Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan

16
Kegelapan dan Gelombang di Dasar LautanAllah berfirman :


أَوْ
كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ
مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ
يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا
فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ


Artinya
: “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh
ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap
gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya,
tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi
cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.”
(Al Qur’an, 24:40)

Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:

Kegelapan
dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter
atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah
kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny;
and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s.
27)


Kegelapan dan Gelombang di Dasar LautanKini,
kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri
makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air,
luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang
dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

Manusia
tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan
peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang
dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan
inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi
sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita
di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini
sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini
dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk
menyelam di kedalaman samudra.Selain
itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita
di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak
(pula), di atasnya (lagi) awan…” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.

Kegelapan dan Gelombang di Dasar LautanPara
ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan,
yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang
memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang
dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman
lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki
massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang
internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat
pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak
dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali
dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat
tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6.
edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)


Pernyataan-pernyataan
dalam Al Qur’an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas.
Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di
permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang
internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah
mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di
kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para
ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur’an adalah kalam
Allah.
SHARE