Klasifikasi dalam Al-Qur’an dan Sunnah

Klasifikasi dalam Al-Qur'an dan Sunnah

Tongkrongan Islami – Al-Qur’an dan as-Sunnah adalah nash tasyrî’ (hukum syara’). Di dalamnya berisi tuntutan untuk melakukan (thalab al-fi’l) dan meninggalkan perbuatan (thalab at-tark). Juga berisi nash umum (al-‘âm) dan khusus (khâsh), mutlak (al-muthlaq) dan terikat (al-muqayyad), serta ungkapan global (al-mujmal) yang memerlukan penjabaran, juga penjelasan (al-bayân) dan konteks yang dijelaskan (al-mubayyan). Disamping itu, juga berisi hukum yang dihapus (al-mansûkh) dan tidak (ghayr al-mansûkh).

Semuanya tadi harus diketahui, sehingga hukum syara’ bisa ditarik dan disimpulkan dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Karena itu, mengetahui sumber mana yang bisa digunakan untuk menggali hukum, dan mana yang tidak –atau dalil ijmâli– serta klasifikasi dalam al-Qur’an dan as-Sunnah tersebut jelas sangat penting.

Setelah menganalisis al-Qur’an dan as-Sunnah, bisa diketahui bahwa klasifikasi dalam al-Qur’an dan as-Sunnah itu hanya ada lima: Pertama, perintah dan larangan (al-amr wa an-nahy); Kedua, umum dan khusus (al-‘âm wa al-khâsh); Ketiga, mutlak dan mengikat (al-muthlaq wa al-muqayyad); Keempat, global dan penjelasan (al-mujmal wa al-mubayyan); Kelima, penghapus dan dihapus (an-nâsikh wa al-mansûkh).

Selain itu, tidak bisa dimasukkan sebagai klasifikasi tersendiri, namun bisa dimasukkan pada salah satu dari kelima klasifikasi tersebut, atau kembali kepada bahasa, atau tidak mempunyai konotasi apapun.

Misalnya, klasifikasi dhâhir dan mu’awwal, masing-masing didefinisikan dengan makna yang digunakan secara konvensional atau asli, dan makna lafazh yang tidak merujuk kepada makna lahir.

Atau, klasifikasi nashh yang didefinisikan dengan lafazh yang lebih jelas ketimbang lafazh dhâhir. Dan masih banyak yang lain lagi, semuanya tadi sejatinya tidak bisa dimasukkan sebagai klasifikasi tersendiri, namun bisa dimasukkan pada salah satu dari kelima klasifikasi tersebut, atau kembali kepada bahasa, atau tidak mempunyai konotasi apapun.

Karena keterbatasan halaman, jadi pembahasan ini kami bagi beberapa halaman di antaranya sebagi berikut:

  1. Bentuk Perintah dan Larangan dalam Al-Qur’an dan Hadis
  2. Bentuk Mutlak dan Muqayyad dalam al-Qur’an dan Hadis
  3. Bentuk Umum dan Khusus dalam Al-Qur’an dan Hadis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.