Fungsi Penciptaan Gunung

89
Fungsi Penciptaan GunungAl Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.


وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ


“Dan
telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu
(tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi
itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS
Al-Anbiya’ : 31)

Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Kenyataan
ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an
diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan
geologi modern.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul
sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa
yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan
yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang
di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah
bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke
bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah
yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada
bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak
bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science,
Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc.
Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai “pasak”:


أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا # وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا


“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS An-Naba’ : 6-7)

Dengan
kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi
dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik
pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan
kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma
atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan
gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap
menyatu.

Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah “isostasi”. Isostasi bermakna sebagai berikut:

Isostasi:
kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan
di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster’s New Twentieth
Century Dictionary, 2. edition “Isostasy”, New York, s. 975)

Peran
penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian
gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai
suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.


وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ


“Dan
telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu
(tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi
itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS
Al-Anbiya’ : 31)


#sumber
keajaibanalquran.com
SHARE

3 COMMENTS