Rukun dan Syarat Kaidah Ushul FIkih

34
Rukun-rukun
kaidah Ushuliyyah
Ketika kita melihat
sebuah kaidah ushul, النهي
للكرار (larangan
menunjukkan pengulangan) umpamanya kita akan menemukan 4 rukun
didalamnya:
Pertama
Maudu’ (tema)
yaitiu النهي
Kedua
Mahmuul yaitu
التكرار
Ketiga
: Penisbatan antara keduanya yaitu kebergantungan rukun kedua dengan
rukun pertama
Keempat
: Terjadi atau tidaknya rukun ketiga pada keduanya.. (Apakah perintah
menunjukkan pengulangan benar-benar terjadi atau tidak?)
Jika
keempat-empatnya adalah tasowwurot dimanakah
hukumnya atau at
tasdiq
 ??
Ahli mantiq ketika
berusaha menyelesaikan permasalahan ini berbeda pada 2 pendapat:
1.
Al Falasifah mengatakan
bahwa at
tasdiq
 adalah
rukun ke empat saja, dengan kata lain menurut falasifah,
kaidah-kaidah ushul cukup dengan satu rukun saja yaitu rukun yang
keempat.
2. Imam Ar Razi
mengatakan bahwa at tasdiq tidak
cukup dengan rukun ke empat saja tetapi gabungan dari keempat rukun
tersebut.
Syarat-syarat
kaidah Ushuliyyah
Harus dalam bentuk
yang singkat
Merupakan
perkara yang sempurna
Maudu’nya
(temanya) harus kulli bukan juz’I (umum)
Kaidah-kaidah
ushul tersebut tidak bertentangan dengan syari’at
dan maqosid syari’ah
Tidak
bertentangan dengan kaidah lain (baik itu kaidah ushul ataupun
kaidah fiqh) yang sebanding dengannya atau lebih kuat darinya.
Kaidah-kadiah
ushul tersebut harus tegas dan tidak ragu-ragu
SHARE