8 Keistimewaan Surah Al-Baqarah bagi Siapapun yang Ingin Membacanya

725
Surah Al Baqarah

Tongkronganislami.net – Surah al-Baqarah dan praktek ruqyah tidak akan pernah dilepaskan. Hal ini disebabkan banyak di antara ayat-ayat surah al-baqarah yang dijadikan sebagai ayat-ayat ruqyah. Semisal saja, di tengah masyarakat kita sudah sangat populer ayat kursi sebagai ayat pengusir jin dan pelindung dari segala macam bentuk sihir. Adapun ayat al-Kursi merupakan bagian kecil dari ayat-ayat yang terdapat dalam surah al-Baqarah. Lalu apalagi keutamaan surah al-Baqarah yang layak diketahui?

Gambaran Umum Surah al-Baqarah

Surah al-Baqarah termasuk dari surah madaniyyah. Di dalam al-Jami li Ahkam al-Qur’an karya dijelaskan bahwa ayat-ayat al-Baqarah diturunkan beberapa kali. Hal ini disebabkan karena surah pertama kali diturunkan Madinah ini merupakan surah yang paling panjang, terdiri dari dua ratus delapan puluh enam ayat. Al-Qurthuby menjelaskan bahwa, meski dikatakan sebagai surah pertama yang turun di madinah, namun terdapat satu ayat yang turun belakangan. Tepatnya pada haji wada’ (perpisahan) Rasulullah, turun ayat ke 281 surah al-Baqarah:

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Fusthath al-Qur’an (Kemah besar al-Qur’an) merupakan Salah satu “gelar” yang disebutkan oleh ulama salaf karena keagungan al-Baqarah. Dinamakan al-Baqarah, karena memang di dalam surah ini diceritakan tentang baqarah (sapi betina), sebuah sapi yang diperintahkan Musa kepada kaumnya untuk dicari dan disembelih dalam rangka mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang menyebabkan huru hara.

Keutamaan Surah Al-Baqarah

Al-Baqarah memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi pembacanya. Keutamaan dan keistimwaan itu, terdapat secara umum dalam surah al-Baqarah juga secara khusus pada beberapa ayat-ayat tertentu yang dijelaskan dalam hadis. adapun di antara keistimewaan al-baqarah secara umum adalah

  1. Rumah yang dibacakan al-Baqarah di dalamnya tidak akan dimasuki syaitan,

Beberapa hadis Rasulullah menjadi dalil atas keisitimewaan ini. Di antaraya, apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A. Rasulullah saw pernah bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

Janganlah Kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya Setan akan lari dari rumah yang dibacakan surah al-Baqarah di dalamnya.

Terdapat pula hadis lain dengan redaksi yang hampir sama. Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah saw bersabda “sesungguhnya syaitan akan lari dari suatu rumah, ketika ia mendengar di dalam rumah tersebut dibacakan surah al-Baqarah”

  1. Turun Malaikat karena dibacakan al-Baqarah

Hal ini berdasarkan cerita dari Usaid bin Hudair. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, Usaid adalah seseorang yang memiliki suara paling indah. Ia bercerita, “pada suatu malam, saya membaca surah al-Baqarah dan ketika itu malam sedang bulan purnama. Di waktu membaca, saya bersama anak saya Yahya dan kuda yang tertambat.

Ditengah tilawah, tiba-tiba kuda saya berderap-derap. Karena itu saya berdiri dan menenangkannya karena takut Yahya terinjak. Setelah kuda itu berhenti, saya mulai membaca lagi.Tiba-tiba kuda tersebut berderap lagi, saya pun berdiri dan menenangkannya lagi.

Hal itu terulang sampai tiga kali. Karena takut akan keadaan Yahya, akhirnya saya tarik dan memindahkan tempat tidurnya. Kemudian saya membaca lagi dan saya mengangkat kepala saya melihat langit.Ternyata di atas langit ada sesuatu yang menaungi, seperti sekempulan pelita yang berbinar. Hal itu ternyata cukup menakutkan saya. Sehingga saya pun tidak lagi membaca.

Tatkala pagi hari, saya segera  datang kepada Rasulullah dan menceritakan semuanya. Rasulullah saw bersabda “itu adalah malaikat yang mau mendengarkan suaramu membaca surah al-Baqarah. Sekiranya engkau membacanya sampai pagi hari, maka sungguh manusia akan melihat malaikat-malaikat tersebut.”

  1. Orang yang menghafal al-Qur’an, akan memiliki keutamaan.

Di antara keutamaan tersebut adalah dengan hafalan al-Qur’an seseorang dianggap pantas menjadi pemimpin. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat. Seperti riwayat dari Utsman bin Abi al-Ashi. Ia menceritakan:

استعملني رسول الله ص.م. و أنا أصغر الستة الذين وفدوا عليه من ثقيف وذلك أني كنت قرأت سورة البقرة

(Suatu ketika) Rasulullah memperjakan ku, padahal aku adalah orang yang paling muda di antara orang-orang yang diutus kepada Nabi dari Bani Tsaqif. Terpilihnya aku, karena bacaan surah al-baqarahku. 

Terdapat pula hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah pernah mengutus sekelompok orang. Beliau, Lalu memanggil mereka dan menanyayai mereka satu persatu“madza ma’aka min al-Qur’an” (apa yang engkau hafal dari al-Qur’an). Satu persatu menjawab surah ini dan surah ini. Hingga sampai kepada orang yang paling muda umurnya di antara mereka. Ia menjawab “surah ini, surah ini dan surah al-baqarah”. Mendengar itu, Rasulullah menjawab “engkau menghafal surah al-Baqarah, maka pergilah engkau menjadi pemimpin kelompok ini”.

  1. Al-Qur’an akan menjadi Penyelamat di hari kiamat dan sebagai ayat penolak sihir.

Berdasarkan riwayat dari Abu Umamah al-Bahily, ia mengatakan “saya pernah mendengar Rasulullah bersabda:

اقرءوا القران فانه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه اقراوا الزهراوين البقرة  وسورة  ال عمران فانهما تأتيان يوم القيامة كأنهما غمامتان أو كأنهما غيايتان أو كأنهما فرقان من طير صواف تحاجان عن أصحابهما اقرءوا سورة البقرة فإن أخذها بركة وتركها حسرة ولا تستطيعها البطلة,

Bacalah al-Qur’an. Karena sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat sebagai penolong bagi pembacanya. Bacalah “az-zahrowaini” yaitu al-Baqarah dan Ali Imran. Karena sesungguhnya kedua surah itu akan datang di hari kiamat seperti awan atau mendung yang berarak, atau seperti sekumpulan burung Shawwaf yang menaungi pembacanya. Bacalah al-Baqarah karena ia mendatangkan keberkahan bagi pembacanya dan kerugian bagi yang melalaikannya, serta sihir tidak akan tertimpa padanya.

Berdasarkan riwayat yang cukup panjang ini, diketahui membaca al-Baqarah akan mendatangkan beberapa manfaat yang sangat penting, seperti menjadi penolong  dan penaung di hari kiamat, sebagai sumber keberkahan dan sebagai penolak sihir.

  1. Di dalam surah al-Baqarah terdapat Nama Allah yang paling agung. Di mana ketika seseorang meminta kepada Allah dengan nama tersebut, maka Allah akan mengabulkan permintaanya.

Dari Abu Umamah, ia berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda:

اسم الله (الحي القيوم) الأعظم الذي إذا دعي به أجاب في سور ثلاثة في البقرة وال عمران وطه

Nama Allah yang paling agung adalah “al-Hayyu al-Qayyum” yang mana jika seseorang meminta kepada Allah dengan menyebut nama tersebut, maka akan dipenuhi oleh Allah. (nama tersebut) terdapat di dalam tiga surah: al-Baqarah, Ali Imran dan Thaha. 

Keistimewaan ayat-ayat tertentu di dalam surah al-Baqarah

  • Rasulullah sering membaca ayat “Qulu amanna billah wa amaa unzila ilaina…,” (al-Baqarah: 136) pada rakaat awal shalat subuh. Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, Ia mengatakan bahwa di antara ayat yang sering atau banyak kali dibaca Rasulullah saw di rakaat pertama dari shalat fajar adalah “quluu amannaa billah wa maa unzila ilainaa..” dan di ayat rakaat terakhir, membaca: “Amanna billah wa asyhadu bi anna Muslimun.”
  • Nabi saw membaca ayat: “Wattakhodzu min maqomi Ibrahima Mushalla…”(al-Baqarah: 125). Berdasarkan penjelasan Jabir R.A. tentang tata cara Haji Rasulullah kepada Bani Salamah. Ia, Jabir –di antaranya- mengatakan bahwa Rasulullah tinggal di madinah selama enam tahun dan tidak pernah berhaji. Sampai seuatu ketika beliau sengaja ke kuburan nabi Ibrahim, beliau shalat dua rakaat di belakang kuburan tersebut dan membaca “wat-Takhodzu min maqomi ibrahima musholla…”
  • Keutamaan ayat al-Kursi. Selain populer, ternyata ayat yang dikenal dengan sebutan al-Kursy ini memang memiliki banyak keistimewaan. (1) ayat kursi disebut ayat yang paling agung. Berdasarkan cerita Ibnu al-Asqa’: “Bahwa Rasulullah mendatangi para muhajirin yang digolongkan sebagai ahl as-Suffah. Mereka bertanyaka kepada Rasulullha “ayat apa yang paling agung”. Nabi Menjawab: “Allahu laa ilaaha illa huwa al-Hayyu al-Qayyum, Laa ta’khudzuhu sinah wa la naum”.

(2) ayat Kursi juga merupakan ayat ruqyah yang apabila dibaca ketika pagi dan siang hari, akan menghindarkan seseorang dari gangguan jin. Hal ini berdasarkan riwayat panjang yang menceritakan tentang pengalaman Abu Hurairah dalam menjaga harta zakat milik kaum muslimin.

Diceritakan dari Abu Hurairah bahwa dulu dia pernah diberi tugas untuk menjaga kurma sedekah-dalam riwayat lain menjaga zakat yang terkumpul di bulan ramadhan. Suatu hari dia datang ke tempat penyimpanan harta sedekah, lalu dia mendapati bekas telapak tangan, seakan-akan telah ada yang mengambil. Dan hal itu berulang sampai tiga kali. Hal itu kemudian ia laporkan kepada Nabi saw. Nabi mengatakan:“apakah kau mau mendapatinya”,  “iya”. Kemudian Rasulullah mengajarkan ia untuk mengatakan “Subhana man Sakkhoroka li muhammadiin”.

Besoknya ia Abu Hurairah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba muncul di hadapannya seorang jin yang berdiri. Melihat itu, Abu Hurairah mengatakan:“wahai musuh Allah, engkau pelakunya?”Jin itu mengatakan:“ia.” Lalu Abu Hurairah menangkapnya dan hendak dibawa kepada nabi Muhammad. Namun Jin Itu memelas dan meminta agar tak dihadapkan kepada Nabi saw:“sesungguhnya saya mencuri hanya untuk keluarga miskin dari jin”, dan dia berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Karena iba, Abu Hurairah melepaskan Jin tersebut.

Keesokan harinya,Abu Hurairah ditanya oleh Rasulullah apakah dia telah mendapati pelakunya. Abu Hurairah lalu menceritakan apa yan telah terjadi tadi malam. Mendengar itu Rasulullah mengatakan “sesungguhnya ia telah berbohong. Dan dia akan datang lagi. Dan kalau kau hendak menangkapnya, ucapkan lagi “subahanak man Sakhhoroka li muhammadin”. Besok malamnya hal itu pun terulang lagi, dan jin tersebut beralasan yang sama hingga hal itu terulang sampai tiga kali.

Pada kesempatan berikutnya, Abu Hurairah sudah tidak mempercayainya lagi. Akhirnya jin itu mengatakan: “lepaskan aku, maka akan aku ajarkan kepadamu kalimat yang dengan kalimat tersebut Allah akan menjagamu dari jin baik itu yang kecil maupun yang besar, laki-laki maupun perempuan. Abu Hurairah mengatakan, apa kalimat itu, Jin menjawab: jika engkau hendak mendatangi kasur mu, maka bacalah Allahu laa ilaha illa huwa al-Hayyu al-Qayyum.., (ayat kursi) bacalah ayat itu setiap subuh dan sore. Setelah itu, Abu Hurairah melepaskannya.”

Baca Juga: Gambaran Keistimewaan Surah Yasin dalam Hadis Nabi

Esok harinya ia Abu Hurairah bertemu Rasulullah, dan Rasulullah bertanya tentang tadi malam. Menceritakanlah Abu Hurairah apa yang terjadi,  lalu Rasulullah mengomentari,“Apa yang dia ajarkan kepadamu, sesuai yang aku ketahui”

SHARE