Pengertian Zakat Penghasilan

41

Pengertian Zakat Penghasilan – Zakat penghasilan terdiri atas dua suku kata yaitu
zakat dan penghasilan. Dari dua suku kata tersebut sama-sama mempunyai
pengertian yang apabila digabungkan akan menjadi istilah yang mempunyai
pengertian dan maksud tersendiri.

Pengertian Zakat

Zakat
menurut bahasa, berarti nama’ (kesuburan), thaharah (kesucian), barakah
(keberkahan), dan berarti juga tazkiyah (mensucikan). Syara’ memakai
kedua arti tersebut untuk kedua arti ini.

Menurut Yusuf Qardawi,
arti dasar dari kata zakat ditinjau dari segi bahasa adalah suci,
tumbuh, berkah, dan terpuji (baca: pengertian zakat). Semuanya digunakan dalam Qur’an dan hadist.
Tetapi yang terkuat, kata dasar zaka berarti bertambah dan tumbuh.
Zakat merupakan nama atau sebutan dari sesuatu hak Allah SWT yang
dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin. Dinamakan zakat karena
didalamnya terkandung harapan untuk beroleh berkat, membersihkan jiwa
dan memupuknya dengan berbagai kebajikan.

Sedangkan pengertian
zakat menurut istilah atau syara’ yaitu: memberikan sebagian harta
tertentu kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat tertentu. Jadi
kalau kita tilik pula zakat menurut istilah agama islam adalah kadar
harta yang tertentu diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan
beberapa syarat yang tertentu. Meskipun para ulama didalam
menafsirkannya berbeda-beda akan tetapi semuanya mengarah pada satu arti
yaitu mengeluarkan sebagian harta benda untuk diberikan kepada fakir
miskin sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditentukan dalam
al-Qur’an, sebagai pembersih serta penghapus kesalahan-kesalahan
manusia. 

Baca > Hukum Zakat Penghasilan

Syekh Husseinin Muhammad Makluf mengemukakan Harta
benda yang diberikan kepada orang fakir itu dinamakan zakat yang
artinya perkembangan dan pembersihan, oleh karena mengeluarkan harta
benda itu menyebabkan bertambah, berkembang dan memperbesar berkat
kekayaan mereka, serta membersihkan dan penjagaan bagi orang yang
memiliki kekayaan tadi dari bahaya dan kerugian yang menimpa kelak.

hukum Zakat Penghasilan

Mazhab
Maliki mendefinisikan zakat dengan mengeluarkan sebagian dari harta
yang khusus yang telah mencapai nishab (batas kwantitas minimal yang
mewajibkan zakat) kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Mazhab
Hanafi mendefinisikan zakat dengan menjadikan sebagian harta yang khusus
dari harta yang khusus sebagai milik orang yang khusus, yang
ditentukan oleh syari’at karena Allah. Mazhab Syafi’i, zakat merupakan
sebuah ungkapan keluarnya harta sesuai dengan cara khusus. Sedangkan
menurut mazhab Hambali, zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari
harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula (baca: pengertian zakat menurut imam mazhab).

Para pemikir
ekonomi Islam kontemporer mendefinisikan zakat sebagai harta yang telah
ditetapkan oleh pemerintah atau pejabat berwenang kepada masyarakat umum
atau individu yang bersifat mengikat dan final, tanpa mendapat imbalan
tertentu yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kemampuan pemilik
harta, yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan delapan golongan yang
telah ditentukan dalam al- Qur’an, serta untuk memenuhi tuntutan
politik bagi keuangan Islam.

Meskipun para ulama mengemukakannya
dengan redaksi yang agak berbeda antara satu dan yang lainnya, akan
tetapi pada prinsipnya sama, yaitu bahwa zakat itu adalah bagian dari
harta dengan persyaratan tertentu, yang Allah SWT mewajibkan kepada
pemiliknya untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya dengan
persyaratan tertentu pula. Hal tersebut senada dengan pasal 1 ayat (2)
Undang-undang Republik Indonesia No 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan
Zakat yaitu: Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang
muslim atau badan yang dimiliki oleh seorang muslim sesuai dengan
ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Pengertian Penghasilan

Penghasilan
dalam bahasa Inggris income, artinya adalah uang yang diterima oleh
seseorang atau perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa, bunga, laba dan
sebagainya, lebih umum lagi diartikan bahwa setiap uang yang diterima
dihitung sebagai penghasilan (apakah uang tersebut berasal dari
penyediaan faktor produksi atau dalam bentuk pembayaran jasa-jasa sosial
lainnya).

Wahbah al-Zuhaili secara khusus mengemukakan, bahwa
kegiatan penghasilan atau pendapatan yang diterima seseorang melalui
usaha sendiri (wirausaha) seperti dokter, insinyur, ahli hukum,
konsultan, kontraktor, dan lain sebagainya. Dan juga yang terkait dengan
pemerintah (pegawai negeri atau swasta) yang mendapatkan gaji atau upah
dalam waktu yang relatif tetap, seperti sebulan sekali, dalam istilah
fiqh dikatakan sebagai al-maal al-mustafaad. Semua penghasilan melalui
kegiatan tersebut diatas, apabila telah mencapai nishab, maka wajib
dikeluarkan zakatnya (baca: nisab dan haul).


Daftar Rujukan

Teuku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy, Pedoman Zakat, Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, Cet. ke-10, 2006.

Yusuf Qardawi, Fiqhus Zakat, Terj. Salman Harun, et.al., Hukum Zakat, Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa, Cet. ke-10, 2007.

Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Terj. Mahyuddin Syaf, Fiqih Sunnah 3, Bandung: PT. Al- Ma’arif, Cet. ke-3, 1985.

Nazar Bakry, Problematika Fiqh Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Cet. ke-1, 1994.

Sudarsono, Sepuluh Aspek Agama Islam, Jakarta: PT Rineka Cipta, Cet. ke-1, 1994.

Wahbah al-Zuhayliy, Al-Fiqh al-Islami Wa ’Adilla,Terj. Agus Efendi dan Bahrudin Fanani ‘‘Zakat Kajian Berbagai Mazhab’’, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, Cet. ke-1, 2000.

Nuruddin Mhd. Ali, Zakat sebagai Instrumen Kebijakan Fiskal, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, Cet. ke-1, 2006.

Didin Hafidhuddin, Zakat Dalam Perekonomian Modern, Jakarta: Gema Insani Press, Cet. ke-1, 2002.

Saifudin Zuhri, Zakat Kontekstual, Semarang: CV Bima Sejati, Cet. ke-1, 2000.

B Lowes L davies, Kamus Lengkap Ekonomi, Terj. Tumpal Rumapea dan Posman Haloho, Jakarta: Penerbit Erlangga, Hlm. 287 

Pengertian Zakat Penghasilan tersebut diatas hanya berupa pengantar yang akan dibahas secara lengkap dipostingan subjek dan objek hukum zakat penghasilan sehingga dapat diketahui harta mana saja yang termasik dari kategori zakat ini.

SHARE