Kultum Singkat tentang Sedekah Sebagai Ajaran Filosofi Islam

1243

Kultum Singkat tentang Sedekah Sebagai Ajaran Filosofi Islam

Tongkronganislami.net – Islam tidak hanya menetapkan berbagai kewajiban dan ketentuan dikalangan pengikutnya, ia pun berupaya menciptakan jiwa yang bersih, pemurah, dan penyantun. Kepada umatnya ia mengajarkan kerelaan untuk memberikan lebih dari permintaan, melaksanakan kewajiban lebih dari tututan, mengulurkan tangan tanpa diminta, dan berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit, dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Orang seperti itulah yang mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri. Ia mendahulukan orang lain walaupun ia sendiri dalam kesempitan, ia menganggap harta sebagai sarana beribadah dan berbuat baik kepada orang lain, bukan sebagi tujuan, hatinya diliputi oleh kasih sayang, ia senantiasa mau menolong tanpa diminta, semua itu dilakukan hanya untuk mencari restu Allah dan keridlaan-Nya, bukan karena mau disanjung atau ingin populer.

Manusia bukanlah alat yang bergerak secara otomatis dan berhenti jika salah satu tombolnya ditekan. Manusia adalah suatu pesawat yang sangat rumit yang terdiri atas roh dan jasad, jiwa dan raga, akal dan perasaan, emosi dan nurani, serta fikir dan dzikir. Manusia adalah makhluk yang punya imajinasi dan kemampuan merekayasa, merasa dan meraba, memilih dan menentukan, melakukan sesuatu dan membiarkan, serta berpengaruh dan terpengaruh.

Semua keistimewaan ini perlu dijaga agar moral dan etikannya dapat menutupi berbagai kekurangan dan kelemahan suatu peraturan dan undang-undang. Sebagai agama, Islam harus memperhatika sisi moral dan akhlak yang luhur ini, Ia tidak hanya puas dengan berbagai kewajiban yang diatur oleh undang-undang, sebab menurut pandangan islam, sisi moral dan akhlak bukan sekedar sarana untuk mewujudkan kesetiakawanan sosial. Ia juga merupakan salah satu ciri insan shaleh yang layak mendapatkan ridla Allah dan tinggal bersama para Nabi di surga-Nya.

Karena itulah, tidak sedikit kita menemukan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memberikan kabar gembira, mendorong dan mengancam, menyerukan infaq dan shadaqah, serta mengecam kekikiran.

Hal itu disampaikan dengan kalimat yang indah, tegas, namun juga puitis. Ancamannya mampu melelehkan hati yang keras dan menggerakkan tangan yang kikir sehingga mau memberikan pertolongan. Salah satunya Islam menganjurkan mengeluarkan sedekah. Dalam Q.S at-Taubah aya 60:

انماالصدقات للفقراء والمساكين…. التوبة: 60

Yang ditegaskan pula dalam hadits Nabi:

فرض رسول الله صدقة الفطر طهرة للصائم من للغو و الرفث وطعمة للمساكين

Yang dimaksud dengan صدقة الفطر adalah zakat fitrah. Pada hakekatnya, meskipun ketika seseorang bershadaqah hartanya berkurang secara nominal, harta tersebut bertambah secara kualitas. Disinilah ajara agama berhaluan dengan nalar ekonomi. Bahwa harta tidak berkurang dikarenakan shadaqah melainkan sebaliknya, harta tersebut, didunia akan bertambah kebaikannya (barakahnya) dan mampu menolak kerusakan (مفسدات) dari padanya, sedangkan diakhirat akan mendapatkan pahala sebagi balasannya.

Selanjutnya, sedekah sebagai ajaran memiliki nilai sosial dan filosofi yang tersirat, hal demikian misalnya dapat difamai dalam sebuah hadits, Rasulullah saw:

الصدقة اذا خرجت من يد صاحبها نكلمت بخمسة كلمات: الاولى كنت صعيرة فكبرتنى, والثانية كنت حارسي فالان صرت حارستك, والثالثة كنت عدوك فااحببتنى, والرابعة كنت فانية فاابقيتني, والخامسة كنت قليلة فكثرتنى.

“Shadaqah itu, manakala keluar dari tangan pemiliknya, berkata dengan lima kalimat: (1) Semula aku adalah kecil maka engkau telah menjadikan aku besar. (2) Semula engkau adalah penjagaku, maka sekarang aku yang menjadi penjagamu. (3) Semula aku adalah musuhmu, maka sekarang aku menjadi yang engkau cintai. (4) Aku adalah sesuatu yang punah, maka engkau jadikan aku sesuatu yang kekal. (5) Aku adalah bilangan yang sedikit, maka engkau jadikan aku jumlah yang banyak.

Dari hadits tersebut dapat diambil pengertian bahwa bershadaqah pada kerabat memiliki dua manfaat, yang pertama pahala atas shadaqah tersebut dan yang kedua adalah terjalinnya tali silaturrahim atas keluarga. Misi lain dari sedekah adalah terciptanya pemerataan ekonomi di masyarakat Muslim.

Memang diakui, bahwa ajaran islam banyak menyentuh realitas sosial masyarakat pasca Nabi Hijarah ke Madina, disana beliau membangun peradaban Islami dengan mngatur segala segi kehidupan umat islam, politik, sosial hingga ekonomi.

Lewat perintah sedekah, selain membumikan ajaran Qur’an, Nabi menginginkan adanya kesetaraan ekonomi antar masyarakat. Masing-maing memiliki empati sosial, kepedulian antara ikhwan atas nama persaudaraan Muslim.

Baca daftar kultum lainnya:

  1. Kultum Singkat tentang Konsep Manusia dalam Islam
  2. Kultum Pendidik dan Pembentukan Kesalehan Peserta Didik dalam Islam
  3. Kultum kisah Tabayyun Nabi Muhammad saat Mencari Kebenaran Bani Mushtolaq 
  4. Kultum menempatkan Identitas Muslim pada Tempatnya
  5. Kultum semangat Cinta Beragama Sebagai Piranti Iman, Menerangi Hati dan Kehidupan
SHARE