Penjelasan Lengkap Nisab dan Haul Zakat dalam Islam

257
Nisab dan Haul Zakat

Nisab dan Haul Zakat – Al-Qur’an tidak secara tegas menjelaskan tentang jenis-jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya dan syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi serta tidak menjelaskan secara gamblang berapa besar yang harus dizakatkan.

Persoalan tersebut dijelaskan di dalam sunah Nabi  melalui hadis beliau yang berfungsi menjelaskan isi dari pada al-Quran serta menafsirkannya, menafsirkan yang bersifat umum, menerangkan yang masih samar, memperkhusus yang masih terlalu umum, memberi contoh kongkrit pelaksanaannya dan membuat prinsip-prinsip aktual yang bisa diterapkan dalam kehidupan umat.[1]

Di dalam kitab-kitab fiqh, harta kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya antara
lain meliputi : emas, perak, uang, barang yang diperdagangkan, hasil peternakan, hasil bumi, hasil tambang dan barang temuan (baca: macam-macam zakat).[2]

Masing-masing kelompok harta kekayaan yang wajib dizakati, para ulama berbeda pendapat mengenai nisab dan haulnya disebabkan karena adanya ketidaksamaan dalam mengkonversi alat ukur yang dipergunakan pada masa lalu dan sekarang.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa keterangan mengenai nisab dan haul dari zakat yang berbeda-beda. Perbedaan ini tentu berdampak pada jenis kekayaan yang akan dizakati nantinya. Semisal nisab dan haul zakat pertanian akan berbeda dengan nisab dan haul zakat emas, perak maupu uang.

Masalah lain bermunculan bilamana terdapat jenis kekayaan lain yang ada pada masa sekarang namun tidak ditemukan pada masa nabi Muhammad SAW. Sebut saja, di masa sekarang ada kekayaan yang berbentuk usaha berupa investasi di bidang properti (hotel dan penginapan), transportasi dan lainya. Bahkan ada kekeyaan berupa jasa dan profesi yang sedang dikerjakan.

Kekeyaan jenis ini, sudah barang tentu tidak akan ditemukan pada masa nabi atau bisa di katakan Al-Qur’an maupu hadis Nabi hanya menyebutkan secara umum harta kekyaan yang harus dizakati (baca: perintah zakat), sehingga penetapan nisab dan haul pun tidak ada ketetapan pasti, dibutuhkan pemahaman lebih lanjut.

Pada ualasan di bawah ini, akan kami jelaskan secara ringkas pengertian nisab dan haul, serta kadar zakat harta kekayaan yang banyak dimiliki masyarakat.

Pengertian Nisab dan Haul

Haul secara bahasa berasal dari bahasa arab merupakan bentuk tunggal kata ahwalun ataupun hu’ulun yang juga semakna dengan kata assanah yang diartikan dengan satu tahun. Dari makna bahasa ini dapat diartikan bahwa haul dalam zakat yaitu batasan setahun kepimilikan kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya. Hal ini juga dapat diartikan, jika kekayaan yang kita miliki belum genap setahun maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

Sedangkan nisab diartikan sebagai batasan atau kadar kekayaan minimum yang diwajibkan zakat. Bilamana batasan minimun ini tidak tercapai maka tidak diwajibkan membayar zakat. Ketentuan nisab pada harta kekayaan memiliki perbedaan masing-masing, dimana ditentukan berdasarkan spesifikasi harta dan jenisnya.

Ketentuan Umum Nisab dan Haul Zakat dalam Islam

Zakat Emas, Perak dan Uang

Ketiga jenis harta, yaitu emas, perak dan uang zakatnya dikeluarkan setelah dimiliki secara pasti selama satu tahun qomariyah (haul). Besar nisab dan jumlah yang harus dikeluarkan berbeda-beda. Nisab emas 91,92 gram emas murni, nisab uang sama dengan nisab emas tersebut. Dan menurut Qardawi nisabnya senilai 85 gram. Sedangkan nisab perak senilai 642 gram perak, dan menurut mazhab Hanafi nisabnya senilai 700 gram.

Zakat Barang yang diperdagangkan

Nisab barang yang diperdagangkan sama dengan nisab emas yaitu 91,92 gram, dan menurt qardawi seanilai 85 gram emas  dan dikeluarkan tiap akhit tahun. (baca: Ketentuan Zakat Perdagangan.

Zakat Binatang Ternak

Yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah binatang ternak yang telah dilpelihara selama satu tahun di tempat pengembalaan dan tidak dipekerjakan sebagai tenaga pengangkutan dan sebagainya dan sampai nisabnya.[3]

Untuk kambing 40-120 ekor, zakatnya 1 ekor kambing, setiap 121-200 ekor zakatnya 2 ekor, dan 201-300 zakatnya 3 ekor, selanjutnya setiap pertambahan 100 ekor zakatnya tambah 1 ekor.

Nisab sapi adalah 30 ekor, 30-39 ekor zakatnya 1 ekor sapi berumur satu tahun lebih, 40-59 ekor zakatnya 1 ekor sapi berumur dua tahun lebih, 70-79 ekor zakatnya 2 ekor sapi berumur satu tahun dan dua tahun lebih, selanjutnya setiap penambahan 30 ekor zakatnya 1 ekor sapi berumur satu tahun lebih dan seterusnya. (baca: zakat binatang ternak)

Zakat Hasil Bumi (pertanian)

Pengeluaran zakatnya tidak harus menunggu satu tahun dimiliki, tetapi harus dilakukan setiap kali panen atau menunai. Nisabnya kurang lebih 1.350 kg gabah atau 750 kg beras.  Kadar zakatnya 5 % untuk hasil bumi yang diairi atas usaha penanam sendiri dan 10 % kalau pengeirannya tadah hujan tanpa usaha yang menanam. (baca: zakat pertanian)

Zakat Hasil tambang dan barang temuan

Dalam kitab-kitab fiqh, barang tambang dan barang temuan yang wajib dizakati hanyalah emas dan perak saja.[4] Nisab barang tambang sama dengan nisab emas dan perak dan dikeluarkan setiap kali barang tambang itu selesai diolah. Sedangkan barang temuan zakatnya dikeluarkan  setiap orang menemukan barang tersebut. Menurut kesepakatan ulama empat mazhab, harta temuan wajib dizakati seperlimanya (20%) dan tidak ada nisabnya. (baca: zakat hasil tambang)

Perbedaan Nisab dan Haul Zakat dikalangan ulama tidak lantas membuat hati kita untuk mengurungkan niat berzakat melainkan semakin memicu untuk menunaikannya. Mudahan Bermanfaat

Catatan Kaki

[1]Muhammad, Zakat Profesi, hlm. 23
[2] Ibid. hlm. 23-24
[3]Muhammad, Zakat Profesi, hlm. 25
[4] Ibid. hlm. 26

SHARE

2 COMMENTS

  1. telah memenuhi kebutuhan ppokok ini mksdnya gmn? krn jika seseorg memiliki mobil utk dipakai sehari2…maka tdk diwajibkan zakatnya….tapi jika mbilnya lebih dri satu,atau rumah lebih dari satu…tp untk dipakai sehari2…..bgmn hukumnya? krn telah melebihi kebutuhan pokok tu orang…tlong pnjelasannya…