
Abu Bakar Al-Qoffal
As-Syasyi berkata dalam bukunya “al-ushul”:” Ketahuilah
bahwa Nash yang mencakup segala kejadian tidak ada, dan hukum-hukum
memiliki ushul dan furu’ , dan furu’ tidak bisa diketahui kecuali
dengan ushul, dan nilai-nilai itu tidak dapat di ketahui kecuali
dengan ilmu fiqh dan ushul fiqh. Ilmu ini diambil dari syara’ dan
akal yang suci secara bersamaan. Ia tidak menolak syara’ tidak pula
menolak akal. Karena keutamaan ilmu ini lah, banyak orang yang
mempelajarinya. Ulama yang faham ushul fiqh dan kaidah-kaidahnya
adalah ulama yang tinggi derajatnya, tinggi wibawanya ,memiliki
banyak pengikut dan murid. Maka hendaklah memulai dengan ushul untuk
mengetahui hukum-hukum furu
“.
Diantara faedah
kaidah-kaidah ushul fiqh adalah:
Dapat mengangkat
derajat seseorang dari taqlid menjadi
yaqin. Allah berfirman yang artinya:” niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah
Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan
“.
(QS. Al-Mujadalah: 11)
Kaidah-kaidah
ushul merupakan asas dan pondasi seluruh ilmu-ilmu islam lainnya.
Maka ilmu fiqh, tafsir, hadits dan ilmu kalam tidak akan sempurna
tanpanya. Kaidah-kaidah ushul menjadikan pemahaman terhadap al-quran
dan sunnah dan sumber-sumber islam lainnya menjadi akurat.
Dengan
memahami kaidah-kaidah ushul, seseorang dapat dengan mudah mengambil
kesimpulan-kesimpulan hukum syari’ah alfar’iyyah dari
dalil-dalilnya langsung dan terus melaksanakannya. Karena
kaidah-kaidah ushul merupakan sarana yang menghantarkan seseorang
pada hukum-hukum fiqh.
kaidah-kaidah
ushul berusaha membentuk kembali ilmu ushul fiqh dalam bentuk yang
baru, lebih singkat dan akurat yang dapat membantu seorang mujtahid
dalam pengambilan hukum.
Seorang
yang faham ushul fiqh dan kaidah-kaidahnya akan dapat dengan mudah
mengcounter pemikiran-pemikiran yang berusaha menyerang hukum-hukum
islam yang telah mapan seperti wajibnya rajam, hudud dan lain
sebagainya.
Tujuan
akhir adalah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
2. Kedudukan
Kaidah-Kaidah Ushul Fiqh
Kedudukan dan
keutamaan sebuah ilmu tidak lepas dari tema, objek, tujuan, apa yang
di bahas, besar kebutuhan, kekuatan dalilnya serta maslahat yang
dihasilkannya. Semakin besar faedahnya semakin tinggi pula
kedudukannya. Kaidah-kaidah ushul memiliki kedudukan tinggi, yaitu
berada pada urutan pertama setelah ilmu akidah.
Penjelasannya:
Dari segi faedah
dan buah yang di hasilkan oleh kaidah-kaidah ushul, penyusun telah
jelaskan pada penjelasan faedah-faedah ushul fiqh diatas.
Dari
segi objeknya, penyusun telah jelaskan bahwa objek kaidah-kaidah
ushul adalah ushul fiqh itu sendiri dari segi keakuratannya. Juga
membahas nilai-nilai ushul fiqh untuk di undang-undangkan. Jika ilmu
ushul fiqh memiliki kedudukan tinggi dalam islam, bagaimanakah
kedudukan sebuah ilmu yang bertugas menambah keakuratan ushul fiqh?
Dari
segi tujuannya, tujuannya adalah pengambilan hukum syara’ yang
praktis dari dalil-dali syara’ dan memperjuangkannya serta
memberikan keakuratan dalam berijtihad dan kondisi mujtahid.
Usaha untuk mengetahui hukum-hukum Allah adalah merupakan kewajiban
terpenting dan merupakan tujuan penciptaan kita di dalam kehidupan
ini. Ilmu apapun yang memiliki tujuan ini adalah ilmu yang memiliki
kedudukan tinggi.
Dari
segi kebutuhan. Tidak ada kebahagiaan didunia maupun di akhirat
tanpa syari’at Allah. Dan syariat Allah tidak akan dapat diketahui
tanpa kaidah-kaidah ushul. Ma
la yatimmu al-fadil illa bihi fahuwa faadhil
.
SHARE