Peristiwa Big Bang Dalam Al-Quran

58

Peristiwa Big Bang Dalam Al-QuranAllah berfirman :

أَوَلَمْ
يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا
رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ
أَفَلَا يُؤْمِنُونَ


Artinya
: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian
Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu
yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al-Anbiya’
: 30)

Kata “ratq” yang di sini diterjemahkan sebagai
“suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang
membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya”
adalah terjemahan kata Arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul
menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari
“ratq”. Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah
adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata
ini.
Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan
pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek
dari kata sifat “fatq”. Keduanya lalu terpisah (“fataqa”) satu sama
lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang,
kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam
semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi”
yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal
yang masih berada pada keadaan “ratq” ini. Titik tunggal ini meledak
sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya
untuk “fataqa” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut,
bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika
kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan
ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu
sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah
terjadi sebelum abad ke-20

#Sumber
keajaibanalquran.com
SHARE