3 Niat Yang Menjadi Kunci Sukses dalam Kuliahmu, Coba Perbaharui lagi..

3 Niat Yang Menjadi Kunci Sukses Dalam Kuliahmu

Tongkrongan Islami – Segala sesuatu berawal dari niat. Apakah niat kita sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu, atau hanya tanpa ada nilai disana. Sesuatu yang mempunyai nilai, cenderung selalu kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh dibanding sekedar keinginan saja.

Kita sebagai umat Islam yangmana pengetahuan merupakan pondasi dasar mencapai sebuah kesuksesan. Hidup tanpa ilmu merupakan kebutaan. Tiga langkah penting umat Islam sebagai pedoman dalam mencapai kehidupan yang lebih baik.

Tiga hal yang menjadi ciiri seseorang yang sukses, menjadikan prinsip dasar dalam menjalani kehidupan dan itutelah dibuktikan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupannya. Bagi kalian yang ingin kuliah, apalagi sekedar belajar ilmu dunia, maka niatkan hati kalian 3 Hal Ini Sebagai Kunci Sukses Kuliahmu.

Niat dengan kuliah bisa memberi manfaat bagi orang lain

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya. HR. Muslim no. 2699.

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Artinya: Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberi manfaat bagi manusia. Amalan yang paling dicintai Allah yaitu membuat muslim yang lain bahagia. Mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.

Apa ada diantara kalian yang mengambil ilmu dunia yang bermanfaat dan berniat seperti itu?

Niat Membahagiakan orang tua

Kita diperintah untuk membahagiakan orang tua. Sebaliknya kita dilarang untuk durhaka pada keduanya. ‘Uququl walidain atau yang dimaksud durhaka pada orang tua yaitu segala bentuk perbuatan yang menyakiti orang tua.

Tidak termasuk durhaka bila kita mendahulukan kewajiban pada Allah. Juga tak termasuk perbuatan durhaka jika kita tak taat dalam maksiat. Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, berkata:

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, Hai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku saat mereka telah meninggal dunia?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.).

Bentuknya yaitu mendo’akan keduanya, minta ampun bagi keduanya, memenuhi janji mereka sesudah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim kekerabatan dengan keluarga kedua orang tua yang tak pernah terjalin dan juga memuliakan teman dekat keduanya.”

Niatkan agar dapat kerja menafkahi keluarga

Nafkah pada keluarga lebih afdhol dari sedekah tathowwu’ atau sunnah. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Al Miqdam bin Ma’dikarib, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

Jika mencari nafkah ikhlas, maka akan menuai pahala yang besar

Sa’ad bin Abi Waqqosh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ

Mencari nafkah bisa menuai pahala bila diniatkan dengan ikhlas untuk meraih ridho Allah. Namun bila hanya aktivitas harian semata, belum tentu akan berbuah pahala.

Baca Juga: Manfaatkan Waktumu Sebelum Kematian Menjempurmu

Harta yang dinafkahi akan semakin barokah dan akan diberikan ganti. Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفً

Seseorang yang memberi nafkah bagi keluarganya termasuk berinfak jadi termasuk dalam keutamaan hadits ini. Hanya Allahlah yang memberi taufik. Semooga hidup kita bermanfaat bagi orang banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.