Pengertian Remaja Menurut Beberapa Ahli

187
Definisi
remaja –
Remaja
sebagai salah satu proses pendewasaan yang merupakan awal dalam mengenal dan
mengerti serta menyelami proses kedewasaan. Yang pada akhirnya tidak sedikit saat
ini   khususnya remaja wanita yang
menjalani pernikahan hanya karena tuntutan orang tua atau bahkan akibat
pergaulan yang terlampau bebas yang mengakibatkan remaja wanita harus hamil
pada masa sebelum saatnya dan mengharuskan ia mengerti tentang arti dari
pernikahan.
Dari
segi mental, emosi remaja belum stabil. Kestabilan emosi umumnya terjadi antara
usia 24 tahun karena pada saat itulah orang mulai memasuki usia dewasa. Usia 20
– 40 tahun dikatakan sebagai usia dewasa muda. Pada masa ini biasanya mulai
timbul transisi dari gejolak remaja ke masa dewasa yang lebih stabil. Maka jika
pernikahan dilakukan dibawah usia 20 (dua puluh) tahun secara emosi remaja
masih ingin berpetualang menemukan jati dirinya (Gemari, 2002).
Pengertian
Remaja menurut WHO
Remaja
didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. WHO
memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam
definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria yaitu biologis, psikologis, dan
sosial ekonomi. Remaja adalah suatu masa ketika:
a)  Individu 
berkembang  di  saat 
pertama  kali  ia 
menunjukan  tanda–tanda seksual
sekunder sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
b)  Individu  
mengalami   perkembangan   psikologis  
dan   pola   identifikasi dari kanak-kanak menjadi
dewasa.
c)  Terjadi  
peralihan   dari   ketergantungan   sosial  
ekonomi   yang   penuh kepada keadaan relatif lebih mandiri.
Pengertian
Remaja dalam Bahasa latin 
Istilah
Adolescen (Remaja) berasal dari bahas latin adalascare yang berarti “bertumbuh”
sepanjang fase perkembangan ini, sejumlah masalah fisik, sosial dan psikologis
bergabung untuk menciptakan karasteristik, perilaku dan kebutuhan yang unik.

Pengertian Remaja Menurut Beberapa Ahli
Pandangan
ini didukung oleh Piaget (Hurlock, 1991) yang mengatakan bahwa secara
psikologis remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke
dalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya
berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling
tidak sejajar.
Pengertian
remaja Menurut Monks
Remaja
sebenarnya tidak memiliki tempat yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk  golongan anak-anak,  tetapi 
belum  juga dapat  diterima secara penuh untuk masuk ke golongan
orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Oleh karena itu
remaja seringkali dikenal dengan fase “mencari jati diri” atau fase “topan dan
badai”. Remaja masih belum mampu menguasai dan memfungsikan  secara 
maksimal  fungsi  fisik 
maupun  psikisnya.  Namun 
fase remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada masa amat potensial,
baik dilihat dari aspek kognitif, emosi maupun fisik (Monks dkk; 1989).
Berdasarkan
beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan masa remaja merupakan masa dimana
individu mengalami transisi perkembangan dari masa kanak-kanak menuju dewasa,
kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik, usia dimana individu mulai
berhubungan dengan masyarakat, dan telah mengalami perkembangan tanda-tanda
seksual, pola psikologis, dan menjadi lebih mandiri.
Batasan
Usia Remaja Mappiare
Masa
remaja, menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan
21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Rentang
usia remaja ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12 atau 13 tahun
sampai dengan 17 atau 18 tahun adalah masa remaja awal dan usia 17 atau 18
sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah masa remaja akhir.
Batasan
Usia Remaja Menurut WHO
Batasan
remaja menurut WHO (Dalam Sarwono, 2003) lebih konseptual. Dalam definisi ini
dikemukakan 3 kriteria  yaitu biologi,
psikologi, dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut
berbunyi sebagai berikut: Remaja adalah suatu masa dimana:
1.
Individu berkembang dari saat pertama kali menunjukkan tanda-tanda   seksual sekundernya sampai saat ia mencapai
kematangan seksual.
2.
Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identitas dari kanak–kanak
menjadi dewasa.
3.  Terjadi 
peralihan  dari  ketergantungan  sosial-ekonomi  yang 
penuh  kepada keadaan yang relatif
lebih mandiri.
WHO
menetapkan atas usia 10 – 20 tahun sebagai batasan usia remaja dan membagi
kurun usia tersebut dalam dua bagian yaitu: Remaja awal 10 – 14 tahun dan
remaja akhir 15 – 20 tahun. Pedoman umur remaja di Indonesia menggunakan
batasan usia 11 – 24 tahun dan belum menikah.
Batasan
Usia Remaja Menurut Deswita
Batasan
usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21
tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 –
15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 –
21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi
Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu
masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja
pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006,
192).
SHARE