Kenali Pengertian Ibadah Zakat menurut 4 Imam Mazhab

170
Pengertian
Ibadah Zakat
Ibadah secara lughawi
berarti mematuhi, tunduk, berdo’a. Secara istilah berarti kepatuhan atau
ketundukan kepada dzat yang memiliki puncak keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Bisa
juga diartikan menyembah, sebagaimana disebut dalam al-Qur’an surat Al-Dzari’at
ayat 56, yang artinya: “Aku tidak
menciptakan jin manusia kecuali untuk menyembah-Ku
”. Atau dalam al-Qur’an
surat Al-Fatihah ayat 1-5, yang artinya: “Hanya
kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
”.
R. HA. Soenarjo
mendefinisikan pengertian ibadah dalam al- Qur’an surat Al-Fatihah ayat 5 itu
adalah kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang
kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah
mempunyai kekuasaan yang mutlak 
terhadapnya. Ibadah  dalam  arti 
taat diungkapkan dalam al- Qur’an surat Yasin ayat 60, yang artinya:
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kamu hai Bani Adam supaya tidak
memuyembah setan? Sesungguhnya setan adalah 
musuh  yang  nyata 
bagimu”.  Kata supaya tidak
menyembah setan, disini diartikan sebagai taat, yakni supaya manusia tetap taat
menyembah Allah, dan tidak menyembah setan.
Kenali pengertian zakat berikut
Dari beberapa pendapat
di atas, dapat penulis simpulkan bahwa pengertian ibadah adalah mencakup segala
bentuk kegiatan atau perbuatan dan perkataan yang dilakukan oleh setiap mukmin
muslim dengan tujuan untuk mencari keridhaan Allah SWT. Dan yang dimaksud
ibadah dalam skripsi ini adalah ibadah zakat.

Pengertian
Zakat secara Terminologi
Secara etimologi zakat
berasal dari suci atau bersih. Dalam kitab Kifayatul ahyar disebutkan: “Menurut  bahasa zakat berarti  tumbuh, 
berkat  dan  banyak kebaikan.”
Hammudah Abdallati
mengartikan zakat adalah: “The literal
and simple meaning of zakat is purity, The technical meaning of the word
designates the annual amount in kind or coin which a Muslim with means must
distribute among the rightful beneficiaries
.”
Artinya: Pengertian
sederhana dari zakat adalah kesucian, secara teknis pengertian  zakat 
adalah  suatu  kewajiban 
bagi  seorang  Muslim 
untuk mendistribusikan secara benar dan bermanfaat sejumlah barang atau
uang.
Pengertian Ibadah Zakat menurut para
Ulama Imam Madzhab
a. Menurut Madzhab Imam
Syafi’i: Zakat  itu  ialah 
harta  tertentu  dikeluarkan 
dari  suatu  harta 
tertentu dengan cara tertentu pula.
b. Menurut Madzhab  Imam Hanafi: Zakat mal adalah ialah pemberian
harta karena Allah, agar dimiliki orang fakir yang beragama Islam selain dari
bani Hasyim atau bekas budaknya, dengan ketentuan manfaat dan harta harus
terputus dari pemiliknya yang asli dengan cara apapun.
c. Menurut Madzhab Imam
Maliki: Zakat  itu  ialah 
mengeluarkan  bahagian  tertentu dari 
harta  tertentu pula, yang telah
mencapai satu nisab pula, diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, yakni
apabila harta itu merupakan milik penuh si pemberi, dan telah berulang tahun
bagi selain barang tambang dan hasil pertanian.
d. Menurut Madzhab Imam
Hambali: Zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari suatu harta.
Terminologi
Pengertian Zakat yang ditemukan di Beberapa Buku
a. Dalam kitab Majmu’
disebutkan:
Zakat adalah sebutan untuk pengambilan 
sesuatu yang tertentu, dan harta yang tertentu menurut sifat-sifat yang
tertentu (untuk diberikan) kepada golongan yang tertentu
.”
b. Dalam ensiklopedi
al-Qur’an dinyatakan bahwa:
Menurut istilah hukum Islam zakat itu maksudnya mengeluarkan sebagian
harta diberikan kepada yang berhak menerimanya, supaya harta yang ditinggal
menjadi harta yang bersih dan orang yang mempunyai harta menjadi suci jiwa dan
tingkah lakunya.
c. Menurut Sayyid Sabiq
dalam buku Fiqih Sunnah dinyatakan bahwa: “Zakat adalah nama atau sebutan dan
sesuatu hak Allah Ta’ala yang dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin. Dinamakan
zakat, karena didalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan
jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebajikan.”
Dari beberapa pendapat
di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa zakat adalah memberikan
sebagian harta tertentu oleh orang yang telah memenuhi syarat-syaratnya, kepada
orang-orang tertentu.
Dengan demikian pengertian
ibadah zakat adalah memberikan sebagian harta tertentu oleh orang yang telah
memenuhi syarat-syaratnya, kepada orang-orang tertentu dengan hanya mengharap
keridloan Allah SWT.
Daftar Maraji’
Ensiklopedi Islam,   Jilid II, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta,
1993.
Prof. R.H.A. Soenarjo
S.H., Al-Qur’an dan Tarjamahnya, CV Toha Putra, Semarang,
1989.
Drs. Habib Thaha, MA.,
dkk., Metodologi Pengajaran Agama, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1999.
Dr. Bustanuddin Agus,
MA, Al-Islam, PT. Raja Judo Persada, Jakarta, 1993.
Muhammad Taqiyuddin Abu
Bakar Al-Husaini, Kifayatul Ahyar, Juz I, Toha Putra, Semarang, t. th.
Hamudah Abdul Ati,
Islam In  Focus,  A Publication of The Ministry of Awzaf and Islamic
Affairs, Doha-Qatar, 1997.
Dr. Syauqi Ismailsyahhatih,
Penerapan Zakat dalam Dunia Modern,  
Alih bahasa: Anshori Umar Sitanggal, Pustaka Dian dan Antar Kota,
Jakarta, 1987.
Ibnu Zakaria Muhyiddin,
Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, Jilid V, Matba’ al-Imam, Mesir, t. th.
Fahruddin HS.,
Ensiklopedi Islam, Buku II, Rinneka Cipta, Jakarta, 1992.
SHARE