Sumber Pengambilan Kaidah Ushul FIqih

16
Secara global,
kaidah-kaidah ushul fiqh bersumber dari naql (Al-Qur’an
dan Sunnah), ‘Akal (prinsip-prinsip
dan nilai-nilai), bahasa (Ushul
at tahlil al lughawi), 
yang
secara terperinci kita jelaskan dibawah ini.
Pertama: Al
Qur’an
.
Al Qur’an
merupakan firman Allah SAW yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW,
untuk membebaskan manusia dari kegelapan. Kitab ini adalah kitab
undang-undang yang mengatur seluruh kehidupan manusia, firman Allah
yang Maha mengetahui apa yang bermanfaat bagi manusia dan apa yang
berbahaya, dan merupakan obat bagi ummat dari segalah penyakitnya.
Allah berfirman :
dan Kami
turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS. AL Isra: 82)
Dan firman Allah:
dan Kami
turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala
sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang
yang berserah diri”. (QS An Nahl: 89) 
Ini adalah kedudukan
al Qur’an. Penyusun yakin semua orang tahu itu, maka tidak perlu di
perpanjang di sini.
Diantara
kaidah-kaidah ushul yang di hasilkan dari Al Qur’an adalah:
1. Sunnah adalah
sumber hukum yang di akui, dengan dalil
وما ينطق عن
الهوي  إن هو إلا وحي يوحي
2. Al Qur’an bisa
difahami dari uslub-uslub bahasa
arab, dengan dalil
إنا أنزلناه
قرآنا عربيا لعلكم تعقلون
3. Adat atau
kebiasaan di akui sebagai hukum pada permasalahan yang tidak memiliki
dalil, dengan dalil
حذ العفو وأمر
بالعرف وأعرض عن الجاهلين
Kedua: As Sunnah
Allah memberikan
kemuliaan kepada nabi Muhammad SAW dengan mengutusnya sebagai nabi
dan rasul terakhir untuk umat manusia dengan tujuan menyampaikan
pesan-pesan ilahi kepada
umat. Maka nilai kemuliaan Rasulullah bukan dari dirinya sendiri
tetapi dari Sang Pengutus yaitu Allah SWT, karena siapapun yang
menjadi utusan pasti lebih rendah tingkatannya dari yang mengutus.
Allah Berfirman yang artinya:” Muhammad tidak lain hanyalah seorang
rasul”. (QS. Ali Imran: 144).
Jika seluruh
perintah Allah telah disampaian oleh Rasulullah kepada umat,
selesailah tugasnya dan wajib bagi umat untuk
memperhatikan risalah yang
di sampaikan oleh rasulullah. Allah berfirman yang artinya:
Muhammad itu
tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya
beberapa orang rasul. Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamu
berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang,
Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah
sedikitpun, dan Allah akan memberi Balasan kepada orang-orang yang
bersyukur”. (QS. Ali Imran: 144)
Banyak sekali ayat
Al Qur’an yang menjelaskan bahwa sunnah Rasulullah adalah merupakan
salah satu sumber agama islam, diantaranya firman Allah dalam surat
Ali Imran ayat: 53,132,144, 172  juga didalam surat An Nisa
ayat: 42, 59, 61, 64, 65, dan masih banyak lagi. Bahkan didalam surat
Al Hasyr Allah berfirman:
apa yang
diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya
bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.“ 
Diantara
kaidah-kaidah ushul yang di ambil dari hadits adalah:
Perintah yang
mutlak hukumnya wajib (الأمر
المطلق يفيد الوجوب)
Ijma’
merupakah hujjah yang
di akui secara syar’I (الإجماع
حجة معتبرة شرعا)
Jika
berkumpul perintah dan larangan maka larangan di dahulukan (إذا
اجتمع الآمر والمحرم قدم المحرم)
Qiyas
merupakan hujjah yang
di akui secara syar’I (القياس
حجة معتبرة شرعا)
Ketiga: Ijma’
Diantara
kaidah-kaidah ushul yang di ambil dari ijma adalah:
Ijma’ Sahabat
bahwa “hukum yang di hasilkan dari hadits ahad dapat
di terima”.
Ijma’
Sahabat bahwa “hukum terbagi menjadi 5 macam”.
Ijma’
Sahabat bahwa “syariat nabi Muhammad menghapus seluruh syariat
yang sebelumnya”.
Keempat: Akal 
Akal memiki
kedudukan yang tinggi didalam syariat islam, karena kita tidak akan
faham islam tanpa akal. Sebagai contoh, Apa dalil yang menunjukkan
bahwa Allah itu ada? Jika dijawab Al Qur’an, Apa dalil yang
menunjukkan bahwa Al Qur’an benar-benar dari Allah? Jika
dijawab I’jaz,
apa dalil yang menunjukkan bahwa I’jazul
quran
 sebagai
dalil bahwa alqur’an bersumber dari Allah SWT? Dan seterusnya.
Dengan demikian dapat kita fahami bahwa islam tidak akan kita fahami
tanpa akal, oleh karena itulah akal merupakan syarat taklif dalam
islam.
Meskipun demikian,
ada satu hal yang harus di perhatikan dengan seksama, bahwa akal
tidak bisa berkerja sendiri tanpasyar’I.
Akal hanyalah sarana untuk mengetahui hukum-hukum Allah melalui
dalil-dalil al quran dan hadits. Allah lah yang menjadi hakim, dan
akal merupakan sarana untuk memahami hukum-hukum Allah tersebut.
Diantara
kaidah-kaidah ushul yang di hasilkan dari akal adalah:
Al Qur’an
merupakan dalil yang di akui.
Baik
dan buruk hanya di ketahui melalui syar’I bukan akal.
Yang
lebih kuat didahulukan dari yang lemah.
Kelima: Perkataan
Sahabat
Diantara
kaidah-kaidah ushul yang diambil dari perkataan-perkataan sahabat
Rasulullah adalah:
Hadits-hadits
Ahad zonniyah
Qiyas
adalah hujjah
Hukum
yang terakhir menghapus hukum yang terdahulu (naskh)
Orang
awam boleh taqlid
Nash
lebih di utamakan dari qiyas maupun ijma’
Diantara
kaidah-kaidah ushul yang di ambil dari ilmu-ilmu islam
Ilmu Ushuluddin
Baik
dan buruk dapat diketahui dengan syar’I bukan dengan akal
Rasulullah
tidak menetapkan ijtihad yang salah
Tidak
ada yang ma’sum kecuali nabi
Syari’at
islam menghapus syari’at sebelumnya
Domir
goib kadang-kadang kembali pada kalimat yang tidak tertulis, dan itu
bisa di ketahui melalui siyaaq kalimat.
Kalimat Aina (أين) menunjukkan
tempat (syarat ataupun istifham)
dan (  متي
و أيان)
menunjukkan waktu (syaratatupun istifham)
Fi’il
madi 
jika
menjadi fiil
syarat, 
ia
berubah menjadi kaliamat insyaa menurut
kesepakatan ahli nahwu. 
(إلي)
menunjukkan akhir sesuatu (waktu maupun tempat) 
Dan
sebagainya. 
Kaidah
سد
الذرائع
Kaidah
adat dan kebiasaan merupakan dalil yang di akui
Kaidah
المصالح
المرسلة
2.  Ilmu
Bahasa Arab
Domir goib
kadang-kadang kembali pada kalimat yang tidak tertulis, dan itu bisa
di ketahui melalui siyaaq kalimat.
Kalimat Aina (أين) menunjukkan
tempat (syarat ataupun istifham)
dan (  متي
و أيان)
menunjukkan waktu (syaratatupun istifham)
Fi’il
madi 
jika
menjadi fiil
syarat, 
ia
berubah menjadi kaliamat insyaa menurut
kesepakatan ahli nahwu. 
(إلي)
menunjukkan akhir sesuatu (waktu maupun tempat) 
Dan
sebagainya.
3. Ilmu
Fiqih
Kaidah  سد
الذرائع
Kaidah
adat dan kebiasaan merupakan dalil yang di akui
Kaidah
المصالح
المرسلة
SHARE