Faedah Surah Al-Lahab: Kisah Manusia yang Dilaknat Oleh Allah SWT

Faedah Surah Al-Lahab

Tongkrongan Islami – Bagi kalian yang gemar membaca al-Qur’an dan terjemahannya, pasti akan menemukan banyak cerita di dalam al-Qur’an. Yusuf al-Qaradhawy mengatakan, hampir sepertiga isi al-Qur’an mengandung kisah.

Kisah itu pun bermacam-macam, tidak hanya menceritakan manusia saleh seperti para Nabi. Terdapat juga kisah-kisah yang menceritakan sosok manusia yang dilaknat Allah dan dijamin masuk neraka.

Salah satu surat yang menceritakan manusia yang dilaknat oleh Allah ialah surat al-Lahab. Di dalam beberapa tafsir, surat al-Lahab lebih dikenal dengan sebutan surat al-Masad. Surat ini diturunkan di Makkah sebelum Rasulullah Hijrah.

Al-Lahab memiliki arti kayu bakar, sementara al-Massad berarti sabuk yang terbuat dari rumput kering. Surat ini tergolong surat yang tersingkat karena hanya memuat lima ayat saja.

Sebab Turun surat al-Lahab

Abu Bakar al-Jazairy, di dalam tafsirnya Aisar at-Tafasir, menjelaskan bahwa, tatkala turun firman Allah yang berbunyi: “dan (wahai Muhammad) peringatilah (dakwahilah) keluarga terdekatmu” Rasulullah menangkap perintah adanya kenaikan tingkat dakwah yang diinginkan Allah swt, yaitu mendakwahi keluarga terdekat Beliau. Untuk itu, Rasulullah mengumpulkan keluarganya.

Dalam satu riwayat, tidak hanya keluarganya yang dikumpulkan, tapi seluruh orang Quraisy ketika itu. Nabi saw berdiri di atas bukit Shafa (jabal as-Shafa) dan di bawahnya telah berkumpul sanak keluarganya.

Lalu Nabi Muhammad berseru kepada mereka. “wahai orang quraisy, sekiranya saya mengatakan kepada kalian akan ada sekelompok tentara di balik bukit ini yang hendak menyerang kita, apakah kalian akan percaya” “tentu kami percaya. Engkau terkenal sebagai as-Shiddiq”

Jawab mereka, kaum Quraisy. Mendengar jawaban itu, Nabi saw pun berkata:

“إني لكم نذير مبين بين يدي عذاب شديد: قولوا لا إله إلا الله”

“Sesungguhnya Aku adalah pemberi peringatan tentang adzab keras yang bisa menimpa kalian. Yakini dan ucapkanlah oleh kalian “tiada tuhan selain Allah swt”

Mendengar itu, Abu Lahab paman Nabi malah mengatakan “apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Binasa dan celakaa untuk mu Muhammad!! Binasa sepanjang umur mu!”  Disebabkan penghinaan tersebutlah Allah menurunkan surat al-Lahab ini

Kandungan Umum Surah al-Lahab

Berdasarkan asbab nuzul yang telah dijelaskan sebelumnya, secara garis besar diketahui bahwa surat ini menceritakan tentang adzab dan murka Allah kepada Abu Lahab yang menghina dan menyumpahi kesialan kepada Nabi Muhammad saw. Allah swt melaknat Abu Lahab yang bernama asli Abdul Uzza.

Laknat Allah kepada Abu Lahab mencakup segala segi dalam kehidupannya, sehingga tidak akan berguna harta keluarg dan segala yang ia miliki untuk bisa mengeluarkannya dari laknat dan adzab Allah.

Adzab Allah yang paling pedih untuk Abu Lahab ialah Api neraka yang akan memakannya seperti api menghabiskan kayu bakar menjadi Abu. Tidak hanya dirinya, Ummu Jamil al-Aura’ seorang perempuan yang juga suka menfitnah Rasulullah, menebarkan duri di jalan Rasulullah dan memaki Rasulullah tidak luput dari Adzab Allah.

Hikmah yang dapat diambil dari surah al-Lahab

Meskipun surat al-Lahab bercerita secara spesifik tentang Abu Lahab, tapi kita dapat mengambil hikmah yang penting dari surat ini. Abu Bakar Al-Jaza’iry menuliskan poin-poin penting dapat diambil tersebut. di antaranya:

Surat ini menjelaskan bagaimana hukum Allah bagi Abu Lahab di mana Allah membalas makar Abu Lahab dengan makar yang lebih besar lagi. Hal ini tentu memberikan kita keyakinan bahwa bagi siapa saja yang melakukan makar atas agama Allah dan ketentuannya, maka Allah pasti akan memberikan makar yang lebih besar lagi. Untuk itu haruslah kita menjaga diri kita dari meremehkan ketentuan Allah swt.

Ketika Allah telah mencabut ridhanya dari seorang hamba, dan menetapkan baginya adzab, maka apa yang ia miliki, baik itu berupa harta, keluarga, bahkan dirinya sendiri tidak bisa menyelamatkannya dari adzab Allah. Untuk itu perlunya kita sering-sering beristighfar kepada Allah agar kita terhindar dari murka-Nya.

Dari surat al-Ikhlas ini kita juga mengetahui diharamkannya kita menyakiti orang muslim, hatta menyakiti hanya dengan ucapan saja. Karena ditakutkan itu menyebabkan Allah juga akan menyakiti kita. Sebab orang mukmin yang patuh kepada Allah, itu adalah kekasih Allah dan kekasih Rasulullah saw.

Baca Juga:

  1. Keutamaan Surat al-Falaq dalam Hadis yang tidak Boleh Diabaikan
  2. Surah al Kahfi; Keluarga Sakinah dan Keselamatan dari Dajjal Bagi Pembacanya!
  3. Keistimewaan Surah Al-Baqarah bagi Siapapun yang Ingin Membacanya

Kekerabatan dan kekeluargaan tidak akan menyelamatkan seseorang dari murka Allah, jika ia syirik dan kafir. Hal ini terlihat jelas dari surat al-Lahab ini, bagaimana Abu Lahab yang secara nasab berkeluarga bersama Rasulullah, namun karena ia kafir bahkan menghina Rasulullah ia tetap dimurkai Allah. Untuk itu, penjagaan pertama yang harus kita usahakan pada keluarga kita, adalah mencegah mereka dari berbuat syirik dan kafir kepada Allah swt. Wallahu a’lam bisshawab.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here