Hubungan antara Kaidah Ushul FIkih dan Kaidah Fikih

95
Ketika kita melihat
defenis dari ushul fiqh dan kaidah-kaidah ushul, akan jelas sekali
perbedaan atara keduanya. Tetapi meskipun demikian, keduanya tidak
akan bisa dipisahkan karena ilmu kaidah-kaidah ushul merupakan bagian
dari ilmu ushul fiqh. Hubungan antara keduanya adalah hubungan atara
umum dan khusus (ilmu ushul fiqh lebih umum dari ilmu kaidah-kaidah
ushul).
Adapun perbedaan
atara keduanya adalah sebagai berikut:
Mayoritas
kaidah-kaidah ushul adalah nilai yang di ambil dari ushul fiqh
(ushul fiqh jauh lebih luas pembahasannya daripada kaidah-kaidah
ushul).
Perbedaan
dalam segi maudu’ (tema).
Tema kaidah-kaidah ushul adalah ushul fiqh itu sendiri adapun tema
ushul fiqh adalah al-
adillah al ijmaliayah min hautsu dobthi al fiqh
.
Dari
segi Tujuan. Tujuan dari kaidah-kaidah ushul adalah menyempurnakan
ushul fiqh dengan cara menyempurnakan nilai-nilai ushul dengal lafaz
yang singkat, dan mengembalikan nilai-nilai tersebut kepada nilai
yang lebih umum yang menjadi kaidah buat kaidah tersebut.
Dengan demikian tujuan ilmu kaidah-kaidah ushul adalah ingin
memberikan bentuk lain untuk ushul fiqh dalam bentuk kaidah yang
lebih singkat dan sistematis. Adapun tujuan ushul fiqh adalah
pencapaian nilai-nilai yang dapat menyempurnakan ijtihad dalam fiqh.
Dari
segi histories (Apakah ushul fiqh muncul terlebih dahulu atau
kaidah-kaidah ushul?)
Sahabat-sahabat
Rasulullah, tabi’in dan yang mengikuti mereka sejak dahulu telah
berijithad dengan memakai kaidah-kaidah ushul.  Kemudian
pembahasan semakin luas hingga muncullah ilmu ushul fiqh. Demikian
juga ilmu ushul fiqh semakin luas hingga di butuhkan kaidah-kaidah
singkat yang dapat dengan mudah diterapkan oleh seorang mujtahid, dan
inilah yang menjadi tonggak munculnya ilmu kaidah-kaidah ushul.
Dengan demikian kaidah-kaidah ushul lebih dahulu muncul dari ilmu
ushul fiqh, dah ilmu ushul fiqh muncul sebelum munculnya ilmu
kaidah-kaidah ushul.
SHARE