Azab Mengerikan bagi Pencuri Sejengkal Tanah

Azab Mengerikan bagi Pencuri Sejengkal Tanah

Tongkrongan Islami – Kesalahan yang dianggap kecil dan sepele yang dilakukan berulang – ulang maka semakin lama akan terlihat benar dan maklum dilakukan. Bila diamati, telah banyak orang yang menganggap wajar penggunaan atau perampasan hak tanah orang lain sekalipun tanpa izin resmi ataupun nonresmi dari si pemilik tanah.

Tanah merupakan salah satu harta kekayaan yang banyak diminati orang sebagai ladang investasi, selain harganya yang jarang turun pemilik bisa memanfaatkan tanah dengan berbagai cara seperti bercocok tanam, membangun bangunan untuk disewakan, dan tanah juga bisa menjadi warisan kekayaan turun temurun bagi anak cucu.

Tingginya harga tanah membuat banyak orang tergiur untuk memilikinya dengan berbagai macam cara, baik dengan jalan yang halal ataupun dengan cara yang tidak halal.

Ketidakmampuan untuk memiliki dan lemahnya kadar keimanan menjadi penggelap mata pencuri untuk mengambil hak tanah orang lain walau hanya sejengkal tanah orang yang mengambil tanah orang lain kelak akan mendapatkan azab dari Allah SWT.

Aisyah ra menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara dzolim, maka kelak akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis tanah. ” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairoh, “seorang mengambil sejengkal tanah orang lain tanpa hak, pada hari kiamat kelak pasti Allah kalungkan kepadanya tujuh lapis tanah. ”

Jika diperhatikan penyerobotan tanah orang lain sudah menjadi hal maklum yang dianggap benar dilingkungan sosial sekitar kita, contohnya seorang tetangga yang membuat pagar rumah agar motor yang dimiliknya aman dari maling dengan ukuran pagar yang minim karena menyesuaikan ukuran tanah yang dimilikinya.

Setelah beberapa lama bergantilah yang dimilikinya dari motor menjadi mobil, karena sempitnya ruang yang dimilikinya untuk menyimpan mobil maka diperluaslah dengan mengganti ukuran luas pagar rumah demi menjaga keamanan mobil yang dimilikinya.

Namun ada hal yang dilewatkan, tetangga tersebut dengan dzolim menyerebot tanah yang bukan hak nya untuk perluasan pagar rumahnya sehingga mengganggu akses pejalan kaki ataupun yang berkendara ketika melewati rumahnya.

Betapa dianggap sepele hal yang dilakukan oleh tetangga tersebut namun ternyata telah mengganggu kenyamanan orang banyak, selain itu ia telah mengambil hak tanah orang lain dengan semena-mena tanpa izin.

Jika dikaitkan dengan sabda Nabi SAW maka akan sampailah azab allah kepadanya, yakni akan Allah kalungkan padanya 7 lapis tanah pada hari kiamat.

Perkara pengambilan tanah walau yang nampak hanya sejengkal dipermukaan namun sebenarnya yang dirampas juga adalah 7 lapisan tanah kedalam hingga dasar bumi.

Berkata Syaikh Salim: “Barangsiapa memiliki tanah, maka berarti dia memilikinya dari bawah sampai atas. Dan dia berhak melarang orang menggali bagian yang berada di bawah tanahnya, baik berupa lubang ataupun sumur tanpa meminta izin dan persetujuan darinya. Dan dia juga merupakan pemilik tambang dan barang-barang berharga berharga dibawahnya. Dia boleh memperdalam lubang di bawah tanahnya sekehendak hatinya selama tidak membahayakan orang lain yang bertetangga dengannya.” [Syarah Riyadush Shalihin, jilid hal. 522]

Para ulama berkata, ‘Seandainya tetanggamu memiliki pohon, kemudian dahannya memanjang ke tanahmu dan ranting-rantingnya menjadi menutupi tanahmu, maka sesungguhnya tetanggamu harus membenggokkan (dahan tersebut) dari tanahmu, jika tidak memungkinkan untuk dibengkokkan maka (dahan tersebut) harus dipotong, kecuali kamu mengizinkan keberadaannya, karena ruang udara (di atas tanahmu) adalah milikmu, mengikuti (kepemilikkan) apa yang tetap (tanah).”

Maka sudah jelas betapa kerasnya hukum Allah terhadap pencuri tanah orang lain, sekecil apapun kesalahan sepele yang kian lama dianggap wajar dan benar kelak akan tetap diperhitungkan dan dibalas dengan adil.

Oleh : Luthfiyyah (Mahasiswi STEI SEBI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.