Perbedaan Kaidah Ushuliyyah dan Fiqhiyyah

128
Persamaan antara
kaidah ushul dan kaidah fiqh terletak pada kesaaman sebagai wasilah
pengambilan hukum. Keduanya merupakan prinsip umum yang mencakup
masalah-masalah dalam kajian syari’ah. Oleh karena itu, dalam
perspetif ini kaidah ushul sangatlah mirip dengan kaidah fiqih.
Namun, kita pun bisa
melihat perbedaan yang signifikan dari kedua kaidah tersebut, secara
ringkas perbedaan kedua kaidah tersebut adalah sebagai berikut :
Kaidah ushul pada
hakikatnya adalah qa’idah
istidlaliyah
 yang
menjadi wasilah para mujtahid dalam istinbath(pengambilan)
sebuah hukum syar’iyah
amaliah
.
Kaidah ini menjadi alat yang membantu para mujtahid dalam menentukan
suatu hukum. Dengan kata lain, kita bisa memahami, bahwa kaidah
ushul bukanlah suatu hukum, ia hanyalah sebuah alat
atau wasilah kepada
kesimpulan suatu hukum syar’i. Sedangkan, kaidah fiqih adalah
suatu susunan lafadz yang mengandung makna hukum syar’iyyah
aghlabiyyah
 yang
mencakup di bawahnya banyak furu’. Sehingga kita bisa memahami
bahwa kaidah fiqih adalah hukum syar’i. Dan kaidah ini digunakan
sebagai istihdhar (menghadirkan)
hukum bukan istinbath (mengambil)
hukum (layaknya kaidah ushul). Misalnya, kaidah ushul “al-aslu
fil amri lil wujub

bahwa asal dalam perintah menunjukan wajib. Kaidah ini tidaklah
mengandung suatu hukum syar’i. Tetapi dari kaidah ini kita bisa
mengambil hukum, bahwa setiap dalil (baik Qur’an maupun Hadits)
yang bermakna perintah menunjukan wajib. Berbeda dengan kaidah fiqih
al-dharar
yuzal

bahwa kemudharatan mesti dihilangkan. Dalam kaidah ini mengandung
hukum syar’i, bahwa kemudharatan wajib dihilangkan.
Kaidah
ushul dalam teksnya tidak mengandung asrarus
syar’i
 (rahasia-rahasia
syar’i) tidak pula mengandung hikmah syar’i. Sedangkan kaidah
fiqih dari teksnya terkandung kedua hal tersebut.
Kaidah
ushul kaidah yang menyeluruh (kaidah
kulliyah
)
dan mencakup seluruh furu’ di bawahnya.
Sehinggaistitsna’iyyah (pengecualian)
hanya ada sedikit sekali atau bahkan tidak ada sama sekali. Berbeda
dengan kaidah fiqih yang banyak terdapat istitsna’iyyah,
karena itu kaidahnya kaidah
aghlabiyyah
 (kaidah
umum).
Perbedaan
antara kaidah ushul dan kaidah fiqih pun bisa dilihat
dari maudhu’nya
(objek). Jika Kaidah ushulmaudhu’nya
dalil-dalil sam’iyyah.
Sedangkan kaidah fiqih maudhu’nya perbuatan mukallaf, baik itu
pekerjaan atau perkataan. Seperti sholat, zakat dan lain-lain
Kaidah-kaidah
ushul jauh lebih sedikit dari kaidah-kaidah fiqh.
Kaidah-kaidah
ushul lebih kuat dari kaidah-kaidah fiqh. Seluruh ulama sepakat
bahwa kaidah-kaidah ushul adalah hujjah dan mayoritas dibangun
diatas dalil yang qot’I.
Adapun kaidah-kaidah fiqh ulama berbeda pendapat. Sebagian
mengatakan bahwa kaidah-kaidah fiqh bukan hujjah secara mutlaq,
sebagian mengatakan hujjah bagi mujtahid ‘alim dan bukank hujjah
bagi selainnya, sebagian yang lain mengatakan bahwa kaidah-kaidah
tersebut hujjah secara mutlak.
Kaidah-kaidah
ushul lebih umum dari kaidah-kaidah fiqh
SHARE